<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kesehatan &#8211; KLC</title>
	<atom:link href="https://krishnalearningcenter.com/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://krishnalearningcenter.com</link>
	<description>Bimbingan Belajar Menuju Gerbang Mapan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Mar 2019 10:57:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.13</generator>

<image>
	<url>https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2017/02/cropped-klc-favicon-512-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kesehatan &#8211; KLC</title>
	<link>https://krishnalearningcenter.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123411097</site>	<item>
		<title>Kebiasaan Buruk Penyebab Senyum Buruk: Kerapihan susunan gigi</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/kebiasaan-buruk-penyebab-senyum-buruk/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/kebiasaan-buruk-penyebab-senyum-buruk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Abigail Larasati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Mar 2019 08:40:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[bad oral habbit]]></category>
		<category><![CDATA[gigi]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan buruk]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[susunan gigi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=2174</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kerapihan susunan gigi geligi tentu menjadi dambaan semua orang. Selain sangat berpengaruh terhadap penampilan kerapihan gigi geligi juga mempunyai pengaruh besar terhadap fungsi mastikasi dan fonetik. Tak heran, kebutuhan perawatan kawat gigi atau yang dikenal juga dengan nama ‘ behel’ semakin tinggi di masyarakat. Kerapihan dari susunan gigi geligi utamanya dipengaruhi oleh faktor genetik namun &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/kebiasaan-buruk-penyebab-senyum-buruk/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "Kebiasaan Buruk Penyebab Senyum Buruk: Kerapihan susunan gigi"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/kebiasaan-buruk-penyebab-senyum-buruk/">Kebiasaan Buruk Penyebab Senyum Buruk: Kerapihan susunan gigi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kerapihan susunan gigi geligi tentu menjadi dambaan semua orang. Selain sangat berpengaruh terhadap penampilan kerapihan gigi geligi juga mempunyai pengaruh besar terhadap fungsi mastikasi dan fonetik. Tak heran, kebutuhan perawatan kawat gigi atau yang dikenal juga dengan nama ‘ behel’ semakin tinggi di masyarakat. Kerapihan dari susunan gigi geligi utamanya dipengaruhi oleh faktor genetik namun selain dari pada itu salah satu penyebab ketidakrapihan gigi geligi yang sering kali tidak diketahui orang awam adalah kebiasaan buruk.</p>



<span id="more-2174"></span>



<blockquote class="wp-block-quote"><p> Karena yang Terlihat ‘Sepele’  Akibatnya Tidak Sepele </p></blockquote>



<p>Terlihat sepele tapi sesungguhnya mempunyai efek jangka panjang terhadap kerapihan susunan gigi geligi sehingga menghentikan kebiasaan tersebut sejak dini dapat mencegah terjadinya ketidakharmonisan hubungan dan susunan gigi geligi atau yang dalam istilah kedokteran gigi disebut maloklusi.</p>



<p>Nah, jadi apa saja kebiasaan buruk itu?
Yuk kita bahas satu-satu!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa
sih maksudnya kebiasaan buruk itu?</strong></h2>



<p>Kebiasaan buruk
yang dimaksud adalah <em>bad oral habbit</em>
yakni kebiasaan-kebiasaan yang menimbulkan tekanan pada gigi geligi sehingga
secara perlahan dapat menggerakkan gigi ke luar lengkungnya. Abnormalitas
tertentu dari lidah dan perilaku bibir dapat menyebabkan abnormalitas dari
susunan gigi geligi. Maloklusi yang terjadi akibat <em>“ bad oral habit</em>” tergantung pada frekuensi, intensitas, dan durasi
kebiasaan tersebut dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jadi,
apa saja kebiasaan buruk itu?</strong> <strong></strong></h2>



<p>Sepele tapi tidak sepele kebiasaan buruk
ini umum sekali kita lihat, terlihat sepele tapi punya efek buruk untuk jangka
panjang.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Menghisap Ibu Jari atau jari lainnya</h3>



<p>Aktivitas
menghisap jari dan ibu jari atau yang juga sering disebut kebiasaan ‘ngempot’
ini adalah
sebuah kebiasaan dimana anak menempatkan jari atau ibu jarinya di belakang
gigi, kontak dengan bagian atas mulut, mengisap dengan bibir, dan gigi tertutup
rapat. <strong>Aktivitas mengisap jari
dan ibu jari sangat berkaitan dengan otot-otot sekitar rongga mulut.</strong>Kebiasaan &nbsp;Ini sering
ditemukan pada anak – anak usia muda dan bisa dianggap normal pada masa bayi
dan akan menjadi tidak normal jika berlanjut sampai masa akhir anak – anak. </p>



<p>Ciri khas maloklusi yang terjadi akibat kebiasaan buruk ini adalah gigi depan rahang atas akan terlihat maju (protrusi) sementara gigi depan rahang bawah akan terlihat lebih mundur atau terlihat berdesakan. Hal lain yang juga dapat terlihat adalah adanya renggang pada gigi seri rahang atas dan terdapat gigitan terbuka, sehingga dari depan gigi depan rahang atas tidak berkontak sempurna dengan gigi depan rahang bawah.</p>



<figure class="wp-block-image"><img data-attachment-id="2176" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/kebiasaan-buruk-penyebab-senyum-buruk/1-5/" data-orig-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/1.jpg?fit=784%2C582&amp;ssl=1" data-orig-size="784,582" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="1" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/1.jpg?fit=300%2C223&amp;ssl=1" data-large-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/1.jpg?fit=525%2C390&amp;ssl=1" decoding="async" width="525" height="390" src="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/1.jpg?resize=525%2C390&#038;ssl=1" alt="kebiasaan buruk" class="wp-image-2176" srcset="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/1.jpg?w=784&amp;ssl=1 784w, https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/1.jpg?resize=300%2C223&amp;ssl=1 300w, https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/1.jpg?resize=768%2C570&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" data-recalc-dims="1" /><figcaption>Gambaran Klinis Maloklusi akibat Menghisap Jari (<strong>Sumber :</strong> <em>https://www.identalhub.com/blog/28/examination-of-thumb-sucking-patient</em>)</figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Menggigit kuku atau bibir bawah</strong></h3>



<p>Nah, kebiasaan ini pasti KLC reader semua gak asing banget ya lihatnya. Setidaknya satu dari sekian teman, saudara, atau keluarga yang reader punya kebiasaan ini. Benar kan???</p>



<p>Kebiasaan ini umumnya dihubungkan dengan
tingkat kecemasan yang tinggi, namun selain terkait dengan masalah psikologis,
dilakukan dalam jangka panjang mempunyai efek yang buruk terhadap susunan gigi
geligi.</p>



<p>Kebiasaan yang sering dilakukan pada anak
usia 4-6 tahun ini, dapat merubah kedudukan gigi depan atas ke arah depan,
sedang gigi depan bawah ke arah dalam. </p>



<figure class="wp-block-image"><img data-attachment-id="2177" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/kebiasaan-buruk-penyebab-senyum-buruk/screenshot_61-2/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/Screenshot_61.jpg?fit=481%2C163&amp;ssl=1" data-orig-size="481,163" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_61" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/Screenshot_61.jpg?fit=300%2C102&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/Screenshot_61.jpg?fit=481%2C163&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="481" height="163" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/Screenshot_61.jpg?resize=481%2C163&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2177" srcset="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/Screenshot_61.jpg?w=481&amp;ssl=1 481w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/Screenshot_61.jpg?resize=300%2C102&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 481px) 100vw, 481px" data-recalc-dims="1" /><figcaption>Gambaran Klinis Maloklusi akibat Menggigigit bibir  (<strong>Sumber: </strong><em>Palmer, B. The importance of breastfeeding as it relates to the total health section B Missouri J. 2002</em> )</figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading">3. Benapas Melalui Mulut</h3>



<p>Readers pernah memperhatikan gak anak-anak yang kalau dalam kondisi diam pun mulut selalu terlihat terbuka? Nah, kemungkinan anak tersebut bernapas melalui mulut.</p>



<p>Anak yang bernapas melalui mulut biasanya berwajah panjang dan sempit, gigi depan atas maju ke arah bibir, serta bibir terbuka dengan bibir bawah yang terletak di belakang gigi seri atas. Hal ini disebabkan oleh karena kurangnya stimulasi muskular normal dari lidah serta adanya tekanan berlebih pada gigi taring dan daerah gigi geraham oleh otot <em>orbicularis oris</em> dan<em> buccinators</em>. &nbsp;Akibatnya maka segmen bukal (bagian yang mengadap pipi) dari rahang atas berkontraksi dan membuat rahang atas berbentuk seperti huruf V dan palatal (langit-langit mulut) tinggi. </p>



<figure class="wp-block-image"><img data-attachment-id="2178" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/kebiasaan-buruk-penyebab-senyum-buruk/3-5/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/3.jpg?fit=500%2C294&amp;ssl=1" data-orig-size="500,294" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="3" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/3.jpg?fit=300%2C176&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/3.jpg?fit=500%2C294&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="500" height="294" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/3.jpg?resize=500%2C294&#038;ssl=1" alt="kebiasaan buruk" class="wp-image-2178" srcset="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/3.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/3.jpg?resize=300%2C176&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /><figcaption>Gambar Tampak Wajah Anak dengan Kebiasaan Bernapas dengan Mulut (<strong>Sumber :</strong> <em>Filho SG et al, 2010</em>)</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image"><img data-attachment-id="2179" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/kebiasaan-buruk-penyebab-senyum-buruk/4-4/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/4.jpg?fit=249%2C202&amp;ssl=1" data-orig-size="249,202" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="4" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/4.jpg?fit=249%2C202&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/4.jpg?fit=249%2C202&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="249" height="202" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2019/03/4.jpg?resize=249%2C202&#038;ssl=1" alt="kebiasaan buruk" class="wp-image-2179" data-recalc-dims="1"/><figcaption> <br>Gambar Tampak Palatal Rahang Atas pada Pasien dengan Kebiasaan Bernapas dengan Mulut (<strong>Sumber</strong> :<em> www.klinikjoydental.com</em>)</figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lalu, Apa yang bisa dilakukan untuk&nbsp;
menangani kebiasaan ini?</strong></h2>



<p>Tentu sudah jelas, kebiasaa buruk
ini harus dihentikan sedini mungkin.</p>



<p>Peran orang
tua tentunya memegan peran dominan terkait kebiasaan buruk ini yang dimana
orang tua sebaiknya menjadi pengawas dan mengedukasi anak terkait kebiasaan
buruk yang dimilikinya.</p>



<p>Terkait
dengan kebiasaan menghisap ibu jari, cara yang dapat dicoba adalah selain terus
menasehati anak adalah dengan :</p>



<ul><li>Ibu jari atau jari diolesi bahan
yang tidak enak (pahit).</li><li>Ibu jari diberi satu atau dua
plester anti&nbsp; air.</li><li>Pembalut elastis.</li><li>Sarung tangan</li></ul>



<p>Nah, kalau mengggit bibir atau kuku ini yang butuh perhatian ekstra, seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, kebiasaan ini juga mempuyai kaitan terhadap masalah psikologis yaitu tingkat kecemasan yang tinggi. Pendampingan orang tua terhadap anak menjadi sangat penting untuk mencari tahu alasan sesungguhnya dari kecemasan anak, bisa jadi adanya <em>bullying</em> atau ketidaknyamanan tertentu yang dipendam oleh anak. Konseling dengan psikolog juga dapat menjadi alternative agar pendampingan terhadap anak dapat dilakukan dengan profesional.</p>



<p>Untuk bernapas dengan mulut,
kemungkinan penyebab adalah adanya masalah pada saluran pernapasan sehingga
pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui adanya kelainan penting untuk dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kajian Penulis</strong></h2>



<p>Tulisanku kali ini berangkat dari pengalamanku menjalani koas kedokteran gigi. Menangani pasien anak, aku tersadar bawa banyak anak yang dibiarkan melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu karena dianggap tidak mengganggu dan tidak menimbulkan sakit ke anak. Salah satu hal yang paling aku sering dengar dari orang tua ketika sedang menangani pasien anak adalah: ‘Bukannya tidak apa-apa? Kan masih gigi susu, nanti juga copot baru ganti yang permanen’.  Selama anak tidak rewel atau tidak sakit berarti tidak masalah. Miskonsepsi dari orang tua inilah yang membuat masalah anak tidak tertangani baik sejak dini. </p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>Ingat ya, tidak sakit belum tentu tidak ada penyakit.</p></blockquote>



<p>Selain karena faktor genetik, kebiasaan buruk yang dilakukan anak dapat membuat pertumbuhan gigi anak kelak menjadi tidak harmonis, entah terlalu maju, renggang-renggan, dll. Saat anak-anak mungkin tidak terlalu berasa namun memasuki masa remaja, tentu mulai menjadi masalah karena anak akan mulai semakin memikirkan penampilan. Anak mungkin menjadi minder karena diledek temannya ataupun yang merasa rendah diri sendiri karena menganggap penampilannya kurang dibanding temannya yang lain. </p>



<p>Perawatan kawat gigi atau yang
dikenal juga dengan nama ‘behel’ dapat menjadi pilihan namun perawatan tersebut
pun juga tergolong mahal dan lama dan yang terutama penting untuk dipahami adalah
perawatan tersebut memiliki keterbatasan hasil yang dapat dicapai karena faktor
anatomis gigi maupun rahang itu sendiri. Kasus yang berat bahkan memerlukan
tindak operasi untuk dapat menormalkan lengkung gigi. Melakukan perawatan di
tempat ‘abal-abal’ tinggi resiko menyebabkan bertambah parahnya maloklusi yang
terjadi dan semakin sulit ditangani.</p>



<p>Untuk itu tingkatkanlah perhatian sehingga tindak pencegahan mungkin dilakukan sejak dini dan jadikanlah senyum indah milik kita semua.</p>



<p>Semoga arikel ini bermanfaat ya
readers !</p>



<p style="text-align:right">Salam saya,</p>



<p style="text-align:right">Abi</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></h2>



<p>Bernafas Lewat Mulut Sebabkan Gigi Jadi Berantakan?. 2019. Diakses dari : <a href="https://klinikjoydental.com/bernafas-lewat-mulut-sebabkan-gigi-jadi-berantakan/">https://klinikjoydental.com/bernafas-lewat-mulut-sebabkan-gigi-jadi-berantakan/</a>. 28 Februari 2019.</p>



<p>Clinical Affairs. <strong>“Policy on Oral Habits”</strong>. American Academy of Pediatric Dentistry: 2000.</p>



<p>Examination Of Thumb Sucking Patient. Diakses dari : <strong><a href="https://www.identalhub.com/blog/28/examination-of-thumb-sucking-patient">https://www.identalhub.com/blog/28/examination-of-thumb-sucking-patient</a>. </strong>28 Februari&nbsp; 2019.</p>



<p>McDonald, Avery, Dean. 1988. <strong>“Dentistry For The Child And Adolescent”</strong> Eighth Edition. C.V. Mosby Company: Washington </p>



<p>Silva OG Filho, Cardoso GCPB, Cardoso M, Capelozza L Filho. 2010. Dental Press J Orthod 15(4):35.e1-12</p>



<p>Penatalksanaan Kebiasaan Buruk. Skripsi. Diunduh dari : <a href="http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/1107/SKRIPSI.docx">http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/1107/SKRIPSI.docx</a>. 28 Februari 2019.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/kebiasaan-buruk-penyebab-senyum-buruk/">Kebiasaan Buruk Penyebab Senyum Buruk: Kerapihan susunan gigi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/kebiasaan-buruk-penyebab-senyum-buruk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2174</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selulit VS Stretch Mark (Problem Zaman Now)</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/selulit-vs-stretch-mark-zaman-now/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/selulit-vs-stretch-mark-zaman-now/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Yuniari]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2018 09:59:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengatasi]]></category>
		<category><![CDATA[gendut]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lemak]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[selulit]]></category>
		<category><![CDATA[stretch mark]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=1209</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk setiap kaum wanita pastinya mengidamkan memiliki kulit putih, mulus, nan bersih. Namun belakangan banyak remaja mengalami masalah kulit yang dianggap sebagai salah satu momok sehingga membuat rasa percaya diri berkurang, akibat adanya garis-garis  halus di sekitar kulit. Eits, yang mengalaminya tidak hanya para wanita saja, priapun bisa mengalami hal yang sama juga lhoo. Garis-garis &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/selulit-vs-stretch-mark-zaman-now/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "Selulit VS Stretch Mark (Problem Zaman Now)"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/selulit-vs-stretch-mark-zaman-now/">Selulit VS Stretch Mark (Problem Zaman Now)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk setiap kaum wanita pastinya mengidamkan memiliki kulit putih, mulus, nan bersih. Namun belakangan banyak remaja mengalami masalah kulit yang dianggap sebagai salah satu momok sehingga membuat rasa percaya diri berkurang, akibat adanya garis-garis  halus di sekitar kulit. Eits, yang mengalaminya tidak hanya para wanita saja, priapun bisa mengalami hal yang sama juga lhoo. Garis-garis halus yang ada di sekitar paha,  bokong, perut, payudara, lengan atau di daerah lainnya sering kita sebut dengan <em>selulit</em> dan ada juga beberapa menyebutnya dengan <em>stretch mark</em>.</p>
<p><span id="more-1209"></span></p>
<p>Di masyarakat istilah selulit dan stretch mark sering dianggap sebagai masalah kulit yang sama. Padahal sebenarnya selulit dan stretch mark merupakan masalah kulit yang berbeda. Untuk selengkapnya silahkan disimak penjelasan berikut.</p>
<h2>Perbedaaan selulit dan stretch mark</h2>
<h3>Selulit</h3>
<p>Selulit merupakan kelainan metabolis jaringan subkutan (lapisan pada kulit) akibat dari penambahan jumlah sel lemak. Selulit ditandai dengan permukaan kulit yang terlihat tidak rata seperti bergelombang hingga terbentuk nodul-nodul.</p>
<p><figure id="attachment_1210" aria-describedby="caption-attachment-1210" style="width: 275px" class="wp-caption alignnone"><img data-attachment-id="1210" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/selulit-vs-stretch-mark-zaman-now/aaa/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/03/aaa.jpg?fit=275%2C183&amp;ssl=1" data-orig-size="275,183" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="aaa" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/03/aaa.jpg?fit=275%2C183&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/03/aaa.jpg?fit=275%2C183&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-1210 size-full" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/03/aaa.jpg?resize=275%2C183&#038;ssl=1" alt="selulit" width="275" height="183" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-1210" class="wp-caption-text">selulit</figcaption></figure></p>
<p>Sehingga tampak seperti kulit jeruk atau kasur. Yang dapat diakibatkan oleh diet yang salah, metabolisme tubuh yang kurang baik, jumlah  lemak tubuh yang meningkat dan dehidrasi.</p>
<h3><strong>Stretch mark </strong></h3>
<p>Biasanya juga dikenal dengan istilah <em>Striae distensae</em> merupakan atrofi  kulit yang diakibatkan oleh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gurat_peregangan">peregangan kulit yang berlebihan</a>. Dalam beberapa kasus diyatakan bahwa pada masa remaja lebih rentan terkena masalah kulit ini karena saat usia tersebut terjadi peningkatan ukuran di beberapa bagian tubuh. Selain itu stretch mark juga dapat diakibatkan oleh obesitas, peningkatan berat badan yang cepat dan penurunan berat badan yang cepat.</p>
<p><figure id="attachment_1211" aria-describedby="caption-attachment-1211" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img data-attachment-id="1211" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/selulit-vs-stretch-mark-zaman-now/aaab/" data-orig-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/03/aaab.jpg?fit=650%2C444&amp;ssl=1" data-orig-size="650,444" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="aaab" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/03/aaab.jpg?fit=300%2C205&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/03/aaab.jpg?fit=525%2C359&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-1211 size-medium" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/03/aaab.jpg?resize=300%2C205&#038;ssl=1" alt="" width="300" height="205" srcset="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/03/aaab.jpg?resize=300%2C205&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/03/aaab.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-1211" class="wp-caption-text">Stretch Mark</figcaption></figure></p>
<h2>Penyebab dan cara mengatasinya</h2>
<p>Untuk informasi tambahan umumnya masalah selulit maupun <em>stretch mark</em> yang dialami remaja dikarenakan kurangnya mengkonsumsi buah dan sayuran, karena kita lebih menyukai makanan siap saji yang kandungan lemaknya lebih tinggi sehingga tubuh kelebihan lemak dan keelastisan kulit menjadi  berkurang.</p>
<p>Salah satu alternative yang dapat dilakukan sehingga terhindar dari masalah kulit ini yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga berat badan tetap ideal,  untuk tipsnya silahkan buka artikel yang telah di share sebelumnya <a href="https://krishnalearningcenter.com/menurunkan-berat-badan-jangan-diet-tips/">“Menurunkan berat  badan? Jangan diet, itu berat. Kamu ngga akan kuat, biar aku kasi tau saja tipsnya!”</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/selulit-vs-stretch-mark-zaman-now/">Selulit VS Stretch Mark (Problem Zaman Now)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/selulit-vs-stretch-mark-zaman-now/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1209</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Doyan “Nyabé” ? Tak Selamanya “Cabé” itu Indah</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/doyan-nyabe-tak-selamanya-cabe-itu-indah/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/doyan-nyabe-tak-selamanya-cabe-itu-indah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Januariawan I Wayan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Apr 2017 05:50:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[biologi]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=548</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mendengar kata cabé, hal yang terbayang dalam pikiran adalah pedas, panas atau hot,  manantang, pokoknya dashyat cabé itu. Apa sih cabé itu? Nah, sebenarnya cabé sama dengan cabai, namun yang membedakan hanya bentuk penulisannya. Cabé adalah bentuk penulisan yang tidak baku. Sedangkan cabai adalah bentuk penulisan bakunya (penulisan yang sesuai kaidah bahasa Indonesia). Menurut Kamus Besar &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/doyan-nyabe-tak-selamanya-cabe-itu-indah/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "Doyan “Nyabé” ? Tak Selamanya “Cabé” itu Indah"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/doyan-nyabe-tak-selamanya-cabe-itu-indah/">Doyan “Nyabé” ? Tak Selamanya “Cabé” itu Indah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mendengar kata <em>cabé</em>, hal yang terbayang dalam pikiran adalah pedas, panas atau <em>hot</em>,  manantang, pokoknya dashyat <em>cabé</em> itu. Apa sih <em>cabé</em> itu? Nah, sebenarnya <em>cabé</em> sama dengan cabai, namun yang membedakan hanya bentuk penulisannya. <em>Cabé </em>adalah bentuk penulisan yang tidak baku. Sedangkan cabai adalah bentuk penulisan bakunya (penulisan yang sesuai kaidah bahasa Indonesia). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesa kata cabai berarti buah cabai atau tanaman perdu yang memiliki buah panjang, meruncing, dan memiliki rasa pedas. Terus kok bisa muncul fenomena cabe-cabean? Itulah hebatnya orang Indonesia mampu mengkaitkan makna dari sebuah kata dengan fenomena kelakuan atau aktivitas seseorang. Tapi untuk kali ini penulis tidak akan membahas mengenai <em>cabe-cabean loh</em>, tapi penulis akan membahas mengenai baik dan buruknya doyan <em>nyabe</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-548"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Doyan <em>nyabé</em>? Nah <em>loh</em> maksudnya apa? Doyan <em>nyabé</em> disini diartikan sebagai orang-orang yang suka (doyan) memakan cabai. Sudah jelas kan? Jadi penulis ingin mengkupas sisi baik dan buruk dari mengkonsumsi cabai secara berlebihan yang dijelaskan secara ilmiah, sehingga diharapkan mampu memberikan wawasan dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. [mau info ilmiah lain silahkan <a href="https://krishnalearningcenter.com/racun-cetik-disekitar-kita/"><span style="color: #339966;"><strong>baca cetik bukan sihir</strong></span></a>].</p>
<h2><strong>Kenapa Orang Doyan <em>Nyabé</em>?</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Cabai merupakan bahan penambah cita rasa dalam makanan. Kadangkala sebuah makanan tanpa cabai rasanya kurang mantap. Cabai mampu memnghasilkan rasa pedas yang mana rasa pedas ini berasal dari zat <em>capsaicin </em>(zat yang menghasilkan rasa menyengat-nyengat pada lidah) pada cabai. Rasa pedas pada cabai dapat meningkatkan selera makan, percaya? Tidakkah pernah merasakan ketika kita makan nasi dengan lauk yang pedas, makan kita akan menjadi lahap dan akan meningkatkan porsi makan. Itu yang sering dirasakan, kalau kalian gimana? Kesukaan makan cabai mungkin berkorelasi dengan maanfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi cabai itu sendiri.</p>
<h2><strong>Apa Sih Manfaat Makan Cabai?</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Cabai mengandung banyak senyawa kimia yang memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan (hal serupa juga diungkapkan dalam <span style="color: #339966;"><strong><a style="color: #339966;" href="http://www.manfaatcantiksehat.com/2016/09/manfaat-dan-bahaya-cabai-untuk-kesehatan.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">citra indah</a></strong></span>), beberapa manfaat cabai bagi kesehatan diantaranya:</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Meningkatkan sistem kekebalan tubuh</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Warna merah pada cabai bukan hanya semata-mata warna merah yang tidak memiliki arti ataupun semata-mata agar cabai itu menarik, tetapi warna merah pada cabai menandakan bahwa terdapat kandungan beta-karotin dan pro vitamin A. Vitamin A dalam cabai dapat berfungsi sebagai pertahanan tubuh yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, cabai juga mengandung vitamin C yang banyak, yang mana hanya dengan dua sendok teh cabai merah bisa memberikan sekitar 6% dari nilai harian untuk vitamin C. Vitamin C dalam tubuh berfungsi sebagai antioksidan.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Menurunkan berat badan</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><span style="color: #000000;">Ka</span></span>ndungan <em>capsaicin</em> dan <em>dihydrocapsiate</em> pada cabai bisa membantu meningkatkan pengeluaran energi selama beberapa jam setelah mengkonsumsi cabai. Disamping itu, mengkonsumsi cabai dapat membantu untuk memberi rasa kenyang yang lama, sehingga mengurangi asupan kalori pada tubuh. Buat wanita yang mau kurus, boleh dicoba <em>nih</em>.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Membantu sistem pencernaan</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><span style="color: #000000;">C</span></span>abai dapat membantu melancarkan proses pencernaan karena dapat meningkatkan produksi enzim dan asam lambung.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Membantu produksi air liur</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Cabai dapat memberikan stimulan untuk membantu produksi air liur. Air liur merupakan bagian yang penting penting dalam sistem pencernaan yang baik serta menjaga kesehatan mulut secara optimal.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Melancarkan sistem pernapasan</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Kandungan <em>capsaicin</em> tidak cuma mengurangi rasa sakit, namun juga bisa merangsang sekresi yang membantu membersihkan lendir pada hidung serta mengatasi sesak pada paru-paru.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Mencegah kanker prostat</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><em>Capsaicin </em>pada cabai berperan dalam menghentikan penyebaran sel-sel kanker prostat melalui berbagai mekanisme. Kandungan <em>capsaicin</em> mampu membunuh sel kanker prostat serta merangsang pertumbuhan pada hormon laki-laki agar tidak terpengaruh.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu banyak manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi cabai, tapi kenapa tidak boleh mengkonsumsi berlebih? Dibalik banyaknya manfaat cabai terhadap kesehatan, ternyata cabai juga memiliki beberapa disisi negatifnya atau sisi yang bahaya.</p>
<h2><strong>Jadi Apa Bahaya Mengkonsumsi Cabai? </strong></h2>
<p>Berikut beberapa bahaya mengkonsumsi cabai</p>
<h3><span style="color: #339966;"><strong>Asam lambung meningkat</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Mengkonsumsi cabai terlalu banyak dapat mengakibatkan dinding lambung mengalami cereda atau iritasi yang memicu memicu meningkatnya asam lambung secara cepat sehingga menimbulkan jaringan perut terasa sangat nyeri yang datang timbul tenggelam.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Maag akut /Diare</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Efek panas yang ditimbulkan oleh cabai dapat menyebabkan lambung menjadi terluka, terkikis, berlubang dan peradangan secara bertahap yang selanjutnya akan menyebabkan munculnya rasa mual, nyeri, melilit, perut kembung dan berpotensi mengakibatkan diare.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Sakit kepala</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Zat alkaloid dan senyawa <em>capsaicin </em>dapat menyebabkan tersendatnya aliran darah dan pembuluh menuju kepala, hal tersebut mengakibatkan munculnya sakit kepala, rasa pegal dan nyeri seperti ada yang menekan dibagian belakang leher. Salah satu bahaya cabai yang terbukti paling sering menyerang kaum wanita adalah sakit kepala jenis migrain.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Gangguan rongga mulut</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Memakan cabai secara berlebihan dapat memunculkan bahaya yaitu merusak mukosa pada bagian rongga mulut termasuk bibir, langit-langit mulut, gusi membengkak yang berakibat dapat memicu munculnya sariawan atau luka nyeri yang mengakibatkan seseorang menjadi tidak nafsu makan.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Gangguan pada hati dan usus besar</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Zat <em>aflatoksin</em> pada cabai dapat merusak dinding hati dan usus besar, apabila dikonsumsi secara berlebihan. Efek panas pada saat mengkonsumsi cabai bersifat menggerus yang dapat mudah menembus dinding hati dan usus besar sehingga menyebabkan seseorang terserang kesulitan buang air besar.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Gangguan ulu hati</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Efek panas dari zat <em>capsaicin</em> berkumpul dan masuk pada jaringan ulu hati menyebabkan ulu hati akan terasa tidak nyaman dalam waktu yang cukup lama. Selain menyebabkan iritasi pada ulu hati, cabai juga dapat menyebabkan perut kembung lebih lama yang munculnya justru berbarengan dengan sakitnya ulu hati.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Kanker hati, Lambung dan usus</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Apabila organ hati, lambung dan usus secara terus menerus mendapat serangan efek panas dari senyawa <em>capsaicin</em> pada cabai dapat menyebabkan perubahan sel-sel menjadi tidak normal (<em>abnormal</em>) yang lama kelamaan memicu tumbuhnya sel baru yang mengandung kanker.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Gangguan rahim</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Pada wanita, efek panas pada cabai yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada dinding rahim, Merusak saluran telur dan menggagalkan pembuahan sperma terhadap sel telur yang seharusnya sudah siap untuk dibuahi dengan normal.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Mengganggu siklus haid</strong></span></h3>
<p style="text-align: justify;">Wanita yang sedang menstruasi sebaiknya hindari atau mengurangi asupan cabai. Karena efek panas pada cabai dapat menyebabkan siklus haid tidak lancar. Selain itu perut sangat nyeri dan terasa melilit yang terjadi karena rahim mengalami iritasi dan peradangan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan efek kombinasi berupa nyeri ulu hati dan perut dalam waktu yang cukup lama.</p>
<p>[Baca selengkapnya: <strong><span style="color: #339966;"><a style="color: #339966;" href="http://halosehat.com/makanan/makanan-berbahaya/bahaya-cabai" target="_blank" rel="noopener noreferrer">15 bahaya cabai</a></span></strong>]</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah ulasan mengenai manfaat dan bahaya <em>nyabé </em>(mengkonsumsi cabai). Setiap makanan yang enak pasti memiliki sisi baik dan buruknya, jadi tergantung pemahaman kita terhadap pola makan kita. Sesuatu yang berlebihan itu pasti tidak baik, makan nasi pun kalau berlebihan tidak akan baik diantaranya dapat menyebabkan obesitas. Yuli Pritania berkata</p>
<blockquote><p>Jangan bahagia terlalu berlebihan. Takaran yang pas jauh lebih baik, kau tahu? Karena yang terlalu banyak itu bisa membuatmu mabuk dan lupa, sedangkan yang terlalu sedikit membuatmu merasa kurang dan terus teringat, pada apa saja yang belum kau dapatkan</p></blockquote>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/doyan-nyabe-tak-selamanya-cabe-itu-indah/">Doyan “Nyabé” ? Tak Selamanya “Cabé” itu Indah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/doyan-nyabe-tak-selamanya-cabe-itu-indah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">548</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 40/126 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: krishnalearningcenter.com @ 2026-10-07 00:04:43 by W3 Total Cache
-->