Telah dibaca beberapa kali
Hallo adik-adik sahabat KLC semuanya apakah kalian sudah pernah mendengarkan sel volta? Nah hari ini kita akan membahas materi tentang sel volta, yuk disimak dan kita belajar bersama ya!
Mari belajar dengan Video Pembelajaran dari KLC. Dijamin belajar bisa dimana saja dan tentunya lebih asik dan menarik. Pada bagian ini kita akan membahas materi mengenai Sel Volta. Silahkan cermati materi dan video pembelajaran berikut ini .
Sel Volta (Sel Galvani) adalah salah satu sel elektrokimia yang mengubah energi kimia (reaksi redoks) menjadi energi listrik.
Susunan Sel Volta

| Anoda (-) | Katoda (+) |
| Kutub (-) sumber arus Mengalami oksidasi Melepas Elektron | Kutub (+) sumber arus Mengalami reduksi Menerima elektron |
Jembatan garam
Jembatan garam, merupakan tabung U penyempurna sel yang mengandung larutan garam dalam koloid agar-agar. Jembatan garam membuat rangkaian menjadi rangkaian tertutup, dan menyeimbangkan muatan elektrolit (kation dan anion) dalam larutan.
Prinsip Kerja Sel Volta
Dalam menghasilkan arus listrik, aliran transfer elektron dari reaksi oksidasi di anode ke reaksi reduksi di katode melalui rangkaian luar.
Contoh : Anoda M tercelup pada elektrolit MA, dan anoda N tercelup pada elektrolit NB
- Anoda teroksidasi berubah menjadi ion yang larut dalam elektrolit anoda, sehingga menyebabkan anoda kelebihan ion positif.
2. Elektron yang dilepaskan anoda bergerak ke katoda melalui kawat penghantar.
3. Katoda tereduksi, karena ion logam dari elektrolit katoda menerima elektron.
Sehingga menyebabkan katoda kelebihan ion negatif.
Kelebihan muatan pada kedua elektroda menyebabkan ketidakseimbangan muatan yang menyebabkan reaksi tidak berkelanjutan. Sehingga dinetralkan oleh jembatan garam yang memberikan ion positif dan negatif pada elektroda yang membutuhkan.
Reaksi Sel Volta :

Macam-macam Elektroda pada Sel Volta :


Potensial Elektroda (E)
Potensial Elektroda (E), merupakan potensial listrik yang dihasilkan oleh suatu elektroda jika dibandingkan dengan elektroda Hidrogen (E0=0).
Besarnya kecenderungan suatu unsur untuk melepaskan atau mempertahankan elektron dalam keadaan standar (pada suhu 25ᵒC dan tekanan 1 atm), disebut potensial elektroda standar (E0). Nilai potensial elektroda standar (E0) mengacu pada deret volta dan dikaitkan dengan reaksi reduksi, sehingga :
E0 = E0 reduksi = – E0 oksidasi



Potensial Sel Standar (E0 sel)
Potensial Sel Standar (E0 sel), merupakan beda potensial listrik antara anoda dan katoda (tegangan sel) pada sel Volta dalam keadaan standar.
Potensial sel tidak dipengaruhi koefisien reaksi.
E0 sel = E0 katoda – E0 anoda
- Jika E0 sel > 0, maka reaksi sel spontan (berlangsung)
- Jika E0 sel < 0, maka reaksi sel tidak spontan (tidak berlangsung)
Reaksi sel tidak spontan terjadi karena penempatan anoda dan katoda tidak mengacu pada deret volta.
Aplikasi dalam Kehidupan
- Sel volta sebagai sumber energi alat-alat elektronik, baik elemen primer
(tidak dapat diisi ulang) atau elemen sekunder (dapat diisi ulang).

2. Deret volta diterapkan pada pencegahan korosi, diantaranya aliasi logam, penyepuhan (perlindungan katodik), dan pengorbanan anoda.


