MEMAHAMI DENGAN MUDAH ISOMER SENYAWA HIDROKARBON

Telah dibaca beberapa kali

Hallo adik-adik sahabat KLC hari ini kita akan membahas materi tentang isomer senyawa hidrokarbon, yuk disimak dan kita belajar bersama ya! Mari belajar dengan Video Pembelajaran dari KLC. Dijamin belajar bisa dimana saja dan tentunya lebih asik dan menarik. Silahkan cermati materi dan video pembelajaran berikut ini .

Video Pembelajaran Isomer Senyawa Hidrokarbon

Halo adik-adik sobat KLC kembali lagi pada konten atau artikel pelajaran kimia. Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu bagian dari materi senyawa hidrokarbon yakni isomer. Kata “isomer” mungkin kata yang terdengar sangat unik bagi sebagian orang yang tidak menggeluti ilmu kimia.  Isomer merupakan senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama tetapi rumus strukturnya berbeda.

Nah gimana maksudnya?

Senyawa hidrokarbon seperti alkana, alkena dan alkuna memiliki rumus molekul yang berbeda-beda yakni alkana dengan rumus molekul CnH2n+2, alkena dengan rumus molekul CnH2n, dan alkuna dengan rumus molekul CnH2n-2. Suatu senyawa hidrokarbon memungkinkan memiliki rumus molekul yang sama tetapi struktur berbeda. Misalkan saja antara n-butana dan 2 metil propana.

Isomer Senyawa Hidrokarbon

Melalui pengamatan terhadap kedua senyawa di atas dapat kita lihat bahwa antara butana dan 2 metil propana memiliki jumlah atom C dan H yang sama sehingga membentuk rumus molekul C4H10, akan tetapi rumus strukturnya berbeda. Sederhananya, isomer adalah senyawa-senyawa hidrokarbon yang memiliki  jumlah atom C dan H yang sama namun struktur dan namanya berbeda.

Macam – macam Isomer dalam Senyawa Hidrokarbon

Isomer dalam senyawa hidrokarbon ada tiga yakni isomer rangka, posisi dan geometri

1. Isomer Rangka

Kata rangka sudah merujuk pada hal yang menjadi pembeda dari dua senyawa yang berisomer. Maksudnya adalah yang membedakan dari dua senyawa yang berisomer adalah kerangkanya. Contohnya seperti n-butana dan 2 metil propana yang memiliki rumus molekul sama, tetapi kerangka struktur berbeda. Sama halnya dengan 1-butena dan 2 metil-1-propena memiliki rumus molekul yang sama yaitu C4H8 tetapi struktur atau kerangkanya berbeda.

Isomer Senyawa Hidrokarbon

2. Isomer Posisi

Isomer posisi merupakan salah satu jenis isomer yang memiliki perbedaan pada posisi ikatan rangkapnya. Sebagaimana kita tahu bahwa alkena dan alkuna memiliki ikatan rangkap, yakni alkena dalam strukturnya memiliki ikatan rangkap dua dan alkuna dalam strukturnya memiliki ikatan rangkap tiga. Alkena dan alkuna dapat mengalami jenis isomer posisi ini, sedangkan pada alkana tidak. Sebagai contoh antara 1 butena dengan 2 butena, kedua senyawa tersebut memiliki rumus molekul yang sama yakni C4H8 akan tetapi letak ikatan rangkap duanya yang berbeda. Pada 1-butena ikatan rangkap dua terletak di posisi nom or 1 sedangkan pada 2-butena ikatan rangkap dua terletak di posisi nomor 2.

Isomer Senyawa Hidrokarbon

3. Isomer Geometri

Mendengar kata geometri langsung teringat pada materi matematika kan? Isomer geometri disini termasuk ke dalam jenis stereoisomer dimana perbedaannya terletak dalam orientasi 3 dimensi dan berdasarkan perputaran molekul. Isomer geometri terbentuk karena adanya peletakan yang berbeda dari posisi gugus fungsi yang terikat dalam satu ikatan rangkap dua. Hal tersebut berarti isomer geometri hanya dimiliki oleh alkena.

Isomer geometri sering disebut dengan isomer cis-trans, karena isomer ini memungkinkan pembentukan struktur dalam posisi cis dan trans. Apa itu posisi cis dan trans? Contohnya 1-butena memiliki isomer cis dan trans sebagai berikut.

Isomer Senyawa Hidrokarbon

Seperti yang kita lihat pada gambar di atas bahwa ikatan rangkap dalam senyawa tersebut mengikat dua gugus yang berbeda yakni CH3 dan H dalam kedua sisinya.

Kalau diperhatikan pada cis 2 butena, -CH3  terletak dalam sisi yang sama, begitu juga atom H. Nah inilah yang menunjukkan bahwa itu adalah isomer yang mana atom atau gugus atom sejenis terletak pada sisi yang sama.

Jika salah satu -CH3 berada di atas dan -CH3 yang lain dibawah maka atom hidrogen pun akan mengikuti seperti ditunjukkan pada trans-2-butena sehingga gugus fungsi yang sama akan berada dalam posisi berseberangan, hal ini disebut isomer trans.  

Penting untuk diingat, isomer cis-trans memungkinkan dapat terjadi apabila alkena mengandung dua atom atau gugus yang bebeda pada setiap karbon ikatan rangkapnya.

Perlu kalian tahu kalau peletakan posisi ini meskipun terlihat hanya berbeda rotasi saja ternyata akan berpengaruh pada sifat dari senyawa itu sendiri.

The following two tabs change content below.

Januariawan I Wayan

Tentor Kimia di Bimbel Krishna Learning Center

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.