<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>UGD &#8211; KLC</title>
	<atom:link href="https://krishnalearningcenter.com/tag/ugd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://krishnalearningcenter.com</link>
	<description>Bimbingan Belajar Menuju Gerbang Mapan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jun 2017 07:41:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.13</generator>

<image>
	<url>https://i2.wp.com/krishnalearningcenter.com/wp-content/uploads/2017/02/cropped-klc-favicon-512-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>UGD &#8211; KLC</title>
	<link>https://krishnalearningcenter.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123411097</site>	<item>
		<title>Sepuluh Tingkah-tingkah yang Perlu Dihindari Saat Di UGD</title>
		<link>https://krishnalearningcenter.com/10-tingkah-perlu-dihindari-saat-di-ugd/</link>
					<comments>https://krishnalearningcenter.com/10-tingkah-perlu-dihindari-saat-di-ugd/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Diah Wulan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2017 05:26:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[emergency]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[UGD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://krishnalearningcenter.com/?p=818</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memasuki  Unit Gawat Darurat (UGD) suatu rumah sakit merupakan momok bagi setiap orang. Namanya juga gawat darurat selalu terbayang saat-saat kritis antara hidup dan mati. Kepanikan sudah tidak bisa dibendung, khususnya bagi mereka yang mengantar keluarga, teman, pasangan tak terkecuali orang yang tidak memiliki hubungan terkait. Namun, tidak berhenti di sana, terkadang banyak tingkah-tingkah konyol &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://krishnalearningcenter.com/10-tingkah-perlu-dihindari-saat-di-ugd/" class="more-link">Lanjutkan membaca<span class="screen-reader-text"> "Sepuluh Tingkah-tingkah yang Perlu Dihindari Saat Di UGD"</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/10-tingkah-perlu-dihindari-saat-di-ugd/">Sepuluh Tingkah-tingkah yang Perlu Dihindari Saat Di UGD</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memasuki  Unit Gawat Darurat (UGD) suatu rumah sakit merupakan momok bagi setiap orang. Namanya juga gawat darurat selalu terbayang saat-saat kritis antara hidup dan mati. Kepanikan sudah tidak bisa dibendung, khususnya bagi mereka yang mengantar keluarga, teman, pasangan tak terkecuali orang yang tidak memiliki hubungan terkait.</p>
<p><span id="more-818"></span></p>
<p>Namun, tidak berhenti di sana, terkadang banyak tingkah-tingkah konyol malah membuat suasana tak kondusif di Unit Gawat Darurat. Tidak ingin sesuatu menganggu proses pemeriksaan ataupun malah memperparah kondisi seseorang yang ingin kita selamatkan.</p>
<h2>Coba simak deh, tingkah-tingkah apa saja yang perlu kamu hindari saat berada di UGD.</h2>
<h3>1. Berusahalah untuk tidak berteriak kencang-kencang.</h3>
<p>Pernah menonton film, di mana ada adegan saat pria mengantar kekasihnya yang tak sadarkan diri dan berteriak-teriak memanggil dokter. Kejadiaan itu cuma untuk kepentingan industry film.  kenyataan di lapangan, teriakan itu hanya menganggu pasien-pasien lain yang perlu istirahat. Tidak perlu berteriak, pasti sudah ada dokter atau perawat siaga menangani pasien.</p>
<h3>2. Jangan mencoba menjadi dokter versi google</h3>
<p>Memang zaman sudah melek internet, apapun bisa dicari di google. Seribu satu penyakit lengkap dengan terapi ada semua di google. Tapi hindarilah membandingkan terapi di salah satu blog dengan penjelasan terapi dari dokter langsung. Alangkah menjengkelkannya, jika sedikit-sedikit mengatakan “tapi menurut internet seharusnya obatnya ini dok.” Jika memang tidak puas dengan penjelasan dari dokter, mintalah <em>second opinion </em>dari dokter spesialis atau konsultan. Tindakan ini tidak akan menyinggung, karena dalam hak dan kewajiban pasien maupun keluarga bisa meminta <em>second opinion</em>.</p>
<h3>3. Hilangkan sifat selalu ingin tahu masalah orang lain</h3>
<p>Hal satu ini tidak bisa dielakkan lagi. Pasti pernah ada diantara kalian, saat melihat pasien kritis muncul rasa ingin tahu apa penyakit yang dideritanya. Jika ini ditanyakan ke salah satu staf di UGD, jangan sebal jika mereka tidak mau mengatakan apa diagnosa penyakitnya. Setiap dokter, perawat ataupun tenaga medis lainnya sebelum bekerja mereka sudah disumpah untuk tidak mengatakan diagnosa pasien tanpa seijin pasien maupun wali pasien.</p>
<h3>4. Jangan membawa anak sehat di bawah umur 12 tahun</h3>
<p>Rambu ini harus selalu diingat. Selain kekebalan tubuh anak yang belum sempurna, sehingga bisa tertular infeksi yang ada di rumah sakit (infeksi nasokomial), dampak lainnya ialah trauma. Trauma itu timbul karena kesan menyeramkan seperti rumah sakit daerah dengan bangunan-bangunan tua peninggalan belanda. Belum lagi anak akan melihat pasien merintih kesakitan juga pasien berdarah-darah pada kasus kecelakaan lalu lintas. Hal-hal itu akan menjadi kenangan buruk yang selalu terniang sehingga di kemudian hari akan sulit mengajak anak saat sakit ke UGD.</p>
<h3>5. Berhenti mendikte setiap tindakan tenaga kesehatan</h3>
<p>Khususnya tipe-tipe perfeksionis, jangan samakan setiap tindakan medis dengan ketrampilan tangan yang rapi. Melakukan tindakan medis mengutamakan kecepatan dan keselamatan pasien bukan keindahan. Contoh : saat menangani pasien kecelakaan, mereka tidak langsung membersihkan sisa-sisa darah kering. Focus mereka adalah menghentikan perdarahan atau menegakan diagnosa adanya kecurigaan tentang patah tulang.</p>
<h3>6. Larangan khusus membuang sampah</h3>
<p>Membuang sampah pada tempatnya perlu sedikit ditambahkan jika berada di UGD. Bertanyalah pada petugas di sana, saat membuang sampah. Karena belum tentu, saat membuang sampah pada tempatnya berarti benar. Pada umumnya, di UGd dibedakan sampah medis dan non medis berdasarkan warna plastic. Umumnya kuning untuk sampah medis dan hitam untuk non medis. Pengelolaan limbah terakhir akan berbeda, sampah medis akan dimusnahkan melalui alat incenerator dan sampah non medis dibuang di TPU. Biaya untuk alat incenerator cukup mahal, jika ternyata banyak sampah-sampah non medis tidak sengaja ikut dimusnahkan, rumah sakit akan mengalami kerugian.</p>
<h3>7. Bermain dengan alat-alat medis</h3>
<p>Kebiasaan usil satu ini harus dibuang jauh-jauh. Akibat fatal berdampak pada hidup mati seseorang. Contoh: monitor yang tersambung pada pasien, jika ada yang berbunyi seperti alarm tanyalah pada petugas kesehatan. Jangan berlagak tahu dengan memencet tombol sembarang.</p>
<h3>8. Mengunjungi pasien beramai-ramai</h3>
<p>Menjenguk teman atau sanak saudara memang tindakan terpuji. Tapi mengunjungi beramai-ramai tentu sangat mengganggu aktivitas di Unit Gawat Darurat. Selain itu, pasien sakit perlu istirahat total. Biasanya setiap Rumah sakit membatasi pengunjung untuk mendampingi pasien. Fenomena yang sering terjadi, aturan itu kerap diabaikan.</p>
<h3>9. Tidak menggunakan alat pelindung diri saat sakit</h3>
<p>Apa saja itu alat pelindung diri? Contoh: masker, sarung tangan, kacamata khusus dan jas. Tapi bagi masyarakat, umumnya alat pelindung diri yang sering digunakan ialah masker. Dalam keadaan flu atau batuk pergunakanlah masker saat memasuki UGD, selain mencegah infeksi yang didapat di rumah sakit (infeksi nasokomial) hal ini penting untuk tidak menularkan penyakit kita ke pasien lainnya.</p>
<h3>10. Lupa cuci tangan saat pulang</h3>
<p>Tidak bisa dipungkiri lagi selain tempat untuk pelayanan kesehatan masyarakat, UGD juga sarangnya berbagai virus,kuman maupun penyakit menular lainnya. Kita tidak pernah tahu kapan dan bagaimana virus atau kuman itu memasuki daerah pertahanan tubuh kita. Cegahlah dengan mencuci tangan, biasanya akan tersedia juga cairan antiseptik(<em>hand sanitizer</em>) di sudut-sudut UGD dan poster cara mencuci tangan yang benar. Minta ijinlah untuk mengunakan sarana cucitangan di UGD. Menurut penelitian yang diterbitkan British Medical Journal di tahun 2007 menyebutkan, cuci tangan lebih efektif mencegah flu, dibanding obat atau vaksin. Hasil penelitian WHO juga menunjukkan hasil serupa. Menurut penelitian itu, perilaku cuci tangan pakai sabun mampu mengurangi angka diare hingga 45% dan mampu menurunkan ISPA serta flu burung hingga 50%.</p>
<p>Nah sudah mengerti akibat-akibat tindakan di atas. Jika kalian orang intelek dan bijaksana pasti menghindari tingkah-tingkah di atas.</p>
<blockquote><p>Kita hidup tidak untuk diri sendiri, jika tidak bisa banyak menolong orang sakit upayakanlah untuk tidak merugikan kesehatan orang lain.</p></blockquote>
<p>Selamat mejaga kesehatan diri sendiri dan orang lain.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com/10-tingkah-perlu-dihindari-saat-di-ugd/">Sepuluh Tingkah-tingkah yang Perlu Dihindari Saat Di UGD</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://krishnalearningcenter.com">KLC</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://krishnalearningcenter.com/10-tingkah-perlu-dihindari-saat-di-ugd/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">818</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 26/57 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: krishnalearningcenter.com @ 2026-10-06 23:34:03 by W3 Total Cache
-->