Aku Jatuh Cinta Karena “Kimia”

Telah dibaca 146 kali

“Bila aku jatuh cinta, aku mendengar nyanyian seribu Dewa Dewi cinta menggema dunia” – Sepenggal lirik lagu Nidji yang berjudul Bila Aku Jatuh Cinta. Dalam lagu ini, Nidji mengungkapkan betapa luarbiasanya keadaan atau kondisi seseorang ketika mengalami yang namanya Jatuh Cinta. Pernahkah kalian jatuh cinta? Apakah yang menyebabkan kalian jatuh cinta? Banyak orang yang bilang jatuh cinta terjadi karena daya tarik lawan jenis kita secara fisik seperti ganteng, keren, cool (dingin?), ngegemesin (membuat gemas), manis dan juga secara mental seperti serangan perhatian yang bertubi-tubi oleh lawan jenis kita sehingga menimbulkan rasa nyaman di dalam diri.

Apakah itu Jatuh Cinta? Itu tidak penting, yang penting cinta membuat bahagia, ia kan? Nah kali ini penulis kan membahas mengenai jatuh cinta. Jatuh Cinta? Ah basi, tapi tunggu dulu. Kali ini pembahasan cinta sedikit berbeda, kenapa? Karena kita akan mengkupas bagaimana jatuh cinta itu terjadi. Waw..Apakah cinta terjadi karena ketertarikan fisik dan perhatian? Tahukah kamu ada kimianya loh yang berperan dalam jatuh cinta. Ayo kita kupas jatuh cinta karena kimia. [Baca juga: pacaran butuh kimia]

Kenapa aku jatuh Cinta?

Pertanyaan ini sebenarnya pertanyaan yang seakan-akan mengarah pada pernyataan “kayak nggak pernah jatuh cinta saja”. Benar bukan? Tapi, untuk kalian ketahui bahwa jatuh cinta itu tidak jauh dari kimia. Masak? Bodo… Beneran loh, terus gimana? Begini dalam tubuh manusia terdapat beberapa senyawa kimia yang mengakibatkan kita jatuh Cinta.  Apa Saja itu? Senyawa-senyawa tersebut adalah Dopamin, Pheromones, Oksitoksin, Norepinephrine, dan Feniletylamine. Wih apakah itu semua?

Kita Jatuh Cinta Karena Dopamin?

Aku jatuh cinta karena dopamin? Kalian tahu tentang Dopamin? Pernah mendengar? Di dalam tubuh kita, dopamin diproduksi oleh otak. Dopamin merupakan neutransmitter yang berperan dalam pengiriman sinyal dari sinapsis yang satu ke sinapsis yang lain.

Dopamin dalam diri dapat memberikan efek nyaman, bahagia, lega, bersemangat atau bisa dibilang menjadi mood boster. Jadi ketika kalian menemukan lawan jenis yang mampu membuat kalian nyaman dan bersemangat, maka dopamin akan diproduksi sehingga jatuh cinta pun terjadi. Ketika dopamin diproduksi, hal yang terlihat dari seseorang yang jatuh cinta adalah perasaan semangat menggebu-gebu untuk selalu pengen ketemu. Pernah merasakannya? Biasanya sih waktu sekolah dulu ketika ada seseorang yang kita taksir pasti semangat untuk sekolah. Hayo siapa yang pernah mengalaminya?

Terus kalo Jatuh Cinta karena Pheromones?

Pheromones? Mungkin kalian pernah mendengarnya. Pheromones adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh ketika berinteraksi sosial. Kalian bisa jatuh cinta terhadap lawan jenis karena pheromones yang mereka hasilkan. Pheromones memberikan efek terlihat atraktif, menarik, terlihat smart (karena komunikasinya bagus) dan lucu. Hal inilah yang menyebabkan kadang-kadang orang bilang jatuh cinta terjadi dari mata turun ke hati. Ungkapan yang biasanya keluar dari efek Pheromones pada orang yang sedang jatuh cinta adalah wah keren banget orang itu, so cool, emmm..smart banget orang itu. Nah, kalo kalian berniat agar lawan jenis jatuh cinta pada kita, ayo produksi pheromones yang positif (daya tarik lawan jenis). Aku jatuh cinta karena pheromonesnya.

Oksitoksin hormon Cinta?

Oksitoksin adalah hormon yang juga berperan dalam proses jatuh cinta. Hormon ini hampir sama dengan dopamin yaitu diproduksi dalam otak sebagai neutransmitter. Oksitoksin juga dikatakan hormon cinta, kenapa? Karena hormon ini berperan dalam memberikan efek bahagia bagi pasangan. Pada proses jatuh Cinta hormon ini berperan dalam terciptanya rasa nyaman, empati, gairah, ikatan dan seksualitas. Ketika hormon oksitoksin ini diproduksi dalam tubuh, ungkapan jatuh cinta yang biasanya akan muncul adalah emmm…sweet banget deh atau wah dia rajin banget, uda cakep/cantik, rajin dan pinter lagi. Jadi kalau mau lawan jenis jatuh cinta, stimulus lah hormon ini dengan cara membuat si dia nyaman, bergairah, dan berempati pada kita.

Norepinephrine dan Feniletylamine?

Pernahkah kalian merasa jantung berdetak kencang karena jatuh cinta? (aku jatuh cinta) Pernahkah wajah kalian memerah karena jatuh cinta? Nah hal tersebut muncul karena pengaruh norepinephrine.

Kita bisa jatuh cinta karena perlakuan yang orang lain berikan kepada kita. Kenapa? Ketika orang mampu memberikan perhatian atau perlakuan baik kepada kita, maka pada tubuh kita akan diproduksi feniletylamine. Feniletylamine ini akan memberikan efek tenang, nyaman, bahagia dan rileks. Apa buktinya feniletylamine mampu memberikan efek tenang, nyaman dan rileks? Pernah makan cokelat? Nah apa yang dirasakan ketika makan cokelat? Cokelat megandung  feniletylamine yang banyak.

Nah gimana pembahasan tentang jatuh cinta karena kimia? Penulis berharap agar terdapat informasi atau wawasan baru yang diperoleh dari tulisan ini. Jadi gimana? Siapkah untuk jatuh cinta dan membuat orang jatuh cinta?  Ayo bagi yang jomblo, berusahalah menstimulasi lawan jenis agar diproduksi senyawa-senyawa tersebut. Jatuh cinta dapat diungkap melalui kimia tapi:

“Hukum gravitasi tidak akan berlaku terhadap orang yang sedang jatuh cinta”-Albert Einstein (iwj)

The following two tabs change content below.

Januariawan I Wayan

Tentor Kimia di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Januariawan I Wayan (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.