Kenapa Sih Pacaran Butuh “Kimia”?

Telah dibaca 999 kali

Pernahkah kalian mencari kata kimia dalam bahasa Inggris? Kalau kalian mencarinya maka kata yang akan muncul adalah Chemistry. Chemistry? Sebuah kata yang sebenarnya tidak asing ditelinga kita. Sebagian orang bahkan seringkali menyebutkan chemistry sebagai ungkapan kata bahwa mereka tertarik ataupun sedang memiliki hubungan dengan orang lain. Kata chemistry pun begitu fenomenal diucapkan ketika “pacaran”, katanya tanpa chemistry  seseorang tidak bisa pacaran. Chemistry sama dengan Kimia, Kenapa bisa?

Apakah suatu kebetulan? Atau hanya ketidaksengajaan saja antara Bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia? Kalau pacaran butuh chemistry, apakah pacaran butuh kimia?

Kimia sebenarnya identik dengan hubungan yang sering disebut dengan pacaran. Kenapa? Apabila kita menjelajahi ilmu kimia dengan seksama, maka akan ditemukan beberapa keterkaitan antara pacaran dengan konsep kimia. Konsep kimia banyak mengajarkan bagaimana cara memulai menjalin hubungan dan bagaimana proses-proses dalam berhubungan. Beberapa konsep yang berkaitan langsung diantaranya konsep ikatan kimia, struktur atom (teori atom), termokimia dan katalis.

Mulai bingung? Berikut akan dikupas kejelasannya.

Begini, dalam ilmu kimia dikenal istilah ikatan kimia, yang memiliki bagian diantaranya ikatan ion dan ikatan kovalen (ikatan logam tidak dibahas karena kurang berkaitan).  Ikatan ion terjadi karena adanya gaya elektrostatik dari ion positif dan ion negatif. Ion positif terbentuk karena atom melepas elektron dan ion negatif terbentuk karena atom menerima elektron. Jadi Ikatan ion ini terjadi karena ada spesi yang menyerahkan elektron dan ada yang menerima elektron.

Mulai kelihatan kaitannya dengan pacaran?

Dalam pacaran yang baik, hendaknya ada proses memberi (seperti memberi perhatian, kasih sayang, motivasi, dan memberi kenyamanan) dan proses menerima (seperti menerima seperti apa pasangan kita, apabila kita memang sayang). Bila salah satu elemen tidak terpenuhi, misal hanya ada yang memberi tetapi tidak ada yang menerima ataupun sebaliknya, maka yang terjadi adalah sebuah hubungan yang membuat salah satu dari pasangan akan makan hati sendiri, atau dikenal dengan pengorbanan yang tak berbalas.

Selanjutnya, konsep ikatan kovalen,  ikatan ini terjadi karena pemakaian pasangan elektron bersama. Sederhananya begini, misal A dan B akan membeli makanan dengan harga dua ribu, sedangkan A dan B hanya membawa masing-masing uang seribu, maka mereka akan menggabungkan kedua uangnya untuk membeli makanan itu dan dimakan bersama.

Terus hubungan dalam pacaran?

Dalam masa pacaran tentunya kita akan mengalami berbagai masalah, sehingga diperlukan solusi dari kedua belah pihak yang kemudian disatukan dan membentuk solusi bersama untuk kebaikan dan kebahagiaan sebuah hubungan (dalam kimia biasanya dikatakan stabil). Jangan pernah terlalu ngotot dengan solusi yang dimiliki oleh salah satu dari pasangan, itu akan cenderung terlihat egois. Akan tetapi kalau salah satu dari pasangan tidak mempunyai solusi dalam mengatasi permasalahan, kita bisa ajukan beberapa alternatif solusi yang bisa di putuskan bersama (kalau dikimia itu ikatan kovalen kordinasi).

Seringkali yang menjadi masalah dalam berpacaran adalah LDR (Long Distance Relationship). Hal tersebut dikarenakan pada kondisi LDR, intensitas untuk bertemu dan berkomunikasi berkurang. Sehingga pasangan yang LDR cenderung lebih mudah untuk putus daripada yang tidak. Dalam ilmu kimia pun (konsep struktur atom dan teori atom) dikatakan bahwa semakin jauh jarak elektron dari inti atom maka elektron akan mudah lepas, hal tersebut dikarenakan semakin besar jarak maka gaya tarik inti terhadap elektron melemah (ibarat perasaan cinta yang mulai memudar karena pacaran jarak jauh). Apalagi jika jarak sudah jauh, kemudian elektron menyerap energi, maka elektron akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah. Sama halnya dengan LDR, ketika salah satu dari pasangan ada seseorang yang lebih inten untuk memberi perhatian, inten bertemu, inten berkomunikasi maka dia akan cenderung untuk lebih mudah lepas dan mudah berpindah ke lain hati.

Hukum Hess (dalam termokimia)

mengajarkan pada kita bahwa tidak penting prosesnya yang berliku-liku, tetapi yang terpenting adalah akhirnya. Konsep ini berhubungan erat dengan pencarian cinta sejati. Kadangkala, seseorang menemukan cinta sejati melalui proses yang panjang, yaitu dengan si A dulu, kemudian si B, si C dan si D, hingga akhirnya pada si E. Dalam proses menemukan cinta sejati ada energi-energi yang kita lepas atau diterima, akan tetapi semua energi yang kita keluarkan pada proses tersebut akan terakumulasi menjadi energi untuk menemukan cinta sejati. Sebenarnya semua proses akan mengacu pada sebuah akhir (ending nya yang terlihat). Banyak lagi hal-hal lain yang bisa kita kaitkan antara pacaran dengan ilmu kimia. Seperti istilah mak comblang, yang mana tugas dari mak comblang adalah mempercepat adanya pasangan. Kalau di ilmu Kimia mak comblang  ini adalah katalis yang berfungsi untuk mempercepat terbentuknya sebuah produk pada reaksi kimia.

Demikianlah beberapa bahasan atau ulasan terkait dengan hubungan antara pacaran dengan konsep kimia. Mudah-mudahan dengan membaca artikel ini kalian mengerti bahwa setiap kata tidaklah hanya sebuah kata yang kosong, akan tetapi pasti memiliki makna yang mendasar. Nah bagi kalian sedang memiliki sebuah hubungan (pacaran) ingatlah kata-kata habibie,

“ Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu berarti lebih dari siapapun”

The following two tabs change content below.

Januariawan I Wayan

Tentor Kimia di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Januariawan I Wayan (see all)

One Reply to “Kenapa Sih Pacaran Butuh “Kimia”?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.