<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>kimia &#8211; KLC</title>
	<atom:link href="https://krishnalearningcenter.com/tag/kimia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://krishnalearningcenter.com</link>
	<description>Bimbingan Belajar Menuju Gerbang Mapan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Dec 2021 11:36:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.13</generator>

<image>
	<url>https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2017/02/cropped-klc-favicon-512-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kimia &#8211; KLC</title>
	<link>https://krishnalearningcenter.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123411097</site>	<item>
		<title>Uji Kemampuan Kimia Kelas 12 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-12-persiapan-uts-semester-ganjil/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-12-persiapan-uts-semester-ganjil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin KLC]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2021 11:15:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kelas 12 SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Try Out]]></category>
		<category><![CDATA[kelas 11 SMA]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[semester ganjil]]></category>
		<category><![CDATA[Tes]]></category>
		<category><![CDATA[try out]]></category>
		<category><![CDATA[Uji kemampuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=5100</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hallo adik &#8211; adik KLC semuanya. Bagi kelas 12 SMA yang mau menguji kemampuannya untuk persiapan UTS pada Semester Ganjil, bisa coba tes online di bawah ini yaa. Bisa juga hanya untuk sekedar menguji kemampuan adik &#8211; adik pada mata pelajaran Kimia. Ayo silahkan di coba!Kode Ujian : 12utsganjil Loading… Setelah klik &#8220;Submit&#8221; , kalian &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-12-persiapan-uts-semester-ganjil/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "Uji Kemampuan Kimia Kelas 12 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-12-persiapan-uts-semester-ganjil/">Uji Kemampuan Kimia Kelas 12 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hallo adik &#8211; adik KLC semuanya. Bagi kelas 12 SMA yang mau menguji kemampuannya untuk persiapan UTS pada Semester Ganjil, bisa coba tes online di bawah ini yaa.</p>



<span id="more-5100"></span>



<p>Bisa juga hanya untuk sekedar menguji kemampuan adik &#8211; adik pada mata pelajaran Kimia. Ayo silahkan di coba!<br><span style="text-decoration: underline;">Kode Ujian</span> : <strong>12utsganjil</strong></p>



<iframe loading="lazy" src="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScLcblpq8cnY0nl15mL8LEr8OtHKr7KqBIAr-hZxHTDeFLG5A/viewform?embedded=true" width="640" height="1200" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0">Loading…</iframe>



<p>Setelah klik &#8220;Submit&#8221; , kalian bisa langsung melihat hasil score dari latihan kalian. Bisa juga di lihat soal &#8211; soal mana yang kalian masih salah, dan bisa di pelajari dan di cari lagi jawaban yang benar untuk soal tersebut. </p>



<p>Menemukan masalah saat mencari jawaban yang benar?  Kalian juga bisa akses fasilitas  <a style="font-size: inherit;" href="https://krishnalearningcenter.com/student-care-fasilitas/">Student Care (SC)</a><span style="font-size: inherit;">&nbsp;yang merupakan fasilitas konsultasi gratis bagi semua siswa KLC diluar jadwal  <span style="font-size: inherit;">reguler bimbel. </span></span></p>



<p><span style="font-size: inherit;"><span style="font-size: inherit;">Siswa dapat konsultasi PR, konsultasi materi yang belum dipahami ataupun konsultasi soal-soal latihan persiapan UTS, UAS, US,AKM dan SBMPTN. SC i</span></span>ni <span style="font-size: inherit;"><span style="font-size: inherit;">bisa  secara langsung melalui tatap muka dengan tentor di KLC atau&nbsp;</span><a style="font-size: inherit;" href="http://krishnalearningcenter.com/sc">SC<em>Online</em></a> </span></p>



<p>Kalian juga bisa latihan soal pada pelajaran yang lain, semuanya tersedia lengkap di web ini. Ayo kasi tau juga teman &#8211; teman, adik kelas dan kakak kelas kalian untuk ikut latihan try out online gratis di web ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ada Try Out Persiapan UTS, UAS dan Persiapan Ujian &#8211; ujian bentuk lainnya</h2>



<p>Bimbel KLC juga menyediakan Try Out Tulis untuk siswanya yg ikut program bimbel. Try Out (TO) selama 2 kali selama 1 semester, yaitu : TO Persiapan UTS dan TO Persiapan UAS . Sedangkan untuk Persiapan Ujian kelas 6 SD, 9SMP , dan 12 SMA , KLC juga menyiapkan juga Try Out Paket UN/US (TO Siaga UN/US Sesi 1 dan TO Siaga UN/US Sesi 2).</p>



<p>Peserta Try Out di KLC juga akan <a href="https://krishnalearningcenter.com/profil-juara-umum-to-persiapan-uas-semester-1-ta-2019-2020/">di umumkan peringkat terbaik</a> dan mendapat hadiah untuk menambah semangat belajar </p>



<p>Mau tau lagi  berbagai macam fasilitas yang bisa kalian dapatkan dengan menjadi siswa Bimbel KLC? <span style="font-size: inherit;">Silahkan cek informasi lengkap mengenai&nbsp;</span><a style="font-size: inherit;" href="https://krishnalearningcenter.com/programs/">program</a><span style="font-size: inherit;"> dan fasilitas belajar kami.</span> Tunggu apa lagi, ayo gabung bersama komunitas belajar KLC. Dijamin belajar menjadi kegiatan yang seru abis.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><span style="font-size: inherit;">Menuju tak terbatas dan melampaunya</span></p><cite>Buzz (Toy Story)</cite></blockquote>



<p><span style="font-size: inherit;">Salam Gerbang Mapan</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-12-persiapan-uts-semester-ganjil/">Uji Kemampuan Kimia Kelas 12 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-12-persiapan-uts-semester-ganjil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5100</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Uji Kemampuan Kimia Kelas 11 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-11-persiapan-uts-semester-ganjil/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-11-persiapan-uts-semester-ganjil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin KLC]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2021 16:59:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kelas 11 SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Try Out]]></category>
		<category><![CDATA[kelas 11 SMA]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[semester ganjil]]></category>
		<category><![CDATA[Tes]]></category>
		<category><![CDATA[try out]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=5072</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hallo adik &#8211; adik KLC semuanya. Bagi kelas 11 SMA yang mau menguji kemampuannya untuk persiapan UTS pada Semester Ganjil, bisa coba tes online di bawah ini yaa. Bisa juga hanya untuk sekedar menguji kemampuan adik &#8211; adik pada mata pelajaran Kimia. Ayo silahkan di coba!Kode Ujian : 11utsganjil Loading… Setelah klik &#8220;Submit&#8221; , kalian &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-11-persiapan-uts-semester-ganjil/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "Uji Kemampuan Kimia Kelas 11 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-11-persiapan-uts-semester-ganjil/">Uji Kemampuan Kimia Kelas 11 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hallo adik &#8211; adik KLC semuanya. Bagi kelas 11 SMA yang mau menguji kemampuannya untuk persiapan UTS pada Semester Ganjil, bisa coba tes online di bawah ini yaa.</p>



<span id="more-5072"></span>



<p>Bisa juga hanya untuk sekedar menguji kemampuan adik &#8211; adik pada mata pelajaran Kimia. Ayo silahkan di coba!<br><span style="text-decoration: underline;">Kode Ujian</span> : <strong>11utsganjil</strong></p>



<iframe loading="lazy" src="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScMo8NaWIvo7rz3R6VqsDNOG2r4F6p5eIACDSQKwyYv6PmLVw/viewform?embedded=true" width="640" height="1200" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0">Loading…</iframe>



<p>Setelah klik &#8220;Submit&#8221; , kalian bisa langsung melihat hasil score dari latihan kalian. Bisa juga di lihat soal &#8211; soal mana yang kalian masih salah, dan bisa di pelajari dan di cari lagi jawaban yang benar untuk soal tersebut. </p>



<p>Menemukan masalah saat mencari jawaban yang benar?  Kalian juga bisa akses fasilitas  <a style="font-size: inherit;" href="https://krishnalearningcenter.com/student-care-fasilitas/">Student Care (SC)</a><span style="font-size: inherit;">&nbsp;yang merupakan fasilitas konsultasi gratis bagi semua siswa KLC diluar jadwal  <span style="font-size: inherit;">reguler bimbel. </span></span></p>



<p><span style="font-size: inherit;"><span style="font-size: inherit;">Siswa dapat konsultasi PR, konsultasi materi yang belum dipahami ataupun konsultasi soal-soal latihan persiapan UTS, UAS, US,AKM dan SBMPTN. SC i</span></span>ni <span style="font-size: inherit;"><span style="font-size: inherit;">bisa  secara langsung melalui tatap muka dengan tentor di KLC atau&nbsp;</span><a style="font-size: inherit;" href="http://krishnalearningcenter.com/sc">SC<em>Online</em></a> </span></p>



<p>Kalian juga bisa latihan soal pada pelajaran yang lain, semuanya tersedia lengkap di web ini. Ayo kasi tau juga teman &#8211; teman, adik kelas dan kakak kelas kalian untuk ikut latihan try out online gratis di web ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ada Try Out Persiapan UTS, UAS dan Persiapan Ujian &#8211; ujian bentuk lainnya</h2>



<p>Bimbel KLC juga menyediakan Try Out Tulis untuk siswanya yg ikut program bimbel. Try Out (TO) selama 2 kali selama 1 semester, yaitu : TO Persiapan UTS dan TO Persiapan UAS . Sedangkan untuk Persiapan Ujian kelas 6 SD, 9SMP , dan 12 SMA , KLC juga menyiapkan juga Try Out Paket UN/US (TO Siaga UN/US Sesi 1 dan TO Siaga UN/US Sesi 2).</p>



<p>Peserta Try Out di KLC juga akan <a href="https://krishnalearningcenter.com/profil-juara-umum-to-persiapan-uas-semester-1-ta-2019-2020/">di umumkan peringkat terbaik</a> dan mendapat hadiah untuk menambah semangat belajar </p>



<p>Mau tau lagi  berbagai macam fasilitas yang bisa kalian dapatkan dengan menjadi siswa Bimbel KLC? <span style="font-size: inherit;">Silahkan cek informasi lengkap mengenai&nbsp;</span><a style="font-size: inherit;" href="https://krishnalearningcenter.com/programs/">program</a><span style="font-size: inherit;"> dan fasilitas belajar kami.</span> Tunggu apa lagi, ayo gabung bersama komunitas belajar KLC. Dijamin belajar menjadi kegiatan yang seru abis.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><span style="font-size: inherit;">Menuju tak terbatas dan melampaunya</span></p><cite>Buzz (Toy Story)</cite></blockquote>



<p><span style="font-size: inherit;">Salam Gerbang Mapan</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-11-persiapan-uts-semester-ganjil/">Uji Kemampuan Kimia Kelas 11 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-11-persiapan-uts-semester-ganjil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5072</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Uji Kemampuan Kimia Kelas 10 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-10-persiapan-uts-semester-ganjil/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-10-persiapan-uts-semester-ganjil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin KLC]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2021 07:06:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kelas 10 SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Try Out]]></category>
		<category><![CDATA[kelas 10 SMA]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[semester ganjil]]></category>
		<category><![CDATA[Tes]]></category>
		<category><![CDATA[try out]]></category>
		<category><![CDATA[Uji kemampuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=5041</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hallo adik &#8211; adik KLC semuanya. Bagi kelas 10 SMA yang mau menguji kemampuannya untuk persiapan UTS pada Semester Ganjil, bisa coba tes online di bawah ini yaa. Bisa juga hanya untuk sekedar menguji kemampuan adik &#8211; adik pada mata pelajaran Kimia. Ayo silahkan di coba!Kode Ujian : 10utsganjil Loading… Setelah klik &#8220;Submit&#8221; , kalian &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-10-persiapan-uts-semester-ganjil/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "Uji Kemampuan Kimia Kelas 10 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-10-persiapan-uts-semester-ganjil/">Uji Kemampuan Kimia Kelas 10 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hallo adik &#8211; adik KLC semuanya. Bagi kelas 10 SMA yang mau menguji kemampuannya untuk persiapan UTS pada Semester Ganjil, bisa coba tes online di bawah ini yaa.</p>



<span id="more-5041"></span>



<p>Bisa juga hanya untuk sekedar menguji kemampuan adik &#8211; adik pada mata pelajaran Kimia. Ayo silahkan di coba!<br><span style="text-decoration: underline;">Kode Ujian</span> : <strong>10utsganjil</strong></p>



<iframe loading="lazy" src="https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScm6bFefeVffNxcjFt49WQXuk0JogS7TdhYzMesnQlsprX57Q/viewform?embedded=true" width="640" height="1200" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0">Loading…</iframe>



<p>Setelah klik &#8220;Submit&#8221; , kalian bisa langsung melihat hasil score dari latihan kalian. Bisa juga di lihat soal &#8211; soal mana yang kalian masih salah, dan bisa di pelajari dan di cari lagi jawaban yang benar untuk soal tersebut. </p>



<p>Menemukan masalah saat mencari jawaban yang benar?  Kalian juga bisa akses fasilitas  <a style="font-size: inherit;" href="https://krishnalearningcenter.com/student-care-fasilitas/">Student Care (SC)</a><span style="font-size: inherit;">&nbsp;yang merupakan fasilitas konsultasi gratis bagi semua siswa KLC diluar jadwal  <span style="font-size: inherit;">reguler bimbel. </span></span></p>



<p><span style="font-size: inherit;"><span style="font-size: inherit;">Siswa dapat konsultasi PR, konsultasi materi yang belum dipahami ataupun konsultasi soal-soal latihan persiapan UTS, UAS, US,AKM dan SBMPTN. SC i</span></span>ni <span style="font-size: inherit;"><span style="font-size: inherit;">bisa  secara langsung melalui tatap muka dengan tentor di KLC atau&nbsp;</span><a style="font-size: inherit;" href="http://krishnalearningcenter.com/sc">SC<em>Online</em></a> </span></p>



<p>Kalian juga bisa latihan soal pada pelajaran yang lain, semuanya tersedia lengkap di web ini. Ayo kasi tau juga teman &#8211; teman, adik kelas dan kakak kelas kalian untuk ikut latihan try out online gratis di web ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ada Try Out Persiapan UTS, UAS dan Persiapan Ujian &#8211; ujian bentuk lainnya</h2>



<p>Bimbel KLC juga menyediakan Try Out Tulis untuk siswanya yg ikut program bimbel. Try Out (TO) selama 2 kali selama 1 semester, yaitu : TO Persiapan UTS dan TO Persiapan UAS . Sedangkan untuk Persiapan Ujian kelas 6 SD, 9SMP , dan 12 SMA , KLC juga menyiapkan juga Try Out Paket UN/US (TO Siaga UN/US Sesi 1 dan TO Siaga UN/US Sesi 2).</p>



<p>Peserta Try Out di KLC juga akan <a href="https://krishnalearningcenter.com/profil-juara-umum-to-persiapan-uas-semester-1-ta-2019-2020/">di umumkan peringkat terbaik</a> dan mendapat hadiah untuk menambah semangat belajar </p>



<p>Mau tau lagi  berbagai macam fasilitas yang bisa kalian dapatkan dengan menjadi siswa Bimbel KLC? <span style="font-size: inherit;">Silahkan cek informasi lengkap mengenai&nbsp;</span><a style="font-size: inherit;" href="https://krishnalearningcenter.com/programs/">program</a><span style="font-size: inherit;"> dan fasilitas belajar kami.</span> Tunggu apa lagi, ayo gabung bersama komunitas belajar KLC. Dijamin belajar menjadi kegiatan yang seru abis.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><span style="font-size: inherit;">Menuju tak terbatas dan melampaunya</span></p><cite>Buzz (Toy Story)</cite></blockquote>



<p><span style="font-size: inherit;">Salam Gerbang Mapan</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-10-persiapan-uts-semester-ganjil/">Uji Kemampuan Kimia Kelas 10 &#8211; Persiapan UTS Semester Ganjil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/uji-kemampuan-kimia-kelas-10-persiapan-uts-semester-ganjil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5041</post-id>	</item>
		<item>
		<title>YUK MENGENAL SEL ELEKTROLISIS-12 SMA-KIMIA</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/yuk-mengenal-sel-elektrolisis-12-sma-kimia/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/yuk-mengenal-sel-elektrolisis-12-sma-kimia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Januariawan I Wayan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2021 07:07:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kelas 12 SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Materi & Video Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[12 SMA]]></category>
		<category><![CDATA[anode]]></category>
		<category><![CDATA[katode]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[sel elektrolisis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=4945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hallo sobat KLC semua…, ketemu lagi di artikel tentang pembelajaran Kimia. Sebelumnya sobat KLC telah disajikan artikel tentang sel volta (Sel Volta – 10 SMA – Kimia). Nah, sel volta dan sel elektrolisis ini merupakan bagian dari materi elektrokimia. Tahukah kalian apa itu sel elektrolisis? Sel elektrolisis adalah tempat penguraian suatu zat akibat adanya arus &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/yuk-mengenal-sel-elektrolisis-12-sma-kimia/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "YUK MENGENAL SEL ELEKTROLISIS-12 SMA-KIMIA"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/yuk-mengenal-sel-elektrolisis-12-sma-kimia/">YUK MENGENAL SEL ELEKTROLISIS-12 SMA-KIMIA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hallo sobat KLC semua…, ketemu lagi di artikel tentang pembelajaran Kimia. Sebelumnya sobat KLC telah disajikan artikel tentang sel volta (<a href="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani">Sel Volta – 10 SMA – Kimia</a>). Nah, sel volta dan sel elektrolisis ini merupakan bagian dari materi elektrokimia. Tahukah kalian apa itu sel elektrolisis? Sel elektrolisis adalah tempat penguraian suatu zat akibat adanya arus listrik. Oh ya, apa ya bedanya antara sel elektrolisis dan sel volta? Yuk simak perbedaannya.</p>



<span id="more-4945"></span>



<iframe loading="lazy" width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/6eRQX_TQnD0" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen=""></iframe>



<p>Pada sel volta: (1) terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik; (2) katode adalah kutub positif (+); (3) anode adalah kutub negatif (-); dan (4) reaksi berlangsung spontan.</p>



<p>Pada sel elektrolisis: (1) terjadi perubahan dari energi listrik menjadi energi kimia; (2) katode adalah kutub negatif (-); (3) anode adalah kutub positif (+); dan (4) reaksi berlangsung tidak spontan.</p>



<p>Terus adakah persamaanya? Persamaan sel volta dan sel elektrolisis yakni di katode terjadi reaksi reduksi, di anode terjadi reaksi oksidasi dan aliran elektron terjadi dari anode menuju katode.</p>



<p>Nah bagaimana sobat KLC, sekarang sudah tahu kan perbedaan sel volta dan sel elektrolisis? Selanjutnya kita akan membahas mengenai reaksi yang terjadi di sel elektrolisis baik itu di katode maupun di anode. Dalam menuliskan reaksi sel elektrolisis ada beberapa hal yang mesti dipahami dengan baik, apa itu?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menuliskan reaksi di katode:</strong></h2>



<p>Terdapat beberapa ketentuan yang harus diingat ketika menuliskan reaksi di katode pada sel elektrolisis diantaranya: Pertama, pahami dahulu wujud zatnya, apakah itu larutan atau lelehan/leburan; Kedua, tentukan kation dari hasil penguraian zatnya;&nbsp; Ketiga, untuk zat dengan wujud larutan mengikuti ketentuan berikut.</p>



<ol type="1"><li>Untuk kation yang berasal dari golongan I A ( Li, Na, K, Rb, Cs), II A (Be, Mg, Ca, Sr, Ba), Al dan Mn, reaksi yang terjadi di katode adalah reaksi reduksi air (kenapa air? Karena air memiliki potensial reduksi yang lebih besar dari pada unsur golongan IA, IIA, Al dan Mn):<br>2H<sub>2</sub>O + 2e &#8211;&gt; 2OH<sup>&#8211;</sup> + H<sub>2</sub></li><li>Untuk kation H<sup>+</sup>, reaksi yang terjadi di katode adalah:<br>2H<sup>+</sup> + 2e &#8211;&gt; H<sub>2</sub></li><li>Untuk kation selain golongan IA, IIA, Al dan Mn maka reaksi yang terjadi di katode adala:<br>A<sup>n+</sup> + ne &#8211;&gt; A (A adalah kation selain golongan IA, IIA, Al dan Mn)<br>Misal kation, Cu<sup>2+</sup> maka reaksi di katode akan menjadi Cu<sup>2+</sup> + 2e à Cu</li></ol>



<p>Keempat, untuk zat dengan wujud lelehan/leburan reaksi yang terjadi di katode tidak lagi mementingkan ketentuan apakah dia itu golongan IA, IIA, Al, Mn dan lain-lain, tetapi langsung yang mengalami reduksi adalah kationnya, K<sup>n+</sup> + ne &#8211;&gt; K ( K = kation).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menuliskan reaksi di anode:</strong></h2>



<p>Dalam menuliskan reaksi di anode, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jenis elektrodenya. Ada dua jenis elektrode yakni elektrode inert dan elektrode tidak inert. Elektrode inert itu artinya elektrode yang tidak ikut bereaksi seperti Pt, C dan Au, sedangkan elektrode tidak inert itu elektrode yang ikut bereaksi seperti Cu, Ag dan lain-lain. Sama halnya dengan katode, menulis reaksi di anode pada sel elektrolisis juga terdapat beberapa ketentuan yang harus diperhatikan.</p>



<p>1) Untuk elektrode inert (tidak ikut bereaksi: Pt, C, Au)</p>



<ul><li>Jika anion (ion negatif) berupa sisa asam oksi: SO<sub>4</sub><sup>2-</sup>, SO<sub>3</sub><sup>2-</sup>, PO<sub>4</sub><sup>3-</sup>, PO<sub>3</sub><sup>3-</sup> , NO<sub>2</sub><sup>&#8211;</sup> dan NO<sub>3</sub><sup>&#8211;</sup>, maka yang teroksidasi adalah air.<br>2H<sub>2</sub>O &#8211;&gt; 4H<sup>+</sup> + O<sub>2</sub> + 4e</li></ul>



<ul><li>Jika anion berupa OH<sup>&#8211;</sup>, maka reaksinya adalah:<br>4OH<sup>&#8211;</sup> à 2H<sub>2</sub>O + O<sub>2</sub> + 4e</li><li>Jika anion berasal dari golongan halogen (F, Cl, Br, I) maka reaksinya<br>2X<sup>&#8211;</sup> &#8211;&gt; X<sub>2</sub> + 2e&nbsp; (catatan: X ini disesuaikan dengan anionnya apakah F, Cl, Br atau I)</li></ul>



<p>2) Untuk elektrode tidak inert (ikut bereaksi), spesi yang mengalami oksidasi di anode adalah elektrodenya.&nbsp; Secara umum kita bisa tulis reaksinya adalah B à B<sup>n+ </sup>&nbsp;+&nbsp; ne (B ini adalah elektrode tidak inert, misal elektrodenya adalah Ag, maka reaksi di anode akan menjadi Ag à Ag<sup>+</sup> + e)</p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Soal</h2>



<p>Agar lebih paham yuk simak contoh berikut!</p>



<ol type="1"><li>Tuliskan reaksi elektrolisis larutan K<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> dengan elektrode Pt</li><li>Tuliskan reaksi elektrolisis lelehan K<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> dengan elektrode Cu</li></ol>



<h3 class="wp-block-heading">Penyelesaian:</h3>



<ol type="1"><li><strong>Reaksi elektrolisis larutan K<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> dengan elektrode Pt</strong><br>K<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> &#8211;&gt; 2K<sup>+</sup> + SO<sub>4</sub><sup>2-</sup>&nbsp; (nah jadi kationnya adalah K<sup>+</sup> dan anionnya SO<sub>4</sub><sup>2-</sup>)<br>Katode: 2H<sub>2</sub>O + 2e &#8211;&gt; 2OH<sup>&#8211;</sup> + H<sub>2</sub><br>(di katode terjadi reaksi reduksi air karena ingat K adalah unsur golongan IA)<br>Anode: 2H<sub>2</sub>O &#8211;&gt; 4H<sup>+</sup> + O<sub>2</sub> + 4e<br>(di anode terjadi reaksi oksidasi air karena ingat Pt adalah elektrode inert dan untuk sisa oksi yang mengalami oksidasi adalah air)<br>Untuk reaksi keseluruhannya, kita bisa eleminasi e nya dengan mengkalikan 2 pada katode dan mengkalikan 1 pada anode, kemudian e nya bisa dicoret jadinya<br>Katode: 4H<sub>2</sub>O &#8211;&gt; 4OH<sup>&#8211;</sup> + H<sub>2</sub><br>Anode: 2H<sub>2</sub>O &#8211;&gt; 4H<sup>+</sup> + O<sub>2</sub><br>Reaksi keseluruhannya : 6 H<sub>2</sub>O &#8211;&gt; 4 OH<sup>&#8211;</sup> + 4 H<sup>+</sup> + O<sub>2</sub></li><li><strong>Reaksi elektrolisis lelehan K<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> dengan elektrode Cu</strong><br>K<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> &#8211;&gt; 2K<sup>+</sup> + SO<sub>4</sub><sup>2-</sup>&nbsp; (nah jadi kationnya adalah K<sup>+</sup> dan anionnya SO<sub>4</sub><sup>2-</sup>)<br>Katode: K<sup>+</sup> + e &#8211;&gt; K<br>(di katode terjadi reaksi reduksi kalium (K) karena ingat ini wujudnya lelehan jadi tidak lagi melihat apakah dia itu golongan IA atau bukan)<br>Anode: Cu &#8211;&gt; Cu<sup>2+</sup> + 2e<br>(di anode terjadi reaksi oksidasi Cu karena ingat Cu adalah elektrode tidak inert jadi si Cu ini yang mengalami oksidasi)<br>Untuk reaksi keseluruhannya, kita bisa eleminasi e nya dengan mengkalikan 2 pada katode dan mengkalikan 1 pada anode, kemudian e nya bisa dicoret jadinya<br>Katode: 2K<sup>+</sup>&#8211;&gt; 2K<br>Anode: Cu &#8211;&gt; Cu<sup>2+</sup><br>Reaksi keseluruhannya : 2K<sup>+</sup> + Cu &#8211;&gt; 2K + Cu<sup>2+</sup></li></ol>



<p>Gimana sampai disini sudah bisa dipahami? Pastinya bisa <em>donk</em>. Nah berikutnya kita kupas sedikit bagaimana <em>sih</em> penerapan dari sel elektrolisis ini. Beberapa contoh penerapan sel elektrolisis diantaranya penyepuhan, produksi logam dan pemurnian.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Penyepuhan logam (<em>electroplating</em>)</h3>



<p>Mungkin kalian ada yang pernah mendengar ataupun belum tentang penyepuhan, sederhananya penyepuhan itu adalah proses pelapisan logam lain. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah sepuh emas, hal tersebut adalah kegitan dimana melapisi logam seperti perak dengan emas. Logam yang akan disepuh dijadikan katode, logam penyepuh sebagai anode, kemudian larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan yang mengandung logam penyepuh.<br>Contoh : penyepuhan sendok besi oleh logam perak (Ag). Sendok besi dipasang sebagai katode dan logam perak bertindak&nbsp; sebagai anode.Larutan elektrolitnya adalah larutan AgNO<sub>3</sub></p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Produksi atau Pembuatan Unsur atau Senyawa</h3>



<p>Beberapa unsur dan senyawa dapat diproduksi melalui elektrolisis, seperti logam-logam alkali, alkali tanah, halogen, dan lain-lain. Produksi logam yang menerapkan sistem elektrolisis diantaranya produksi logam aluminium (Al) dan natrium (Na). Sel elektrolisis pada produksi Aluminium diperoleh dengan cara elektrolisis bijih aluminium. Reaksi yang terjadi sebagai berikut.<br>Katode : Al<sup>3+</sup>(aq) + 3 e &#8211;&gt; Al(l)<br>Anode : 2 O<sup>2–</sup>(aq)  &#8211;&gt;  O<sub>2</sub>(g) + 4 e<br>4Al<sup>3+</sup>(aq)+ 6O<sup>2–</sup>(aq)→ 4 Al(l) + 3O<sub>2</sub>(g)<br>Sel elektrolisis pada produksi Natrium diperoleh dengan cara elektrolisis lelehan NaCl yang dikenal dengan&nbsp;<strong>Proses Down</strong>. Reaksi yang terjadi sebagai berikut.<br>Katode : 2 Na<sup>+</sup>(<em>l</em>) + 2 e&nbsp;→&nbsp;2 Na(<em>l</em>)<br>Anode : 2 Cl<sup>–</sup>(<em>l</em>)&nbsp;→&nbsp;Cl<sub>2</sub>(<em>g</em>) + 2 e<br>2 Na<sup>+</sup>(<em>aq</em>)+2Cl<sup>–</sup>(<em>aq</em>)&nbsp;→&nbsp;2 Na(<em>l</em>) + Cl<sub>2</sub>(<em>g</em>)</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Pemurnian Logam</h3>



<p>Logam dapat dimurnikan dengan elektrolisis dengan komponen sel yang mana <strong>katoda </strong>tempat logam murni &nbsp;dan <strong>anoda </strong>tempat logam kotor. Penerapan sel elektrolisis untuk permunian logam salah satunya pada pengolahan tembaga dari bijih kalkopirit, yang mana diperoleh tembaga yang masih tercampur dengan sedikit perak, emas, dan platina. Tembaga yang tidak murni dipisahkan dari zat pengotornya dengan elektrolisis.</p>



<p>Tembaga yang tidak murni dipasang sebagai anode dan tembaga murni dipasang sebagai katode dalam elektrolit larutan CuSO<sub>4</sub> tembaga di anoda teroksidasi menjadi Cu<sup>2+</sup> selanjutnya Cu<sup>2+</sup> direduksi di katoda.</p>



<p>Anode&nbsp;&nbsp;&nbsp; Cu (s) &nbsp; →  Cu<sup>2+</sup> (aq) + 2e<br>Katode&nbsp;&nbsp; Cu<sup>2+</sup> (aq) + 2e  →  Cu (s) (murni)</p>



<p>Nah sekian informasi tentang elektrolisis, semoga sobat KLC bisa memahami dengan baik konsep dari elektrolisis itu sendiri, semua akan terasa mudah jika kita mau mencoba.. mencoba apa? Ya mencoba memahami, mencoba berlatih dan mencoba menyelesaikan soal-soal. Terimakasih.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/yuk-mengenal-sel-elektrolisis-12-sma-kimia/">YUK MENGENAL SEL ELEKTROLISIS-12 SMA-KIMIA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/yuk-mengenal-sel-elektrolisis-12-sma-kimia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4945</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MEMAHAMI DENGAN MUDAH ISOMER SENYAWA HIDROKARBON</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/memahami-dengan-mudah-isomer-senyawa-hidrokarbon/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/memahami-dengan-mudah-isomer-senyawa-hidrokarbon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Januariawan I Wayan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Dec 2021 17:12:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Materi & Video Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Isomer]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Senyawa Hidrokarbon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=4885</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hallo adik-adik sahabat KLC hari ini kita akan membahas materi tentang isomer senyawa hidrokarbon, yuk disimak dan kita belajar bersama ya! Mari belajar dengan&#160;Video Pembelajaran&#160;dari KLC. Dijamin belajar bisa dimana saja dan tentunya lebih asik dan menarik. Silahkan cermati materi dan video pembelajaran berikut ini . Video Pembelajaran Isomer Senyawa Hidrokarbon Halo adik-adik sobat KLC &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/memahami-dengan-mudah-isomer-senyawa-hidrokarbon/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "MEMAHAMI DENGAN MUDAH ISOMER SENYAWA HIDROKARBON"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/memahami-dengan-mudah-isomer-senyawa-hidrokarbon/">MEMAHAMI DENGAN MUDAH ISOMER SENYAWA HIDROKARBON</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hallo adik-adik sahabat KLC hari ini kita akan membahas materi tentang isomer senyawa hidrokarbon, yuk disimak dan kita belajar bersama ya! Mari belajar dengan&nbsp;<a href="https://krishnalearningcenter.com/?s=video+pembelajaran+matematika">Video Pembelajaran</a>&nbsp;dari KLC. Dijamin belajar bisa dimana saja dan tentunya lebih asik dan menarik. Silahkan cermati materi dan video pembelajaran berikut ini .</p>



<span id="more-4885"></span>



<h2 class="wp-block-heading">Video Pembelajaran Isomer Senyawa Hidrokarbon</h2>



<iframe loading="lazy" width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/wqqHZ7JRceI" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>



<p>Halo adik-adik sobat KLC kembali lagi pada konten atau artikel pelajaran kimia. Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu bagian dari materi senyawa hidrokarbon yakni isomer. Kata “isomer” mungkin kata yang terdengar sangat unik bagi sebagian orang yang tidak menggeluti ilmu kimia. &nbsp;Isomer merupakan senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama tetapi rumus strukturnya berbeda.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Nah gimana maksudnya?</strong></h3>



<p>Senyawa hidrokarbon seperti alkana, alkena dan alkuna memiliki rumus molekul yang berbeda-beda yakni alkana dengan rumus molekul C<sub>n</sub>H<sub>2n+2</sub>, alkena dengan rumus molekul C<sub>n</sub>H<sub>2n</sub>, dan alkuna dengan rumus molekul C<sub>n</sub>H<sub>2n-2</sub>. Suatu senyawa hidrokarbon memungkinkan memiliki rumus molekul yang sama tetapi struktur berbeda. Misalkan saja antara n-butana dan 2 metil propana.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4886" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/memahami-dengan-mudah-isomer-senyawa-hidrokarbon/screenshot_12/" data-orig-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_12.jpg?fit=302%2C111&amp;ssl=1" data-orig-size="302,111" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_12" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_12.jpg?fit=300%2C110&amp;ssl=1" data-large-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_12.jpg?fit=302%2C111&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="302" height="111" src="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_12.jpg?resize=302%2C111&#038;ssl=1" alt="Isomer Senyawa Hidrokarbon" class="wp-image-4886" srcset="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_12.jpg?w=302&amp;ssl=1 302w, https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_12.jpg?resize=300%2C110&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 302px) 100vw, 302px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p>Melalui pengamatan terhadap kedua senyawa di atas dapat kita lihat bahwa antara butana dan 2 metil propana memiliki jumlah atom C dan H yang sama sehingga membentuk rumus molekul C<sub>4</sub>H<sub>10</sub>, akan tetapi rumus strukturnya berbeda. Sederhananya, isomer adalah senyawa-senyawa hidrokarbon yang memiliki&nbsp; jumlah atom C dan H yang sama namun struktur dan namanya berbeda.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Macam &#8211; macam Isomer dalam Senyawa Hidrokarbon</h2>



<p>Isomer dalam senyawa hidrokarbon ada tiga yakni isomer rangka, posisi dan geometri</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Isomer Rangka</h3>



<p>Kata rangka sudah merujuk pada hal yang menjadi pembeda dari dua senyawa yang berisomer. Maksudnya adalah yang membedakan dari dua senyawa yang berisomer adalah kerangkanya. Contohnya seperti n-butana dan 2 metil propana yang memiliki rumus molekul sama, tetapi kerangka struktur berbeda. Sama halnya dengan 1-butena dan 2 metil-1-propena memiliki rumus molekul yang sama yaitu C<sub>4</sub>H<sub>8 </sub>tetapi struktur atau kerangkanya berbeda.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4887" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/memahami-dengan-mudah-isomer-senyawa-hidrokarbon/screenshot_13/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_13.jpg?fit=465%2C128&amp;ssl=1" data-orig-size="465,128" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_13" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_13.jpg?fit=300%2C83&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_13.jpg?fit=465%2C128&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="465" height="128" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_13.jpg?resize=465%2C128&#038;ssl=1" alt="Isomer Senyawa Hidrokarbon" class="wp-image-4887" srcset="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_13.jpg?w=465&amp;ssl=1 465w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_13.jpg?resize=300%2C83&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 465px) 100vw, 465px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading">2. Isomer Posisi</h3>



<p>Isomer posisi merupakan salah satu jenis isomer yang memiliki perbedaan pada posisi ikatan rangkapnya. Sebagaimana kita tahu bahwa alkena dan alkuna memiliki ikatan rangkap, yakni alkena dalam strukturnya memiliki ikatan rangkap dua dan alkuna dalam strukturnya memiliki ikatan rangkap tiga. Alkena dan alkuna dapat mengalami jenis isomer posisi ini, sedangkan pada alkana tidak. Sebagai contoh antara 1 butena dengan 2 butena, kedua senyawa tersebut memiliki rumus molekul yang sama yakni C<sub>4</sub>H<sub>8</sub> akan tetapi letak ikatan rangkap duanya yang berbeda. Pada 1-butena ikatan rangkap dua terletak di posisi nom or 1 sedangkan pada 2-butena ikatan rangkap dua terletak di posisi nomor 2.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4888" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/memahami-dengan-mudah-isomer-senyawa-hidrokarbon/screenshot_14/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_14.jpg?fit=390%2C72&amp;ssl=1" data-orig-size="390,72" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_14" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_14.jpg?fit=300%2C55&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_14.jpg?fit=390%2C72&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="390" height="72" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_14.jpg?resize=390%2C72&#038;ssl=1" alt="Isomer Senyawa Hidrokarbon" class="wp-image-4888" srcset="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_14.jpg?w=390&amp;ssl=1 390w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_14.jpg?resize=300%2C55&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 390px) 100vw, 390px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading">3. Isomer Geometri</h3>



<p>Mendengar kata geometri langsung teringat pada materi matematika kan? Isomer geometri disini termasuk ke dalam jenis stereoisomer dimana perbedaannya terletak dalam orientasi 3 dimensi dan berdasarkan perputaran molekul. Isomer geometri terbentuk karena adanya peletakan yang berbeda dari posisi gugus fungsi yang terikat dalam satu ikatan rangkap dua. Hal tersebut berarti isomer geometri hanya dimiliki oleh alkena.</p>



<p>Isomer geometri sering disebut dengan isomer cis-trans, karena isomer ini memungkinkan pembentukan struktur dalam posisi cis dan trans. Apa itu posisi cis dan trans? Contohnya 1-butena memiliki isomer cis dan trans sebagai berikut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4889" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/memahami-dengan-mudah-isomer-senyawa-hidrokarbon/screenshot_15/" data-orig-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_15.jpg?fit=352%2C183&amp;ssl=1" data-orig-size="352,183" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_15" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_15.jpg?fit=300%2C156&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_15.jpg?fit=352%2C183&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="352" height="183" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_15.jpg?resize=352%2C183&#038;ssl=1" alt="Isomer Senyawa Hidrokarbon" class="wp-image-4889" srcset="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_15.jpg?w=352&amp;ssl=1 352w, https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/12/Screenshot_15.jpg?resize=300%2C156&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 352px) 100vw, 352px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p>Seperti yang kita lihat pada gambar di atas bahwa ikatan rangkap dalam senyawa tersebut mengikat dua gugus yang berbeda yakni CH<sub>3</sub> dan H dalam kedua sisinya.</p>



<p>Kalau diperhatikan pada cis 2 butena, -CH<sub>3</sub> &nbsp;terletak dalam sisi yang sama, begitu juga atom H. Nah inilah yang menunjukkan bahwa itu adalah isomer yang mana atom atau gugus atom sejenis terletak pada sisi yang sama.</p>



<p>Jika salah satu -CH<sub>3</sub> berada di atas dan -CH<sub>3</sub> yang lain dibawah maka atom hidrogen pun akan mengikuti seperti ditunjukkan pada trans-2-butena sehingga gugus fungsi yang sama akan berada dalam posisi berseberangan, hal ini disebut isomer trans. &nbsp;</p>



<p>Penting untuk diingat, isomer cis-trans memungkinkan dapat terjadi apabila alkena mengandung dua atom atau gugus yang bebeda pada setiap karbon ikatan rangkapnya.</p>



<p>Perlu kalian tahu kalau peletakan posisi ini meskipun terlihat hanya berbeda rotasi saja ternyata akan berpengaruh pada sifat dari senyawa itu sendiri.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/memahami-dengan-mudah-isomer-senyawa-hidrokarbon/">MEMAHAMI DENGAN MUDAH ISOMER SENYAWA HIDROKARBON</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/memahami-dengan-mudah-isomer-senyawa-hidrokarbon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4885</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sel Volta &#8211; 10 SMA &#8211; Kimia</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ms Syafira]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2021 14:45:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kelas 10SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Materi & Video Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[sel galvani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=4384</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hallo adik-adik sahabat KLC semuanya apakah kalian sudah pernah mendengarkan sel volta? Nah hari ini kita akan membahas materi tentang sel volta, yuk disimak dan kita belajar bersama ya! Mari belajar dengan Video Pembelajaran dari KLC. Dijamin belajar bisa dimana saja dan tentunya lebih asik dan menarik. Pada bagian ini kita akan membahas materi mengenai Sel Volta. &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "Sel Volta &#8211; 10 SMA &#8211; Kimia"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/">Sel Volta &#8211; 10 SMA &#8211; Kimia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hallo adik-adik sahabat KLC semuanya apakah kalian sudah pernah mendengarkan sel volta? Nah hari ini kita akan membahas materi tentang sel volta, yuk disimak dan kita belajar bersama ya!</p>



<span id="more-4384"></span>



<p>Mari belajar dengan <a href="https://krishnalearningcenter.com/?s=video+pembelajaran+matematika">Video Pembelajaran</a> dari KLC. Dijamin belajar bisa dimana saja dan tentunya lebih asik dan menarik. Pada bagian ini kita akan membahas materi mengenai Sel Volta. Silahkan cermati materi dan video pembelajaran berikut ini .</p>



<iframe loading="lazy" width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/Y0HNhbvX8L0" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>



<p>Sel Volta (Sel Galvani) adalah salah satu sel elektrokimia yang mengubah <span class="has-inline-color has-vivid-red-color">energi kimia</span> (reaksi redoks) menjadi <span class="has-inline-color has-vivid-red-color">energi listrik.</span></p>



<h2 class="wp-block-heading">Susunan Sel Volta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4385" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/screenshot_8/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/11/Screenshot_8.png?fit=354%2C256&amp;ssl=1" data-orig-size="354,256" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_8" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/11/Screenshot_8.png?fit=300%2C217&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/11/Screenshot_8.png?fit=354%2C256&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="354" height="256" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/11/Screenshot_8.png?resize=354%2C256&#038;ssl=1" alt="Sel Volta" class="wp-image-4385" srcset="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/11/Screenshot_8.png?w=354&amp;ssl=1 354w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/11/Screenshot_8.png?resize=300%2C217&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 354px) 100vw, 354px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Anoda (-)</strong></td><td><strong>Katoda (+)</strong></td></tr><tr><td>Kutub (-) sumber arus<br>Mengalami oksidasi<br>Melepas Elektron</td><td>Kutub (+) sumber arus<br>Mengalami reduksi<br>Menerima elektron</td></tr></tbody></table></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Jembatan garam</h2>



<p>Jembatan garam, merupakan tabung U penyempurna sel yang mengandung larutan garam dalam koloid agar-agar. Jembatan garam membuat rangkaian menjadi rangkaian tertutup, dan menyeimbangkan muatan elektrolit (kation dan anion) dalam larutan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Prinsip Kerja Sel Volta</h2>



<p>Dalam menghasilkan arus listrik, aliran transfer elektron dari reaksi oksidasi di anode ke reaksi reduksi di katode melalui rangkaian luar.<br><strong>Contoh</strong> : Anoda M tercelup pada elektrolit MA, dan anoda N tercelup pada elektrolit NB</p>



<ol><li><strong>Anoda teroksidasi</strong> berubah menjadi ion yang larut dalam elektrolit anoda, sehingga menyebabkan anoda kelebihan ion positif.</li></ol>



<a href="https://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=M_{(s)}\rightarrow&amp;space;M_{aq}^{x+}+x&amp;space;e" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img decoding="async" src="https://latex.codecogs.com/gif.latex?M_{(s)}\rightarrow&amp;space;M_{aq}^{x+}+x&amp;space;e" title="M_{(s)}\rightarrow M_{aq}^{x+}+x e"></a>



<p>2. <strong>Elektron</strong> yang dilepaskan anoda bergerak ke katoda melalui kawat penghantar.<br>3. <strong>Katoda</strong> <strong>tereduksi</strong>, karena ion logam dari elektrolit katoda menerima elektron.<br>Sehingga menyebabkan katoda kelebihan ion negatif.</p>



<a href="https://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=N^{y&plus;}&space;_{(aq)}&plus;y&space;e&space;\rightarrow&space;N_{(s)}" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" src="https://latex.codecogs.com/gif.latex?N^{y&plus;}&space;_{(aq)}&plus;y&space;e&space;\rightarrow&space;N_{(s)}" title="N^{y+} _{(aq)}+y e \rightarrow N_{(s)}" /></a>



<p><span class="has-inline-color has-pale-pink-color">Kelebihan muatan pada kedua elektroda menyebabkan ketidakseimbangan muatan yang menyebabkan reaksi tidak berkelanjutan. Sehingga dinetralkan oleh jembatan garam yang memberikan ion positif dan negatif pada elektroda yang membutuhkan.</span></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Reaksi Sel Volta :</strong></h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4487" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/1-7/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/1.jpg?fit=335%2C74&amp;ssl=1" data-orig-size="335,74" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="1" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/1.jpg?fit=300%2C66&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/1.jpg?fit=335%2C74&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="335" height="74" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/1.jpg?resize=335%2C74&#038;ssl=1" alt="Sel Volta" class="wp-image-4487" srcset="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/1.jpg?w=335&amp;ssl=1 335w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/1.jpg?resize=300%2C66&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 335px) 100vw, 335px" data-recalc-dims="1" /><figcaption>Setarakan mol elektron</figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Macam-macam Elektroda pada Sel Volta :</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4488" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/screenshot_36/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_36.png?fit=1251%2C414&amp;ssl=1" data-orig-size="1251,414" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_36" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_36.png?fit=300%2C99&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_36.png?fit=525%2C174&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="525" height="174" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_36.png?resize=525%2C174&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-4488" srcset="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_36.png?resize=1024%2C339&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_36.png?resize=300%2C99&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_36.png?resize=768%2C254&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_36.png?w=1251&amp;ssl=1 1251w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4489" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/screenshot_37/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_37.png?fit=1258%2C147&amp;ssl=1" data-orig-size="1258,147" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_37" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_37.png?fit=300%2C35&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_37.png?fit=525%2C62&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="525" height="62" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_37.png?resize=525%2C62&#038;ssl=1" alt="Sel Volta" class="wp-image-4489" srcset="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_37.png?resize=1024%2C120&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_37.png?resize=300%2C35&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_37.png?resize=768%2C90&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_37.png?w=1258&amp;ssl=1 1258w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"> Potensial Elektroda (E)</h3>



<p>Potensial Elektroda (E), merupakan <span class="has-inline-color has-vivid-red-color">potensial listrik</span> yang dihasilkan oleh suatu <span class="has-inline-color has-vivid-red-color">elektroda</span> jika dibandingkan dengan elektroda Hidrogen (E<sup>0</sup>=0).<br>Besarnya kecenderungan suatu unsur untuk melepaskan atau mempertahankan elektron dalam keadaan standar (pada suhu 25ᵒC dan tekanan 1 atm), disebut <strong>potensial elektroda standar (E<sup>0</sup>)</strong>. Nilai potensial elektroda standar (E<sup>0</sup>) mengacu pada deret volta dan dikaitkan dengan reaksi reduksi, sehingga :</p>



<p><strong>E<sup>0</sup> = E<sup>0</sup> reduksi = &#8211; E<sup>0</sup> oksidasi</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4491" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/screenshot_38/" data-orig-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_38.png?fit=516%2C140&amp;ssl=1" data-orig-size="516,140" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_38" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_38.png?fit=300%2C81&amp;ssl=1" data-large-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_38.png?fit=516%2C140&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="516" height="140" src="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_38.png?resize=516%2C140&#038;ssl=1" alt="Sel Volta" class="wp-image-4491" srcset="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_38.png?w=516&amp;ssl=1 516w, https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_38.png?resize=300%2C81&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 516px) 100vw, 516px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4492" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/11-4/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/11.jpg?fit=835%2C64&amp;ssl=1" data-orig-size="835,64" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="11" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/11.jpg?fit=300%2C23&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/11.jpg?fit=525%2C40&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="525" height="40" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/11.jpg?resize=525%2C40&#038;ssl=1" alt="Sel Volta" class="wp-image-4492" srcset="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/11.jpg?w=835&amp;ssl=1 835w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/11.jpg?resize=300%2C23&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/11.jpg?resize=768%2C59&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" data-recalc-dims="1" /><figcaption>Deret Volta</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4493" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/screenshot_39/" data-orig-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_39.png?fit=1070%2C267&amp;ssl=1" data-orig-size="1070,267" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_39" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_39.png?fit=300%2C75&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_39.png?fit=525%2C131&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="525" height="131" src="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_39.png?resize=525%2C131&#038;ssl=1" alt="Sel Volta" class="wp-image-4493" srcset="https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_39.png?resize=1024%2C256&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_39.png?resize=300%2C75&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_39.png?resize=768%2C192&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_39.png?w=1070&amp;ssl=1 1070w" sizes="(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Potensial Sel Standar (<strong>E<sup>0</sup> sel</strong>)</h3>



<p>Potensial Sel Standar (<strong>E<sup>0</sup> sel</strong>), merupakan beda potensial listrik antara anoda dan katoda (<span class="has-inline-color has-vivid-red-color">tegangan sel</span>) pada sel Volta dalam keadaan<span class="has-inline-color has-vivid-red-color"> standar</span>.<br>Potensial sel <span class="has-inline-color has-vivid-red-color">tidak</span> dipengaruhi koefisien reaksi.</p>



<p><strong>E<sup>0</sup> sel = E<sup>0</sup> katoda &#8211; E<sup>0</sup> anoda</strong></p>



<ul><li><strong>Jika E<sup>0</sup> sel > 0</strong>, maka reaksi sel spontan (berlangsung)</li><li><strong>Jika E<sup>0</sup> sel</strong> <strong>&lt; 0</strong>, maka reaksi sel tidak spontan (tidak berlangsung)</li></ul>



<p>Reaksi sel tidak spontan terjadi karena penempatan anoda dan katoda tidak mengacu pada deret volta.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Aplikasi dalam Kehidupan</h2>



<ol><li>Sel volta sebagai sumber energi alat-alat elektronik, baik elemen primer<br>(tidak dapat diisi ulang) atau elemen sekunder (dapat diisi ulang).</li></ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4494" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/12-3/" data-orig-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/12.jpg?fit=204%2C166&amp;ssl=1" data-orig-size="204,166" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="12" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/12.jpg?fit=204%2C166&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/12.jpg?fit=204%2C166&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="204" height="166" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/12.jpg?resize=204%2C166&#038;ssl=1" alt="Sel Volta" class="wp-image-4494" data-recalc-dims="1"/><figcaption>Elemen primer (baterai kering)</figcaption></figure>



<p>2. Deret volta diterapkan pada pencegahan korosi, diantaranya aliasi logam, penyepuhan (perlindungan katodik), dan pengorbanan anoda.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4495" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/screenshot_40/" data-orig-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_40.png?fit=591%2C528&amp;ssl=1" data-orig-size="591,528" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_40" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_40.png?fit=300%2C268&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_40.png?fit=525%2C469&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="525" height="469" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_40.png?resize=525%2C469&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-4495" srcset="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_40.png?w=591&amp;ssl=1 591w, https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_40.png?resize=300%2C268&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 525px) 100vw, 525px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="4496" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/screenshot_41/" data-orig-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_41.png?fit=593%2C304&amp;ssl=1" data-orig-size="593,304" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Screenshot_41" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_41.png?fit=300%2C154&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_41.png?fit=525%2C269&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="525" height="269" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_41.png?resize=525%2C269&#038;ssl=1" alt="Sel Volta" class="wp-image-4496" srcset="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_41.png?w=593&amp;ssl=1 593w, https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2021/01/Screenshot_41.png?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 525px) 100vw, 525px" data-recalc-dims="1" /></figure>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/">Sel Volta &#8211; 10 SMA &#8211; Kimia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/10-sma-kimia-tentang-sel-volta-atau-sel-galvani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KESEIMBANGAN ASAM BASA: MEMAHAMI KONSEP LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/keseimbangan-asam-basa-konsep-larutan-penyangga/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/keseimbangan-asam-basa-konsep-larutan-penyangga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Januariawan I Wayan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2020 03:44:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[asam basa]]></category>
		<category><![CDATA[buffer]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[larutan]]></category>
		<category><![CDATA[larutan penyangga]]></category>
		<category><![CDATA[ph darah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=3472</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hallo adik-adik KLC semua, jumpa lagi dengan konten tulisan kimia. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai konsep kimia yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, bahkan hal ini berhubungan erat dengan diri kita. Apakah itu? Yaps, Konsep larutan penyangga (baca juga: mengenal sistem koloid dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari) Ingatkah kalian dengan istilah pH? pH &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/keseimbangan-asam-basa-konsep-larutan-penyangga/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "KESEIMBANGAN ASAM BASA: MEMAHAMI KONSEP LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/keseimbangan-asam-basa-konsep-larutan-penyangga/">KESEIMBANGAN ASAM BASA: MEMAHAMI KONSEP LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hallo adik-adik KLC semua, jumpa lagi dengan konten tulisan kimia. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai konsep kimia yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, bahkan hal ini berhubungan erat dengan diri kita. Apakah itu? Yaps, Konsep larutan penyangga (baca juga: <strong><a href="https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/">mengenal sistem koloid dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari</a>)</strong></p>



<span id="more-3472"></span>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ingatkah kalian dengan istilah pH?</strong></h2>



<p> pH adalah ukuran untuk menunjukkan derajat keasaman suatu zat atau parameter untuk menyatakan suatu zat itu bersifat basa atau asam.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Lalu, pernahkah kalian menelusuri bahwa apa yang terjadi apabila tubuh mengalami gangguan terhadap pH darah?</strong> &nbsp;</h3>



<p>Dilansir dari situs alodoktor.com, tubuh dapat mengalami dua kondisi yang terjadi akibat perubahan pH dalam darah yaitu kondisi asidosis dan alkalosis. Kondisi asidosis merupakan kondisi yang terjadi karena darah seseorang dinilai terlalu asam (pH &lt; 7,35) dan kondisi alkalosis terjadi apabila darah seseorang terlalu basa (&gt;7,45). Sebagaimana diketahui bahwa kadar pH darah normal berkisar antara 7,35 sampai dengan 7,45.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>KESEIMBANGAN ASAM BASA</strong></h2>



<p>Terjadinya kondisi asidosis dan alkalosis merupakan representasi dari terjadinya gangguan terhadap keseimbangan asam dan basa dalam tubuh. Fungi kerja paru-paru mempengaruhi keseimbangan asam basa dalam tubuh. Karbondioksida, CO<sub>2</sub> merupakan zat yang diproduksi dalam proses pernapasan manusia yang besifat asam, sehingga kadar atau jumlah CO<sub>2</sub> yang keluar akan mempengaruhi keseimbangan pH darah baik itu mengakibatkan kondisi asidosis maupun alkalosis. Asidosis dan alkalosis juga dapat terjadi karena adanya produksi asam basa dalam tubuh yang tidak seimbang akibat ginjal yang tidak dapat membuang kelebihan asam dan basa dalam tubuh.</p>



<p>Mengingat bahwa pH sangat mudah untuk berubah, terus…</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>BAGAIMANA TUBUH MEMPERTAHANKAN pH DARAH?</strong></h3>



<p>Tenyata pH di dalam darah dijaga oleh beberapa sistem kesetimbangan larutan penyangga. Pada cairan tubuh, baik cairan intra sel maupun cairan luar sel (extracelluler), merupakan larutan penyangga. Sistem penyangga yang utama dalam cairan intra sel adalah pasangan asam basa konjugasi dihidrogenfosfat-monohidrogenfosfat (H<sub>2</sub>PO<sub>4</sub><sup>&#8211;</sup> &#8211; HPO<sub>4</sub><sup>2-</sup>). Sementara itu, pada cairan luar sel terdapat sistem penyangga pasangan asam basa konjugasi asam karbonat-bikarbonat (H<sub>2</sub>CO<sub>3</sub> – HCO<sub>3</sub><sup>&#8211;</sup>). Berikut reaksi kimia pada intra sel dan luar sel.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Intra sel</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center">HPO<sub>4</sub><sup>2-</sup> + H<sup>+</sup> <img decoding="async" loading="lazy" width="15" height="20" src="">&nbsp;&lt;-&gt; H<sub>2</sub>PO<sub>4</sub><sup>&#8211;</sup></p>



<p class="has-text-align-center">H<sub>2</sub>PO<sub>4</sub><sup>&#8211;</sup> + OH<sup>&#8211;</sup> <img decoding="async" loading="lazy" width="15" height="20" src="">&nbsp;&nbsp;&lt;-&gt; HPO<sub>4</sub><sup>&#8211; </sup>+H<sub>2</sub>O</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Ekstrasel</h4>



<p class="has-text-align-center">HCO<sub>3</sub><sup>&#8211;</sup> + H<sup>+</sup> <img decoding="async" loading="lazy" width="15" height="20" src="">&nbsp;&nbsp;&lt;-&gt; H<sub>2</sub>CO<sub>3</sub></p>



<p class="has-text-align-center">H<sub>2</sub>CO<sub>3 </sub>+ OH<sup>&#8211;</sup> <img decoding="async" loading="lazy" width="15" height="20" src="">&nbsp;&nbsp;&lt;-&gt; HCO<sub>3</sub><sup>&#8211;</sup> + H<sub>2</sub>O</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>APA ITU LARUTAN PENYANGGA?</strong></h3>



<p>Larutan penyangga merupakan larutan yang dapat mempertahankan pH tertentu terhadap usaha mengubah pH, seperti penambahan asam, basa, ataupun pengenceran&nbsp;(Permana, 2009). Artinya penambahan sedikit asam atau basa tidak merubah pH larutan penyangga. Larutan penyangga dibedakan atas larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam mengandung suatu asam lemah (HA) dengan basa konjugasinya (A<sup>–</sup>), sementara larutan penyangga basa basa lemah (BOH) dengan asam konjugasinya (B+) (Utami, Saputro, Mahardiani, Yamtinah, &amp; Mulyani, 2009).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-attachment-id="3426" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit/thisisengineering-raeng-mf6gb6hv5ou-unsplash/" data-orig-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/07/thisisengineering-raeng-mF6gB6hV5OU-unsplash-e1594913966732.jpg?fit=1300%2C867&amp;ssl=1" data-orig-size="1300,867" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="thisisengineering-raeng-mF6gB6hV5OU-unsplash" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/07/thisisengineering-raeng-mF6gB6hV5OU-unsplash-e1594913966732.jpg?fit=300%2C200&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/07/thisisengineering-raeng-mF6gB6hV5OU-unsplash-e1594913966732.jpg?fit=525%2C350&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="525" height="350" src="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/07/thisisengineering-raeng-mF6gB6hV5OU-unsplash.jpg?resize=525%2C350&#038;ssl=1" alt="konsep larutan penyangga" class="wp-image-3426" data-recalc-dims="1"/></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>BAGAIMANA LARUTAN PENYANGGA BEKERJA?</strong></h3>



<p>Larutan penyangga asam mengandung suatu asam lemah (HA) mengalami reaksi kesetimbangan sebagai berikut.</p>



<p class="has-text-align-center">HA <img decoding="async" loading="lazy" width="15" height="20" src="">&lt;-&gt;&nbsp;H<sup>+</sup> + A<sup>&#8211;</sup></p>



<p>Penambahan basa akan menyebabkan terjadinya pergeseran kesetimbangan kearah ion Hidrogen, yang mana ion hidrogen akan bereaksi dengan ion hidroksida membentuk air. Sedangkan pada penambahan asam, ion H<sup>+</sup> akan bereaksi dengan ion A<sup>&#8211;</sup> sehingga keberadaan ion OH<sup>&#8211;</sup> dari basa atau ion H<sup>+</sup> dari asam tidak begitu berpengaruh selama masih terdapat sistem penyangganya.</p>



<p>Larutan penyagga basa mengandung suatu basa lemah BOH&nbsp; mengalami reaksi kesetimbangan sebagai berikut.</p>



<p class="has-text-align-center">BOH <img decoding="async" loading="lazy" width="15" height="20" src="">&nbsp;&lt;-&gt; B<sup>+</sup> + OH<sup>&#8211;</sup></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana cara membuat larutan penyangga?</strong></h3>



<h4 class="wp-block-heading">a. Mencampurkan asam lemah atau basa lemah dengan garamnya (Permana, 2009).</h4>



<p><strong>Contoh:</strong></p>



<ol type="1"><li>H<sub>2</sub>CO<sub>3</sub> dicampur dengan NaHCO<sub>3</sub>, NaHCO<sub>3</sub> membentuk ion HCO<sub>3</sub><sup>– </sup>sehingga terbentuk larutan penyangga H<sub>2</sub>CO<sub>3</sub>/HCO<sub>3</sub><sup>–</sup>.</li><li>NH<sub>3</sub> dicampur dengan NH<sub>4</sub>Cl, NH<sub>4</sub>Cl membentuk ion NH<sub>4</sub><sup>+</sup>, sehingga terbentuk larutan penyangga NH<sub>3</sub>/NH<sub>4</sub><sup>+</sup></li></ol>



<h4 class="wp-block-heading">b. Mencampurkan asam lemah dengan basa kuat atau basa lemah dengan asam kuat (Permana, 2009).</h4>



<ol type="1"><li>Campuran larutan CH3COOH dengan larutan NaOH akan bereaksi dengan persamaan reaksi: <br>CH<sub>3</sub>COOH(aq) + NaOH(aq) -&gt; CH<sub>3</sub>COONa(aq) + H<sub>2</sub>O(l).<br>Jika jumlah CH<sub>3</sub>COOH yang direaksikan lebih banyak daripada NaOH maka akan terbentuk CH<sub>3</sub>COONa dan ada sisa CH<sub>3</sub>COOH sehingga terjadi larutan penyangga CH<sub>3</sub>COOH/CH<sub>3</sub>COO<sup>–</sup>.</li><li>Campuran NH<sub>3</sub> dengan HCl akan bereaksi dengan persamaan reaksi<br>NH<sub>3</sub>(aq) + HCl(aq) à NH<sub>4</sub>Cl(aq)<br>Jika jumlah NH<sub>3</sub>(aq) berlebih setelah bereaksi akan terbentuk NH<sub>4</sub>Cl dan ada sisa NH<sub>3</sub>(aq) sehingga terjadi larutan penyangga NH<sub>3</sub>(aq)/NH4<sup>+</sup>.</li></ol>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana menghitung pH dari larutan penyangga asam dan basa?</strong></h3>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Penyangga asam</strong></h4>



<p>Asam lemah mengalami kesetimbangan sebagai berikut.</p>



<p class="has-text-align-center">HA &lt;-&gt;&nbsp;H<sup>+</sup> + A<sup>&#8211;</sup></p>



<p>Konstanta disosiasi asam:</p>



<a href="https://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=K_{a}=\frac{[H^{+}][A^{-}]}{[HA]}" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img decoding="async" src="https://latex.codecogs.com/gif.latex?K_{a}=\frac{[H^{+}][A^{-}]}{[HA]}" title="K_{a}=\frac{[H^{+}][A^{-}]}{[HA]}"></a>



<p>Selanjutnya:</p>



<a href="https://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=[H^{+}]=K_{a}\frac{[HA]}{[A^{-}]}" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img decoding="async" src="https://latex.codecogs.com/gif.latex?[H^{+}]=K_{a}\frac{[HA]}{[A^{-}]}" title="[H^{+}]=K_{a}\frac{[HA]}{[A^{-}]}"></a>



<a href="https://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=-log[H^{+}]=-log&amp;space;K_{a}\frac{[HA]}{[A^{-}]}" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img decoding="async" src="https://latex.codecogs.com/gif.latex?-log[H^{+}]=-log&amp;space;K_{a}\frac{[HA]}{[A^{-}]}" title="-log[H^{+}]=-log K_{a}\frac{[HA]}{[A^{-}]}"></a>



<p>pH = <em>pK<sub>a</sub></em>&#8211; log K<sub>­<em>a </em></sub><img decoding="async" loading="lazy" width="24" height="32" src="">[HA]/[A<sup>&#8211;</sup>] atau langsung&nbsp; pH = &#8211; log [H<sup>+</sup>]</p>



<p>Bisa juga dengan</p>



<p>[H<sup>+</sup>] = K<sub>­<em>a  </em></sub><img decoding="async" loading="lazy" width="7" height="27" src="">a/b<em> </em>, dimana a adalah mol atau mmol asam lemah, b adalah mol atau mmol basa konjugasinya</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Penyangga basa</strong></h4>



<p>Basa lemah mengalami reaksi kesetimbangan sebagai berikut.</p>



<p class="has-text-align-center">BOH &lt;-&gt; B<sup>+</sup> + OH<sup>&#8211;</sup></p>



<p>Konstanta disosiasi basa:</p>



<a href="https://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=K_{b}=&amp;space;\frac{[B^{+}][OH]}{[BOH]}" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img decoding="async" src="https://latex.codecogs.com/gif.latex?K_{b}=&amp;space;\frac{[B^{+}][OH]}{[BOH]}" title="K_{b}= \frac{[B^{+}][OH]}{[BOH]}"></a>



<p>Selanjutnya:</p>



<a href="https://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=[OH^{-}]=&amp;space;K_{b}\frac{[BOH]}{[B^{+}]}" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img decoding="async" src="https://latex.codecogs.com/gif.latex?[OH^{-}]=&amp;space;K_{b}\frac{[BOH]}{[B^{+}]}" title="[OH^{-}]= K_{b}\frac{[BOH]}{[B^{+}]}"></a>



<a href="https://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=-log[OH^{-}]=-log&amp;space;K_{b}\frac{[BOH]}{[B^{+}]}" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img decoding="async" src="https://latex.codecogs.com/gif.latex?-log[OH^{-}]=-log&amp;space;K_{b}\frac{[BOH]}{[B^{+}]}" title="-log[OH^{-}]=-log K_{b}\frac{[BOH]}{[B^{+}]}"></a>



<a href="https://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=pOH=&amp;space;pK_{b}-log\frac{[BOH]}{[B^{+}]}" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img decoding="async" src="https://latex.codecogs.com/gif.latex?pOH=&amp;space;pK_{b}-log\frac{[BOH]}{[B^{+}]}" title="pOH= pK_{b}-log\frac{[BOH]}{[B^{+}]}"></a>



<p>pH = 14 &#8211; pOH</p>



<p>Bisa juga dengan</p>



<p>[OH<sup>&#8211;</sup>]= K<sub>­<em>b  </em></sub><img decoding="async" loading="lazy" width="7" height="29" src=""><em> </em>b/a, dimana b adalah mol atau mmol basa lemah dan a adalah mol atau mmol asam konjugasinya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>PENGGUNAAN LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)</strong></h3>



<p>Larutan buffer telah &nbsp;digunakan secara luas dalam berbagai bidang seperti bidang kimia analitis, biokimia, dan bakteriologi, fotografi, industri kulit, dan zat warna&nbsp;(Harnanto &amp; Ruminten, 2009). Setiap bidang tersebut, utamanya dalam biokimia dan bakteriologi, diperlukan kondisi rentang <em>p</em>H tertentu untuk mencapai atau menghasilkan suatu proses atau kerja yang optimum, seperti kerja suatu enzim, tumbuhnya kultur bakteri, dan proses biokimia lainnya sangat sensitif terhadap perubahan <em>p</em>H, sehingga diperlukan larutan penyangga untuk menjaga atau mempertahankan kondisi pH.</p>



<p>Demikianlah sedikit informasi tentang keseimbangan asam basa khususnya menyangkut tentang konsep larutan penyangga atau buffer, semoga dengan informasi ini kalian dapat menambah wawasan dan pemahaman.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>REFERENSI</strong><strong></strong></h2>



<p>Alodokter. (2018, 28 September). <em>Gangguan Keseimbangan Asam Basa</em>. Retrieved from Alodokter.com: www.alodokter.com</p>



<p>Harnanto, A., &amp; Ruminten. (2009). <em>Kimia 2 Untuk SMA/MA Kelas XI.</em> Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.</p>



<p>Permana, I. (2009). <em>Memahami Kimia SMA/MA 2 Untuk Kelas XI, Semester 1 dan 2 Program Ilmu Pengetahuan Alam .</em> Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2019.</p>



<p>Utami, B., Saputro, A. N., Mahardiani, L., Yamtinah, S., &amp; Mulyani, B. (2009). <em>Kimia untuk SMA dan MA kelas XI.</em> Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.</p>



<p class="has-text-align-right">Editor : -ND-</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/keseimbangan-asam-basa-konsep-larutan-penyangga/">KESEIMBANGAN ASAM BASA: MEMAHAMI KONSEP LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/keseimbangan-asam-basa-konsep-larutan-penyangga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3472</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengenal sistem Koloid dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ms Putri Puspadewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2020 09:51:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kelas 11SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Materi & Video Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[koloid]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[thomas graham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=3274</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hallo adik-adik sahabat KLC, kalian tau gak kimia itu gak serem dan gak selalu berhubungan dengan hal-hal yang berbahaya loh, contohnya koloid. Secara gak langsung kalian sudah menyukai kimia dalam bentuk lain, bahkan mungkin ada dari kalian belum menyadarinya hehe. Apa maksud kimia dalam bentuk lain ya? Penasaran deh! Untuk penjelasan materi berupa video pembelajaran, &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "Mengenal sistem Koloid dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/">Mengenal sistem Koloid dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hallo adik-adik sahabat KLC, kalian tau gak kimia itu gak serem dan gak selalu berhubungan dengan hal-hal yang berbahaya loh, contohnya koloid. Secara gak langsung kalian sudah menyukai kimia dalam bentuk lain, bahkan mungkin ada dari kalian belum menyadarinya hehe. Apa maksud kimia dalam bentuk lain ya? Penasaran deh!</p>



<span id="more-3274"></span>



<p>Untuk penjelasan materi berupa video pembelajaran, bisa kalian tonton pada video berikut ini.</p>



<p><iframe loading="lazy" width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/_grYD8EJXN0" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen=""></iframe></p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa kalian masih ingat minuman wajib pada saat kalian masih bayi? </h2>



<p>Bahkan mungkin sampai saat ini, kalian masih menyukainya, hehe. Yups, minuman itu adalah susu. Susu memiliki penggemar mulai dari kalangan anak-anak sampai lansia loh. Selain susu lezat juga memiliki beragam rasa; stroberi, coklat, vanila, dan lain sebagainya. Susu juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, salah satunya yaitu membantu pertumbuhan tulang karena mengandung kalsium. Selain itu jenis dan komposisi susu disesuaikan menurut umur loh, agar manfaatnya bisa optimal bagi tubuh. Ternyata dibalik kelezatan dan juga manfaatnya, susu secara umum terbuat dari lemak, protein, vitamin, dan mineral. &nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<div data-carousel-extra='{"blog_id":1,"permalink":"https:\/\/krishnalearningcenter.com\/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari\/"}' class="wp-block-image"><figure class="alignleft size-large is-resized"><img data-attachment-id="3279" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/segelas-susu/" data-orig-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/segelas-susu.jpg?fit=660%2C510&amp;ssl=1" data-orig-size="660,510" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="susu" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/segelas-susu.jpg?fit=300%2C232&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/segelas-susu.jpg?fit=525%2C406&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/segelas-susu.jpg?resize=202%2C156&#038;ssl=1" alt="susu" class="wp-image-3279" width="202" height="156" srcset="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/segelas-susu.jpg?w=660&amp;ssl=1 660w, https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/segelas-susu.jpg?resize=300%2C232&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 202px) 100vw, 202px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>



<p>Dalam istilah kimia, <strong>campuran dua zat atau lebih yang berbeda membentuk dua fase disebut campuran heterogen</strong>. Nah, susu sendiri merupakan salah satu contoh campuran heterogen, tepatnya termasuk sistem koloid yaitu <strong><mark class="annotation-text annotation-text-yoast" id="annotation-text-6c8ae08c-c10f-4b2e-829b-3cae5835305f"></mark>tipe emulsi</strong>. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali contoh sistemnya <mark class="annotation-text annotation-text-yoast" id="annotation-text-eed30194-ec55-46a0-a552-ac2c3e304ae6"></mark>selain susu, yang lebih menggugah keingintahuan adik-adik loh, yuk simak penjelasannya!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sistem Dispersi</h2>



<p>Kalian harus mengenal istilah sistem dispersi dulu, sistem dispersi adalah campuran antara fase terdispersi (fase internal) dengan medium pendispersi (fase eksternal) yang bercampur secara merata (Qurniawati, dkk, 2019). Sistem terdispersi dibedakan menjadi tiga jenis yaitu dispersi kasar (suspensi), dispersi halus (larutan), dan dispersi koloid.</p>



<p>Tabel 1. Perbedaan Karakteristik antara Larutan, Koloid, dan Suspensi (Sumber: Partana dan Wiyarsi, 2009)</p>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>Pembeda</strong></td><td><strong>Larutan</strong></td><td><strong>Koloid</strong></td><td><strong>Suspensi</strong></td></tr><tr><td>Jumlah fase</td><td>Satu</td><td>Dua</td><td>Dua</td></tr><tr><td>Distribusi partikel</td><td>Homogen</td><td>Heterogen (tampak homogen)</td><td>Heterogen</td></tr><tr><td>Ukuran partikel</td><td>&lt; 10<sup>-7</sup> cm</td><td>10<sup>-7</sup> – 10<sup>-5 </sup>cm</td><td>&gt; 10<sup>-5</sup> cm</td></tr><tr><td>Penyaringan</td><td>Tidak dapat disaring</td><td>Hanya dapat disaring dengan penyaring ultra</td><td>Dapat disaring</td></tr><tr><td>Kestabilan</td><td>Stabil, tidak memisah</td><td>Stabil, memisah</td><td>Tidak stabil, memisah</td></tr><tr><td>Contoh</td><td>-Larutan gula<br>-Larutan teh</td><td>-Tepung dalam air<br>-Susu</td><td>-Pasir dalam air<br>-Kopi dalam air</td></tr></tbody></table></figure>



<figure class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex"><ul data-carousel-extra='{"blog_id":1,"permalink":"https:\/\/krishnalearningcenter.com\/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari\/"}' class="blocks-gallery-grid"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img decoding="async" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/1200px-Thomas_Graham_Litho-787x1024.jpg?resize=525%2C683&#038;ssl=1" alt="" data-id="3284" data-full-url="https://krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/1200px-Thomas_Graham_Litho.jpg" data-link="https://krishnalearningcenter.com/?attachment_id=3284" class="wp-image-3284" data-recalc-dims="1"/></figure></li></ul></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Istilah koloid </h2>



<div data-carousel-extra='{"blog_id":1,"permalink":"https:\/\/krishnalearningcenter.com\/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari\/"}' class="wp-block-image"><figure class="alignleft size-large is-resized"><img data-attachment-id="3285" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/1200px-thomas_graham_litho-2/" data-orig-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/1200px-Thomas_Graham_Litho-1-e1593337703630.jpg?fit=800%2C1041&amp;ssl=1" data-orig-size="800,1041" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="thomas graham" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/1200px-Thomas_Graham_Litho-1-e1593337703630.jpg?fit=230%2C300&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/1200px-Thomas_Graham_Litho-1-e1593337703630.jpg?fit=525%2C683&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/1200px-Thomas_Graham_Litho-1.jpg?resize=152%2C198&#038;ssl=1" alt="thomas graham" class="wp-image-3285" width="152" height="198" data-recalc-dims="1" /><figcaption>Sumber : wikipedia.org</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Dikembangkan oleh <strong>Thomas Graham (1861)</strong> dari bahasa Yunani yang berarti “seperti perekat”. Thomas Graham mendefinisikan koloid sebagai sistem yang tidak dapat melewati membran yang tipis dengan pori sangat kecil. Seiring berjalannya waktu, definisi koloid kian berkembang salah satunya: <strong>sistem koloid adalah campuran heterogen yang terdiri dari fase terdispersi dan medium pendispersi dengan ukuran partikel berkisar antara 1-1000 nm</strong> (Watoni, dkk, 2016). Fase dispersi dalam koloid tersebar secara merata dalam medium pendispersi, maka wujud koloid tampak seolah-olah homogen jika dilihat dengan mata biasa. Namun, sistem koloid merupakan dispersi heterogen dari dua fase yang tidak dapat bercampur bila dilihat dengan menggunakan mikroskop ultra (Watoni, dkk, 2016). &nbsp;&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://www.instagram.com/p/CBt2TL6JeHP/?utm_source=ig_web_copy_link" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img decoding="async" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/Idr-500K-1-724x1024.jpg?resize=525%2C743&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-3309" data-recalc-dims="1"/></a></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Sistem Koloid</h2>



<p>Nah selanjutnya, apa aja ya sistem koloid yang ada? Hmm, salah satu bocorannya ada pada paragraf tiga yang di <em>bold</em> loh. Yups betul, koloid tipe emulsi. Wah, apa itu<mark class="annotation-text annotation-text-yoast" id="annotation-text-0f4b7859-f94d-4230-a50d-f722094f354f"></mark> ya? Sebelum mengetahuinya, ada baiknya simak dulu penjelasan pada Tabel 2. Fase terdispersi maupun medium pendispersi dalam sistem koloid dapat berwujud padat, cair, dan gas. Dari ketiga zat tersebut dapat terbentuk sembilan kombinasi campuran fase zat, tetapi sistem koloid yang terbentuk hanya delapan. Hal ini terjadi karena partikel-partikel molekul gas mempunyai diameter kurang dari 10<sup>-7</sup> cm dan jarak antarpartikel gas sangat renggang sehingga semua partikel gas dapat bercampur homogen (satu fase) dalam segala perbandingan. Oleh karena itu, campuran gas dan gas tidak termasuk sistem koloid. Oleh karena itu, berdasarkan pengelompokan sistem koloid pada Tabel 2, secara garis besar ada empat kelompok tipe koloid (delapan tipe koloid). Empat kelompok tipe koloid tersebut yaitu sol, aerosol, emulsi, dan busa.</p>



<p class="has-text-align-center">Tabel 2. Tipe-tipe Koloid (Sumber: Quarniawati, dkk. 2019)</p>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td><strong>No.</strong></td><td><strong>Nama Tipe Koloid</strong></td><td><strong>Fase Terdispersi</strong></td><td><strong>Medium Pendipersi</strong></td></tr><tr><td>1</td><td>Sol padat</td><td>Padat</td><td>Padat</td></tr><tr><td>2</td><td>Sol cair</td><td>Padat</td><td>Cair</td></tr><tr><td>3</td><td>Aerosol padat</td><td>Padat</td><td>Gas</td></tr><tr><td>4</td><td>Aerosol cair</td><td>Cair</td><td>Gas</td></tr><tr><td>5</td><td>Emulsi padat</td><td>Cair</td><td>Padat</td></tr><tr><td>6</td><td>Emulsi cair</td><td>Cair</td><td>Cair</td></tr><tr><td>7</td><td>Busa padat</td><td>Gas</td><td>Padat</td></tr><tr><td>8</td><td>Busa cair</td><td>Gas</td><td>Cair</td></tr></tbody></table></figure>



<p>Fase terdispersi koloid dapat berupa zat cair, padat, dan gas. Sebagai contoh, emulsi tersusun dari partikel-partikel zat cair yang terdispersi dalam medium cair. Busa terdiri atas gelembung gas yang terjebak dalam zat padat atau cair. Derajat dispersi bergantung pada ukuran partikelnya (Watoni, dkk, 2016). Berikut penjelasan lebih lanjutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Koloid Tipe Sol</h3>



<p>Sol adalah sistem koloid dengan fase terdispersi padat dalam medium pendispersi berwujud cair atau padat. Sol dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sol padat dan sol cair. Sol padat merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi dan medium pendispersi padat. Contoh sol padat yaitu kaca berwarna, intan hitam, serta beberapa batu mulia dan sintetis. Sol cair merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi padat dan medium pendispersi cair. Contoh sol cair yaitu sol kanji, tinta, cat, darah, dan sol logam. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Koloid Tipe Aerosol</strong></h3>



<p>Aerosol merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi padat atau cair dalam medium pendispersi gas. Aerosol dibedakan menjadi dua tipe yaitu aerosol padat dan aerosol cair. Aerosol padat terbentuk apabila partikel-partikel padat yang sangat halus terdispersi ke dalam medium pendispersi gas<strong>. </strong>Contoh aerosol padat yaitu asap letusan gunung berapi.</p>



<p>Aerosol cair adalah koloid yang terdiri atas fase terdispersi cair dalam medium pendispersi gas, contoh kabut. Kabut terjadi apabila udara yang memiliki kelembapan tinggi mengalami pendinginan. Uap air yang terkandung di udara mengembun dan bergabung membentuk butiran-butiran halus berukuran partikel koloid.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Koloid Tipe Emulsi</strong></h3>



<p>Emulsi dibedakan menjadi dua yaitu emulsi cair dan emulsi padat. Emulsi cair adalah sistem<mark class="annotation-text annotation-text-yoast" id="annotation-text-de292900-5acf-4f55-b560-fabe28b89cbe"></mark> yang fase terdispersi dan medium pendispersinya cair. Namun, sistem dispersi ini tidak dapat bercampur secara homogen, contoh susu. Susu merupakan emulsi lemak dalam air. Untuk mendispersikan lemak ke dalam air diperlukan zat penghubung. Zat penghubung tersebut harus memiliki gugus polar dan nonpolar sehingga zat tersebut dapat bercampur dengan lemak (non polar) dan dapat pula bercampur dengan air (polar). Zat penghubung tersebut disebut <strong>emulgator</strong>. Ilustrasi zat emulgator pada susu dapat dilihat pada Gambar 1.</p>



<figure class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-4 is-layout-flex"><ul data-carousel-extra='{"blog_id":1,"permalink":"https:\/\/krishnalearningcenter.com\/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari\/"}' class="blocks-gallery-grid"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img data-attachment-id="3288" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/polar-1/" data-orig-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-1.png?fit=575%2C107&amp;ssl=1" data-orig-size="575,107" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="koloid" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-1.png?fit=300%2C56&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-1.png?fit=525%2C98&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="525" height="98" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-1.png?resize=525%2C98&#038;ssl=1" alt="" data-id="3288" data-full-url="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-1.png?resize=525%2C98&#038;ssl=1" data-link="https://krishnalearningcenter.com/?attachment_id=3288" class="wp-image-3288" srcset="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-1.png?w=575&amp;ssl=1 575w, https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-1.png?resize=300%2C56&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 525px) 100vw, 525px" data-recalc-dims="1" /></figure></li></ul></figure>



<p class="has-text-align-center">Gambar 1. Zat emulgator (kasein atau lesitin) yang bekerja pada air dan lemak pada susu (Sumber: Sutresna, 2007)</p>



<p>Susu murni (dalam bentuk cair) merupakan contoh bentuk emulsi alami karena di dalam susu murni telah terdapat emulgator, yaitu <strong>kasein</strong>. Sedangkan, dalam industri makanan umumnya susu murni diolah menjadi susu bubuk. Susu bubuk yang terbentuk menjadi sukar larut dalam air, kecuali dengan air panas. Oleh karena itu, digunakan emulgator yaitu <strong>lesitin</strong> sehingga susu bubuk mudah larut dalam air sekalipun dengan air dingin. Susu bubuk yang dicampur dengan zat emulgator disebut <em>susu bubuk instant</em> (Sutresna, 2007). &nbsp;&nbsp;</p>



<p>Pada gambar di bawah dijelaskan dari proses sebelum emulsi sampai menjadi emulsi yang stabil dengan bantuan zat emulgator.</p>



<figure class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-6 is-layout-flex"><ul data-carousel-extra='{"blog_id":1,"permalink":"https:\/\/krishnalearningcenter.com\/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari\/"}' class="blocks-gallery-grid"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img data-attachment-id="3291" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/polar-2/" data-orig-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-2.png?fit=622%2C188&amp;ssl=1" data-orig-size="622,188" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="polar-2" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-2.png?fit=300%2C91&amp;ssl=1" data-large-file="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-2.png?fit=525%2C159&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" width="525" height="159" src="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-2.png?resize=525%2C159&#038;ssl=1" alt="" data-id="3291" data-full-url="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-2.png?resize=525%2C159&#038;ssl=1" data-link="https://krishnalearningcenter.com/?attachment_id=3291" class="wp-image-3291" srcset="https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-2.png?w=622&amp;ssl=1 622w, https://i1.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2020/06/polar-2.png?resize=300%2C91&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 525px) 100vw, 525px" data-recalc-dims="1" /></figure></li></ul></figure>



<p>Emulsi padat adalah tipe yang terbentuk dari fase cair yang terdispersi dalam medium pendispersi padat dan tidak dapat bercampur homogen, contoh mentega dan keju.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Koloid Tipe Busa</h3>



<p>Busa merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi gas dalam medium pendispersi cair atau padat. Busa cair juga disebut buih. Buih dapat dibuat dengan mengalirkan gas ke dalam zat cair yang mengadung zat pembuih. Contoh busa cair yaitu buih sabun dan krim kocok. Zat pembuih berfungsi untuk menstabilkan buih yang terbentuk, contoh sabun, detergen, dan protein.</p>



<p>Busa padat terjadi apabila fase gas terdispersi dalam medium padat. Tipe<mark class="annotation-text annotation-text-yoast" id="annotation-text-319cbb1b-ac93-405d-8581-f158bbb82a12"></mark>ini terbentuk pada suhu tinggi dalam medium pendispersi yang mempunyai titik lebur di atas suhu kamar. Hal inilah yang menyakibatkan sistem<mark class="annotation-text annotation-text-yoast" id="annotation-text-e6c69b24-40b8-4599-a88d-0658b47077c7"></mark> ini pada suhu kamar berwujud padat, contoh batu apung, <em>styrofoam</em>, dan lava gunung berapi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Referensi:</strong></h2>



<p>Partana dan Wiyarsi. 2009. <em>Mari Belajar Kimia untuk SMA-MA Kelas XI</em> <em>IPA</em>. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.</p>



<p>Quarniawati, dkk. 2019. <em>Kimia untuk SMA/MA Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam</em>. Yogyakarta: PT. Penerbit Intan Pariwara.</p>



<p>Sutresna, Nana. 2007. <em>Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam</em>. Bandung: PT Grafindo Media Pratama.</p>



<p>Watoni, dkk. 2016. <em>Kimia untuk Siswa SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam</em>. Bandung: Yrama Widya.</p>



<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Susu">https://id.wikipedia.org/wiki/Susu</a></p>



<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Graham">https://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Graham</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/">Mengenal sistem Koloid dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/mengenal-sistem-koloid-dan-hubungannya-dengan-kehidupan-sehari-hari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3274</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PILIH UN KIMIA? KENAPA TIDAK?</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/pilih-un-kimia-kenapa-tidak-tips-trik/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/pilih-un-kimia-kenapa-tidak-tips-trik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Januariawan I Wayan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2018 06:02:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=1001</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pilih UN kimia, kenapa tidak? Penyataan ini muncul seiring dengan keberadaan fenomena rendahnya pemilih mata pelajaran kimia pada pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2017 (Bisa cek: kabar24.bisnis.com; www.jawapos.com; m.detik.com; www.pressreader.com). Rendahnya pemilih mata pelajaran kimia untuk UN kiranya didasarkan atas anggapan bahwa pelajaran kimia adalah pelajaran yang sangat sulit. Dari namanya saja sudah membuat siswa berekspektasi &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/pilih-un-kimia-kenapa-tidak-tips-trik/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "PILIH UN KIMIA? KENAPA TIDAK?"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/pilih-un-kimia-kenapa-tidak-tips-trik/">PILIH UN KIMIA? KENAPA TIDAK?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pilih UN kimia, kenapa tidak? Penyataan ini muncul seiring dengan keberadaan fenomena rendahnya pemilih mata pelajaran kimia pada pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2017 (Bisa cek: <a href="http://kabar24.bisnis.com">kabar24.bisnis.com</a>; <a href="http://www.jawapos.com">www.jawapos.com</a>; <a href="http://m.detik.com">m.detik.com</a>; <a href="http://www.pressreader.com">www.pressreader.com</a>). Rendahnya pemilih mata pelajaran kimia untuk UN kiranya didasarkan atas anggapan bahwa pelajaran kimia adalah pelajaran yang sangat sulit. Dari namanya saja sudah membuat siswa berekspektasi bahwa pelajaran tersebut akan membuat mereka <em>kebliger </em>dan <em>pusing tuju keliling</em> (Mungkin siswa pikir KIMIA itu <em>Kerjaannya  Itu Mikir Aja</em>).</p>
<p><span id="more-1001"></span></p>
<h2><span style="color: #339966;"><strong>TERUS KENAPA MEMILIH UN KIMIA?</strong></span></h2>
<p>Kalau dipikir-pikir, memang ada benarnya juga kimia itu sulit, sebab bagi penulis sendiri yang berkecimpung di ilmu kimia mengganggap bahwa pelajaran kimia merupakan ilmu yang kompleks. Satu sisi pelajaran kimia membutuhkan ketekunan untuk membaca (sebab ada beberapa hal yang memang konseptual dan kontektual) dan disisi lain pelajaran kimia membutuhkan pemahaman matematis yang lebih (melibatkan perhitungan-perhitungan). Jadi memang lumayan menguras tenaga dan pikiran. Namun, kalau kita sudah mempersiapkan diri dengan baik dan tahu bagaimana harus belajar, UN kimia tidak masalah. Pernahkah kalian membaca dan mencoba menganalisa soal UN kimia dari tahun ke tahun? Akan terlihat pola soal dan bagaimana jenis pertanyaannya. Sehingga kita bisa mereka-reka apa sub atau poin dari suatu topik materi yang kiranya akan muncul sebagai pertanyaan.</p>
<h3><span style="color: #ff9900;"><strong>Apa yang harus dilakukan ketika memilih UN Kimia?</strong></span></h3>
<p>Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika kalian ingin mengambil atau memilih mata pelajaran kimia untuk Ujian Nasional diantaranya.</p>
<h3><span style="color: #99cc00;"><strong><em>Belajar berpikir Analisis, Praktis dan Sistematis.</em></strong></span></h3>
<p>Berpikir analisis diperlukan ketika mengerjakan soal kimia untuk memahami isi dan maksud soal. Kadangkala siswa merasa bahwa soal kimia itu sangat sulit karena tidak mampu menentukan apa yang menjadi poin pertanyaan yang sebenarnya. Hal ini seringkali terjadi pada soal dengan tip<em>e problem solving</em>. Padahal kalau kita tahu maksud dan komponen-komponen yang menjadi kunci pada soal, menjawab soal kimia itu tidak mustahil.</p>
<p><img data-attachment-id="1017" data-permalink="https://krishnalearningcenter.com/pilih-un-kimia-kenapa-tidak-tips-trik/tissnet_exam-pattern/" data-orig-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/01/TISSNET_Exam-Pattern-e1516864950212.jpg?fit=700%2C350&amp;ssl=1" data-orig-size="700,350" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="TISSNET_Exam-Pattern" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/01/TISSNET_Exam-Pattern-e1516864950212.jpg?fit=300%2C150&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/01/TISSNET_Exam-Pattern-e1516864950212.jpg?fit=525%2C263&amp;ssl=1" decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1017" src="https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2018/01/TISSNET_Exam-Pattern-e1516864950212.jpg?resize=525%2C263&#038;ssl=1" alt="UN Kimia" width="525" height="263" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Berikutnya adalah berpikir praktis, pola berpikir ini erat juga kaitannya dengan berpikir analisis. Pada soal kimia, kadangkala terdapat komponen soal yang tidak berhubungan secara langsung dengan poin yang ditanyakan. Seolah-olah soal tersebut sangat kompleks dan sangat sulit, padahal itu bisa diselesaikan dengan konsep dasar saja dan bahkan dapat diselesaikan dengan logika (cobalah kuasai konsep, kemudian akan berkembang cara-cara mudah yang kalian ciptakan sendiri-karena pada dasarnya <em>“cara cepat”</em> yang diciptakan seseorang dapat menyesatkan; baca juga-<span style="color: #ff6600;"><strong><a style="color: #ff6600;" href="https://krishnalearningcenter.com/rumus-cepat-atau-menyesatkan/">Rumus Cepat : Antara Cepat atau Menyesatkan?</a></strong></span></p>
<p>Berpikir sistematis dimaksudkan bahwa kita harus mampu menghubungkan masing-masing komponen yang diketahui di soal. Hal ini penting karena dalam soal-soal kimia, tiap komponen yang diketahui memiliki keterkaitan satu sama lain, biasanya terdapat pada soal yang berupa hitung-hitungan (konsep mol, asam basa, kesetimbangan, laju, dan lain-lain). Contoh soal sederhana yang melibatkan berpikir sistematis adalah menghitung massa apabila diketahui pH, volume dan massa molekul relatif suatu larutan asam atau basa.</p>
<h3><span style="color: #99cc00;"><strong><em>Analisis Kisi-Kisi UN </em></strong></span></h3>
<p>Melalui kisi-kisi kita akan dapat mereka-reka apa kiranya yang akan muncul pada soal UN kimia. Pada kisi-kisi UN akan dipaparkan mengenai ruang lingkup materi dan kemampuan atau penguasaan materi yang diharapkan. Ruang lingkup materi tersebut diantaranya kimia dasar, kimia analitik, kimia fisik, kimia organik dan kimia anorganik. Kemudian  untuk kemampuan atau tingkat berpikir yang diharapkan dibagi menjadi pengetahuan dan pemahaman, aplikasi serta penalaran.  Jadi, keberadaan kisi-kisi ini mempermudah dan menuntun kita dalam belajar terkait dengan UN kimia (Mau lihat kisi-kisi UN dan USBN 2018: <strong><a href="https://drive.google.com/drive/folders/0B0VqzZFkfQpjU0dxUGxUbzZjTlk">Unduh disini</a> </strong>Sumber: <em>bsnp-indonesia.org</em>).</p>
<p>Berikut adalah contoh analisis Kisi-Kisi UN.</p>
<p>Dalam kisi-kisi dicantumkan:</p>
<blockquote><p> Peserta didik dapat memahami dan menguasai pengetahuan mengenai:<br />
&#8211; pH larutan asam-basa kuat dan lemah berdasarkan perhitungan maupun eksperimen (indikator asam-basa).<br />
&#8211; Konsentrasi asam atau basa berdasarkan data hasil titrasi asam-basa.</p></blockquote>
<p>Pernyataan diatas mengandung arti:</p>
<p>(1) dalam soal yang akan dibuat nantinya menuntut siswa untuk mampu menghitung pH asam-basa kuat, lemah  dan mampu menentukan pH suatu larutan berdasarkan hasil percobaan menggunakan beberapa indikator asam-basa (hal ini sering muncul pada soal-soal UN tahun sebelumnya, dimana soal berbentuk tabel yang berisikan hasil uji larutan asam-basa menggunakan berbagai indikator yang nantinya siswa diminta menyimpulkan pH larutan);</p>
<p>(2) soal yang akan dibuat nantinya menuntut siswa untuk mampu menentukan konsentrasi suatu asam atau basa melalui titrasi. Pengalaman soal UN tahun sebelumnya, untuk soal titrasi  yang sederhana biasanya diberikan tabel volume titran dan titrat serta diketahui konsentrasi salah satu larutan asam atau basa kemudian diminta menentukan konsentrasi. Namun ada pula yang dikembangkan, yang mana soal tidak menanyakan konsentrasi tetapi massa dari larutan asam atau basa.</p>
<h2><span style="color: #99cc00;"><strong><em>Rajinlah Berlatih Menjawab Soal</em></strong></span></h2>
<p>Dengan semakin sering kalian mencoba menjawab soal-soal kimia yang beraneka ragam maka secara tidak langsung kalian akan memiliki kemampuan dalam analisis, kritis dan sistematis terhadap berbagai jenis soal. Disamping itu, kalian akan memiliki pengetahuan terhadap berbagai macam jenis soal dengan segala arah dan tujuan dari soal tersebut. Jadi walaupun kalian bisa berpikir analisis, praktis dan sistematis serta memiliki kisi-kisi tanpa latihan untuk mencoba menyelesaikan soal, kalian juga akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal kimia.</p>
<p>Demikian tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila ingin memilih mata pelajaran kimia sebagai mapel pilihan UN untuk siswa program IPA. Semoga apa yang penulis paparkan bisa berguna, bermanfaat dan membuka <em>kekalutan</em> pikiran terkait bagaimana menghadapi soal-soal kimia. Salam Gerbang Mapan (Gerakan Membangun Masa Depan).</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/pilih-un-kimia-kenapa-tidak-tips-trik/">PILIH UN KIMIA? KENAPA TIDAK?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/pilih-un-kimia-kenapa-tidak-tips-trik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1001</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aku Jatuh Cinta Karena “Kimia”</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/aku-jatuh-cinta-karena-kimia/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/aku-jatuh-cinta-karena-kimia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Januariawan I Wayan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 May 2017 03:53:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kimia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=652</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Bila aku jatuh cinta, aku mendengar nyanyian seribu Dewa Dewi cinta menggema dunia” – Sepenggal lirik lagu Nidji yang berjudul Bila Aku Jatuh Cinta. Dalam lagu ini, Nidji mengungkapkan betapa luarbiasanya keadaan atau kondisi seseorang ketika mengalami yang namanya Jatuh Cinta. Pernahkah kalian jatuh cinta? Apakah yang menyebabkan kalian jatuh cinta? Banyak orang yang bilang &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/aku-jatuh-cinta-karena-kimia/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "Aku Jatuh Cinta Karena “Kimia”"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/aku-jatuh-cinta-karena-kimia/">Aku Jatuh Cinta Karena “Kimia”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Bila aku jatuh cinta, aku mendengar nyanyian seribu Dewa Dewi cinta menggema dunia” – Sepenggal lirik lagu Nidji yang berjudul <em>Bila Aku Jatuh Cinta</em>. Dalam lagu ini, Nidji mengungkapkan betapa luarbiasanya keadaan atau kondisi seseorang ketika mengalami yang namanya <strong>Jatuh Cinta</strong>. Pernahkah kalian jatuh cinta? Apakah yang menyebabkan kalian jatuh cinta? Banyak orang yang bilang jatuh cinta terjadi karena daya tarik lawan jenis kita secara fisik seperti <em>ganteng</em>, <em>keren</em>, <em>cool (dingin?</em>)<em>, ngegemesin </em>(membuat gemas), <em>manis</em> dan juga secara mental seperti serangan perhatian yang bertubi-tubi oleh lawan jenis kita sehingga menimbulkan rasa nyaman di dalam diri.</p>
<p><span id="more-652"></span></p>
<p>Apakah itu Jatuh Cinta? Itu tidak penting, yang penting cinta membuat bahagia, ia kan? Nah kali ini penulis kan membahas mengenai jatuh cinta. Jatuh Cinta? Ah basi, tapi tunggu dulu. Kali ini pembahasan cinta sedikit berbeda, kenapa? Karena kita akan mengkupas bagaimana jatuh cinta itu terjadi. Waw..Apakah cinta terjadi karena ketertarikan fisik dan perhatian? Tahukah kamu ada kimianya <em>loh</em> yang berperan dalam jatuh cinta. Ayo kita kupas jatuh cinta karena kimia. [Baca juga: <span style="color: #00ff00"><strong><a style="color: #00ff00" href="https://krishnalearningcenter.com/kenapa-sih-pacaran-butuh-kimia/">pacaran butuh kimia</a>]</strong></span></p>
<h2><strong>Kenapa aku jatuh Cinta?</strong></h2>
<p>Pertanyaan ini sebenarnya pertanyaan yang seakan-akan mengarah pada pernyataan <em>“kayak nggak pernah jatuh cinta saja”</em>. Benar bukan? Tapi, untuk kalian ketahui bahwa jatuh cinta itu tidak jauh dari kimia. Masak? Bodo… Beneran <em>loh</em>, terus gimana? Begini dalam tubuh manusia terdapat beberapa senyawa kimia yang mengakibatkan kita jatuh Cinta.  Apa Saja itu? Senyawa-senyawa tersebut adalah <em>Dopamin</em>,<em> Pheromones, Oksitoksin, Norepinephrine</em>,<em> dan Feniletylamine</em>. Wih apakah itu semua?</p>
<h3><span style="color: #993366"><strong>Kita Jatuh Cinta Karena Dopamin?</strong></span></h3>
<p>Aku jatuh cinta karena dopamin? Kalian tahu tentang Dopamin? Pernah mendengar? Di dalam tubuh kita, dopamin diproduksi oleh otak. Dopamin merupakan neutransmitter yang berperan dalam pengiriman sinyal dari sinapsis yang satu ke sinapsis yang lain.</p>
<p>Dopamin dalam diri dapat memberikan efek nyaman, bahagia, lega, bersemangat atau bisa dibilang menjadi <em>mood</em> <em>boster</em>. Jadi ketika kalian menemukan lawan jenis yang mampu membuat kalian nyaman dan bersemangat, maka dopamin akan diproduksi sehingga jatuh cinta pun terjadi. Ketika dopamin diproduksi, hal yang terlihat dari seseorang yang jatuh cinta adalah perasaan semangat menggebu-gebu untuk selalu <em>pengen</em> ketemu. Pernah merasakannya? Biasanya sih waktu sekolah dulu ketika ada seseorang yang kita taksir pasti semangat untuk sekolah. Hayo siapa yang pernah mengalaminya?</p>
<h3><span style="color: #993366"><strong>Terus kalo Jatuh Cinta karena <em>Pheromones?</em></strong></span></h3>
<p>Pheromones? Mungkin kalian pernah mendengarnya. Pheromones adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh ketika berinteraksi sosial. Kalian bisa jatuh cinta terhadap lawan jenis karena <em>pheromones </em>yang mereka hasilkan. Pheromones memberikan efek terlihat atraktif, menarik, terlihat <em>smart</em> (karena komunikasinya bagus) dan lucu. Hal inilah yang menyebabkan kadang-kadang orang bilang jatuh cinta terjadi dari mata turun ke hati. Ungkapan yang biasanya keluar dari efek Pheromones pada orang yang sedang jatuh cinta adalah <em>wah keren banget orang itu</em>, <em>so cool</em>, <em>emmm..smart banget orang itu</em>. Nah, kalo kalian berniat agar lawan jenis jatuh cinta pada kita, ayo produksi pheromones yang positif (daya tarik lawan jenis). Aku jatuh cinta karena pheromonesnya.</p>
<h3><span style="color: #993366"><strong><em>Oksitoksin</em> hormon Cinta?</strong></span></h3>
<p>Oksitoksin adalah hormon yang juga berperan dalam proses jatuh cinta. Hormon ini hampir sama dengan dopamin yaitu diproduksi dalam otak sebagai neutransmitter. Oksitoksin juga dikatakan hormon cinta, kenapa? Karena hormon ini berperan dalam memberikan efek bahagia bagi pasangan. Pada proses jatuh Cinta hormon ini berperan dalam terciptanya rasa nyaman, empati, gairah, ikatan dan seksualitas. Ketika hormon oksitoksin ini diproduksi dalam tubuh, ungkapan jatuh cinta yang biasanya akan muncul adalah <em>emmm…sweet banget deh atau wah dia rajin banget, uda cakep/cantik, rajin dan pinter lagi.</em> Jadi kalau mau lawan jenis jatuh cinta, stimulus lah hormon ini dengan cara membuat si dia nyaman, bergairah, dan berempati pada kita.</p>
<h3><span style="color: #993366"><strong><em>Norepinephrine dan Feniletylamine</em></strong><strong>?</strong></span></h3>
<p>Pernahkah kalian merasa jantung berdetak kencang karena jatuh cinta? (aku jatuh cinta) Pernahkah wajah kalian memerah karena jatuh cinta? Nah hal tersebut muncul karena pengaruh norepinephrine.</p>
<p>Kita bisa jatuh cinta karena perlakuan yang orang lain berikan kepada kita. Kenapa? Ketika orang mampu memberikan perhatian atau perlakuan baik kepada kita, maka pada tubuh kita akan diproduksi feniletylamine. Feniletylamine ini akan memberikan efek tenang, nyaman, bahagia dan rileks. Apa buktinya feniletylamine mampu memberikan efek tenang, nyaman dan rileks? Pernah makan cokelat? Nah apa yang dirasakan ketika makan cokelat? Cokelat megandung  feniletylamine yang banyak.</p>
<p>Nah gimana pembahasan tentang jatuh cinta karena kimia? Penulis berharap agar terdapat informasi atau wawasan baru yang diperoleh dari tulisan ini. Jadi gimana? Siapkah untuk jatuh cinta dan membuat orang jatuh cinta?  Ayo bagi yang jomblo, berusahalah menstimulasi lawan jenis agar diproduksi senyawa-senyawa tersebut. Jatuh cinta dapat diungkap melalui kimia tapi:</p>
<p>“Hukum gravitasi tidak akan berlaku terhadap orang yang sedang jatuh cinta”-Albert Einstein (iwj)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/aku-jatuh-cinta-karena-kimia/">Aku Jatuh Cinta Karena “Kimia”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/aku-jatuh-cinta-karena-kimia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">652</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 90/252 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: krishnalearningcenter.com @ 2026-10-06 23:55:37 by W3 Total Cache
-->