Bahasa Asing dalam Pergaulan, Kurangnya Rasa Nasionalisme

Telah dibaca 285 kali

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat dilepaskan dari pengaruh dunia luar. Khususnya dunia barat, baik dari segi gaya hidup, style, sampai pada penggunaan bahasanya. Oleh karena itu, tidak jarang ditemukan sebuah fenomena bahwa seseorang cenderung menggunakan kosakata-kosakata bahasa asing daripada bahasa Indonesia

Tahukah kalian?

Di era globalisasi seperti sekarang, penggunaan bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari bukan lagi menjadi monopoli kaum tertentu namun merupakan sutau kebutuhan.

pentingnya belajar bahasa inggris
Aplikasi Handphone (Source: picjumbo.com)

Hal ini dikarenakan kehadiran berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang sebagian besar menggunakan bahasa asing. Dalam memberi petunjuk pun sering kita lihat penggunaan bahasa asing, contohnya OPEN dan CLOSE. Selain itu, dalam persaiangan saat ini, generasi muda harus menguasai bahasa asing agar bisa bersaing di kancah internasional.

Nyatanya…

Beberapa kalangan menganggap bahwa seseorang yang menggunakan bahasa asing rasa nasionalismenya dianggap kurang. Hal ini didasarkan pada kutipan bunyi Sumpah Pemuda yang menyatakan bahwa kita semua sebagai bangsa Indonesia, telah “mengakui berbahasa satu bahasa Indonesia.” Beberapa kalangan menganggap amanat itu tidak terlalu dihormati karena banyak anak muda yang berkomunikasi dengan bahasa campuran, seperti bahasa Jepang , Cina, Inggris, Korea dan lainnya.  Apalagi dengan banyaknya artis dari luar negeri yang mengambil peruntungan di negara kita, hal ini justru membuat bahasa Indonesia tidak terlihat menantang lagi untuk dimanfaatkan, contohnya, trend Cinta Laura yang heboh, banyak warga negara Indonesia yang meniru dengan selipan canda ala Inggris seperti artis tersebut. Selain bahasa Inggris kini banyak juga penggunaan bahasa Korea di kalangan anak muda pecinta K-POP dan Drama Korea.

Girl Band Korea (Source: www.kabarmaya.co.id)

Kini arti kalimat “berbahasa satu, bahasa Indonesia tampaknya tidak begitu penting lagi, masyarakat terlihat tidak menghargai bahasanya sendiri, ini merupakan tanda dari menurunnya sikap nasionalisme bangsa.

Kalian masuk bahasa asing mana ala Inggris atau pecinta K-POP????

Ingat!!!

Utamakan bahasa Indonesia. Kuasai bahasa asing. Lestarikan bahasa daerah

Well (contoh selipan penggunaan bahasa asing) bagaimana menurut kalian????

The following two tabs change content below.

Arik Sinthia

Tentor Bahasa Indonesia di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Arik Sinthia (see all)

One Reply to “Bahasa Asing dalam Pergaulan, Kurangnya Rasa Nasionalisme”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.