Pengertian Drama : Sejarah, Ciri, Jenis, dan Unsurnya

Telah dibaca 170 kali

Dalam kegiatan sehari-hari kita sering mendengar kata “drama”. Bagi kalian yang sering menonton televisi tidak asing lagi dengan film atau sinetron yang tayang di layar kaca, nah itu adalah salah satu contoh drama. Baiklah, kita mulai dari sejarah dan pengertian drama yaa.

1. Sejarah Drama

Drama sudah dijadikan sebuah pertunjukkan yang dipertontonkan nenek moyang dan sekarang juga masih banyak yang meminatinya. Nenek moyang melakukan pertunjukan ini sejak beberapa abad silam. Ada bukti tertulis bahwa drama sudah ada sejak abad ke-5 SM.

Hal ini berdasarkan atas penemuan naskah drama yang ada di Yunani. Yang ditulis oleh Aeschylus diperkiran hidup 525-256 SM. Isi teks naskah drama pertama kali berisi tentang persembahan kepada dewa-dewa.

2. Pengertian Drama

Drama sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang berarti berbuat, bertindak, dan sebagainya. Kata drama dapat diartikan sebagai suatu perbuatan atau tindakan. Secara umum, pengertian drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama dapat dikenal dengan istilah teater. Drama juga dapat dikatakan sebagai cerita yang diperagakan di panggung dan berdasarkan sebuah naskah.

Pada umumnya, drama memiliki 2 arti, yaitu drama dalam arti luas serta drama dalam arti sempit. Pengertian drama dalam arti luas adalah semua bentuk tontonan atau pertunjukkan yang mengandung cerita yang ditontonkan atau dipertunjukkan di depan khalayak umum. Sedangkan pengertian drama dalam arti sempit ialah sebuah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung.

Drama merupakan karangan yang menggambarkan suatu kehidupan serta watak manusia dalam berperilaku yang dipentaskan dalam beberapa babak.

3. Ciri-ciri Drama

  1. Seluruh cerita yang ada di dalam cerita drama mengadung bentuk dialog. Baik tokoh maupun narrator. Ciri utama pada naskah dialog adalah semua ucapan disusun dalam bentuk teks.
  2. Dalam dialog drama tidak menggunakan tanda petik (“…”). Karena dalam dialog drama tidak menggunakan kalimat langsung. Sehingga dalam drama tidak menggunakan tanda petik.
  3. Dalam suatu drama diengkapi dengan sebuah petunjuk tertentu yang perlu diperhatikan oleh tokoh pameran yang bersangkutan. Pada umumnya petunjuk ditulis didalam tanda kurung dan bisa juga menggunakan jenis huruf yang berbeda yang tidak ada pada dialog.
  4. Naskah drama terletak pada ditas dialaog atau disamping dialog.

4. Jenis-jenis Drama

Dalam drama ada 3 jenis sesuai dengan bentuk strukutrnya, yaitu berdasarkan penyajian kisah drama, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah drama.

a. Berdasarkan penyajian kisah drama

  • Tragedi : Dalam drama ini banyak bercerita tentang kesedihan.
  • Komedi : Dalam drama ini bercerita tentang hal hal yang mengandung kelucuan dengan maksud menghibur
  • Tragekomedi : Dalam drama ini menceritakan tentang perpaduan drama tragedi dan drama komedi.
  • Opera : Penyampaian dialog dalam drama ini menggunakan nyanyian atau musik
  • Melodrama : Penyapaian dialognya dalam drama ini diucapkan dan diiringi dengan suara musik atau lagu.
  • Farce : Drama ini menyerupai dengan drama dagelan tetapi tidak sepenuhnya sama , ada perbedaan ketika dalam penyampaian.
  • Tablo ; Drama ini lebih dominan dengan melakukan dengan gerak dan para pemainnya tidak mengeluarkan ucapan dialog.
  • Sendratari : Drama ini penggabungan antara seni drama dan seni tari.

b. Berdasarkan dengan sarana pementasan

  • Drama Panggung : Drama yang dimainkan oleh para aktor yang dipentaskan diatas panggung.
  • Drama radio : Drama ini tidak bisa tonton secara langsung, tetapi hanya bisa didengar oleh penimat.
  • Drama televisi : Drama ini hampir sama dengan drama panggung, namun tidak bisa diraba dan hanya bisa ditonton saja.
  • Drama film : Drama ini menggunakan media layar lebar serta biasanya dipertunjukkan di bioskop.
  • Drama wayang : Drama ini ketika pertunjukan diiringi oleh pagelaran wayang.
  • Drama boneka : Drama ini seorang tokoh di digambarkan dengan oneka yang dimainkan oleh bebrapa orang.

c. Jenis drama berdasarkan masanya

  • Drama tradisional : Drama tradisional adalah drama yang pada umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istana atau kerajaan, kehidupan dewi-dewi, kejadian luar biasa, dll. Pada umumnya drama ini dipentaskan tidak menggunakan naskah.
  • Drama modern : Drama modern adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari. Pada umumnya drama ini dipentaskan dengan menggunkan naskah.

5. Unsur-unsur drama

Drama memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik sebagai berikut :

a.   Unsur intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang mmbangun karya sastra (drama) dari dalam dalam karya (drama) itu sendiri

  • Tema : merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu didalam suatu drama.
  • Alur : Alur adalah struktur rangkaian kejadian-kejadian dalam sebuah cerita dalam drama yang disusun secara kronologis. pengertian lain adalah rangkaian cerita sejak awal hingga akhir. Alur mengatur bagaimana tindakan-tindakan yang terdapat dalam cerita saling berkaitan satu sama lain
  • Tokoh : Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam suatu drama sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita. Dalam sebuah cerita drama terdiri dari toko utama yaitu sebagai pelaku utama. Tokoh pembantu, yang biasanya berperan sebagai figuran.
  • Watak : Watak adalah perilaku yang diperankan oleh tokoh dalam sebuah cerita drama. Watak protagonis adalah salah satu jenis watak dan protagonis adalah berwatak baik. Sedangkan watak antagonis merupakan watak yang jahat.
  • Latar : Latar adalah keterangan mengenai ruang, waktu serta suasana terjadinya peristiwa-peristiwa didalam suatu karya sastra. Pengertian lainnya adalah unsur intrinsik pada karya sastra yang meliputi ruang, waktu serta suasana yang terjadi pada suatu peristiwa didalam sebuah cerita drama.
  • Amanat : amanat adalah pesan adab yang disampaikan penulis kepada penonton berupa nilai- nilai luhur yang dapat dijadikan pola atau teladan. Penyampaian pesan selalu didasarkan tema dan tujuan yang telah ditetapkan penulis pada dikala menyusun rancangan cerita drama. Dalam sebuah amanat bisa disampaikan dengan melalui peran para tokoh.

2. Unsur ekstrinsik

Unsur ekstrinsik drama adalah unsur-unsur pembentuk drama dari luar.

  • Latar belakang pengarang : Latar belakang pengarang tentu berbeda-beda,  sehingga menghasilkan karya drama yang berbeda-beda pula antar satu pengarang dengan pengarang lainnya.
  • Nilai agama dan kepercayaan : Nilai-nilai lain seperti politik,sosial dan budaya juga turut mempengaruhi drama.
  • Psikologis pengarang : Satu wilayah psikologi sastra yang membahas kejiwaan pengarang sebagai suatu tipe maupun seorang pribadi.
  • Situasi sosial budaya : situasi segala hal yang diciptakan manusia dengan pikiran budinya dalam  kehidupan bermasyarakatan.

Nah sekarang kalian sudah tau apa itu drama kan? Oh iya jangan lewatkan artikel menarik lainnya ya yang tentu saja akan menambah wawasan kalian!

Editor: -ND-

The following two tabs change content below.

Mr Arta

Latest posts by Mr Arta (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.