<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kima &#8211; KLC</title>
	<atom:link href="https://krishnalearningcenter.com/tag/kima/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://krishnalearningcenter.com</link>
	<description>Bimbingan Belajar Menuju Gerbang Mapan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Jul 2020 00:33:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.13</generator>

<image>
	<url>https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2017/02/cropped-klc-favicon-512-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kima &#8211; KLC</title>
	<link>https://krishnalearningcenter.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123411097</site>	<item>
		<title>LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT. Simak penjelasannya!</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komang Ariani]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2020 00:33:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[elektrolit]]></category>
		<category><![CDATA[kima]]></category>
		<category><![CDATA[larutan]]></category>
		<category><![CDATA[Nonelekrolit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=3423</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkan kalian mengalami diare? Penyakit ini dapat menyebar melalui kontaminasi air dan makanan, tangan yang kotor, atau kotoran manusia yang tersentuh. Biasanya penderita diare dianjurkan untuk mengkonsumsi oralit. Oralit dapat dibuat secara sederhana dengan mencampurkan garam, gula, dan air sesuai takarannya. Mengapa mengkonsumsi oralit? &#8211; Larutan elektrolit Ketika seseorang mengalami diare, cairan elektrolit dalam tubuh &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT. Simak penjelasannya!"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit/">LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT. Simak penjelasannya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pernahkan kalian mengalami diare? Penyakit ini dapat menyebar melalui kontaminasi air dan makanan, tangan yang kotor, atau kotoran manusia yang tersentuh. Biasanya penderita diare dianjurkan untuk mengkonsumsi oralit. Oralit dapat dibuat secara sederhana dengan mencampurkan garam, gula, dan air sesuai takarannya. Mengapa mengkonsumsi oralit? &#8211; Larutan elektrolit</p>



<span id="more-3423"></span>



<p>Ketika seseorang mengalami diare, cairan elektrolit dalam tubuh akan keluar secara berlebihan. Akibatnya, penderita akan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Nah, larutan oralit ini berfungsi untuk menggantikan cairan elektrolit yang hilang. Cairan elektrolit adalah mineral bermuatan listrik yang ada pada tubuh manusia. Sementara, oralit menghasilkan ion yang diperlukan, antara lain ion natrium, klorin, dan karbohidratnya (gula) dapat memberi energi tambahan bagi penderita diare. Aplikasi dari<mark class="annotation-text annotation-text-yoast" id="annotation-text-5c485103-229c-4290-b9db-adea83a2a6e5"></mark> oralit ini erat kaitannya dengan pokok bahasan kali ini mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="3425" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit/alex-kondratiev-h9t723ypjyi-unsplash-1/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/07/alex-kondratiev-H9t723yPjYI-unsplash-1-e1594913895390.jpg?fit=1300%2C865&amp;ssl=1" data-orig-size="1300,865" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="alex-kondratiev-H9t723yPjYI-unsplash-1" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/07/alex-kondratiev-H9t723yPjYI-unsplash-1-e1594913895390.jpg?fit=300%2C200&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/07/alex-kondratiev-H9t723yPjYI-unsplash-1-e1594913895390.jpg?fit=525%2C350&amp;ssl=1" decoding="async" width="525" height="350" src="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/07/alex-kondratiev-H9t723yPjYI-unsplash-1.jpg?resize=525%2C350&#038;ssl=1" alt="Larutan elektrolit" class="wp-image-3425" data-recalc-dims="1"/></figure>



<p>Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dibedakan menjadi dua yaitu <mark class="annotation-text annotation-text-yoast" id="annotation-text-27c54911-42e1-4c0f-9bdf-2ee903aa9b59"></mark>larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Larutan Elektrolit</h2>



<p>Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.&nbsp; Hal ini disebabkan karena larutan elektrolit menghasilkan ion positif dan negatif yang bergerak bebas dalam larutannya. Ion-ion inilah yang nantinya dapat &nbsp;menghantarkan arus listrik. Semakin banyak ion yang dihasilkan semakin baik pula larutan tersebut menghantarkan listrik. Larutan elektrolit dapat berupa larutan asam, basa, dan garam. Jika dalam air larutan asam akan menghasilkan ion H<sup>+</sup> dan larutan basa akan menghasilkan ion OH<sup>&#8211;</sup>. Sementara larutan garam merupakan larutan yang tersusun dari ion logam dan ion sisa asam. </p>



<p>Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan elektrolit dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.</p>



<p><strong>a. Larutan elektrolit kuat,</strong> yaitu larutan yang daya hantar listriknya kuat. Adapun ciri-cirinya, antara lain:</p>



<p>-Terionisasi/terurai sempurna (nilai derajat ionisasi (α) = 1).</p>



<p>-Dalam percobaan menghasilkan gelembung gas banyak dan nyala lampu terang.</p>



<p>-Contohnya: asam kuat (HCl, HBr, HI, H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>, HNO<sub>3</sub>, HClO<sub>3</sub>, HClO<sub>4</sub>), basa kuat (LiOH,NaOH, KOH, RbOH, CsOH, Ca(OH)<sub>2</sub>, Sr(OH)<sub>2</sub>, Ba(OH)<sub>2</sub>), dan garam (NaCl, CaSO<sub>4</sub>, KNO<sub>3</sub>, CH<sub>3</sub>COONa, KCl, dll). </p>



<p><strong>b. Larutan elektrolit lemah, </strong>yaitu larutan yang daya hantar listriknya lemah. Adapun ciri-cirinya, antara lain:</p>



<p>-Terionisasi /terurai sebagian/parsial (nilai derajat ionisasi, 0&lt; α &lt;1).</p>



<p>-Dalam percobaan menghasilkan gelembung gas sedikit dan nyala lampu redup/mati.</p>



<p>-Contohnya: selain senyawa (asam, basa, dan garam) kuat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Larutan Nonelektrolit</h3>



<p>Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hal ini dikarenakan zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral (tidak terurai menjadi ion-ion) yang tidak bermuatan listrik. Dalam percobaan, larutan tidak menghasilkan gelembung gas dan lampunya padam. Contohnya yaitu golongan gula (sukrosa, glukosa, laktosa, maltosa, dan fruktosa), urea(CO(NH<sub>2</sub>)2, dan golongan alkohol (metanol (CH<sub>3</sub>OH), etanol (C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>OH), dan etilen glikol (C<sub>2</sub>H<sub>4</sub>(OH)<sub>2</sub>).</p>



<p>Demikian penjelasan mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit. Yuk baca juga <a href="https://krishnalearningcenter.com/?s=Kimia">artikel menarik tentang kimia lainnya</a>.</p>



<p class="has-text-align-right">Editor : -NR-</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit/">LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT. Simak penjelasannya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3423</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/64 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: krishnalearningcenter.com @ 2026-10-06 23:34:23 by W3 Total Cache
-->