Hukum Newton Tentang Gerak dan Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Telah dibaca 6 kali

Sebagian besar siswa beranggapan bahwa fisika hanya terkait rumus dan angka saja, namun pada dasarnya fisika itu adalah ilmu yang mengkaji mengenai fenomena alam. Segala sesuatu yang ada di sekitar kita dapat dikaji dengan ilmu fisika. Jadi, tanpa disadari ilmu fisika itu sangat dekat dengan kita dan sangat asyik untuk dipelajari. Pernahkah kalian terdorong ke depan ketika mobil yang kalian tumpangi berhenti mendadak? Manakah lebih sulit mendorong gerobak yang kosong atau gerobak yang terisi penuh? Pernahkan kalian berpikir mengapa roket bisa meluncur ke luar angkasa? Nah, hari ini kita akan membahas mengenai fenomena-fenomena tersebut secara fisika. – hukum newton –

Semua benda yang ada di sekitar kita dapat bergerak. Contohnya kelereng yang digelindingkan, balok yang didorong, dan lain sebagainya. Benda-benda tersebut dapat bergerak karena diberikan gaya. Gaya adalah tarikan atau dorongan. Benda-benda yang bergerak dapat dikaji melalui hukum-hukum Newton tentang gerak. Artikel ini akan membahas mengenai jenis-jenis Hukum Newton dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Ilmuwan pada jaman dahulu sudah mulai mengkaji mengenai konsep gerak salah satunya adalah Aristoteles. Aristoteles membagi gerak menjadi dua yaitu gerak alami dan gerak paksa (Kanginan, 2016). Gerak alami adalah gerak yang dialami oleh makhluk hidup, sedangkan gerak paksa adalah gerak benda yang disebabkan oleh gaya. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa jika gaya yang diberikan pada benda menghilang maka benda tersebut akan kembali ke keadaan semua yaitu diam.

Teori yang dikemukakan oleh Aristoteles ini dipatahkan oleh Galileo. Galileo menyatakan bahwa “jika gaya gesek pada benda tersebut ditiadakan, maka benda tersebut akan terus bergerak tanpa memerlukan gaya lagi” (Nurachmandani, 2009). Teori ini kemudian dikembangkan lagi oleh Sir Isaac Newton dan dikenal dengan Hukum I Newton.

hukum newton

Hukum I Newton

Sir Isaac Newton (1642-1727) menyatakan “dalam kerangka inersia, setiap benda akan tetap dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol” (Giancoli, 1998). Pernyataan ini lebih dikenal dengan Hukum I Newton. Pada dasarnya benda memiliki sifat kelembaman artinya bila tidak ada gangguan dari luar maka benda akan memiliki kecenderungan untuk mempertahankan keadaannya. Benda yang diam akan cenderung diam dan benda yang bergerak akan cenderung bergerak. Secara matematis pernyataan Newton dapat ditulis sebagai berikut.

Dimana ΣF = resultan gaya yang bekerja pada benda (N). Kecenderungan suatu benda untuk tetap bergerak atau mempertahankan keadaan diam disebut dengan inersia. Sehingga Hukum I Newton disebut juga dengan Hukum Inersia atau Hukum Kelembaman. Ukuran kuantitas kelembaman suatu benda disebut dengan massa. Semakin besar massa suatu benda, maka semakin besar pula kelembamannya.

Contoh Hukum I Newton dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Seseorang tiba-tiba akan terdorong ke depan jika mobil yang ditumpanginya berhenti secara mendadak. Hal ini dikarenakan ketika di dalam mobil yang sedang berjalan tubuh kita mengalami kecenderungan bergerak ke depan, sehingga ketika mobil mendadak berhenti maka tubuh akan mengalami kecenderungan untuk terdorong ke depan. Begitupun sebaliknya, tubuh akan terdorong ke belakang.
  2. Mengeluarkan kecap yang tersisa di dasar botol dengan cara membalikkan botol tersebut, kemudian botol digerakkan atau dihentakkan ke bawah dengan cepat dan seterusnya gerakan botol dihentikan dengan cepat. Dengan cara ini kecap yang ada di dasar botol akan terlempar keluar.

Hukum II Newton

Hukum I Newton menjelaskan mengenai gerak benda jika resultan gaya sama dengan nol, namun apakah yang akan terjadi jika gerak benda tidak sama dengan nol? Nah, hal ini kemudian dianalisis kembali oleh Newton dan diperoleh bahwa kecepatan benda selalu berubah. Perubahan kecepatan benda setiap waktu disebut dengan percepatan. Jadi, suatu benda yang bekerja resultan gaya tidak sama dengan nol, maka benda tersebut akan mengalami percepatan. Berdasarkan hal ini Newton kemudian mencetuskan hukum keduanya tentang gerak yang dikenal dengan hukum II Newton. Hukum II Newton menyatakan bahwa “percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan resultan gaya, searah dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda” (Kanginan, 2016). Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.

Dimana Σ F adalah resultan gaya yang bekerja pada benda (N), a adalah percepatan benda (m/s2), dan m adalah massa benda (kg).

hukum newton

Contoh Hukum II Newton dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Sebuah mobil kecil akan lebih irit bensin dibandingkan mobil yang besar. Hal ini dikarenakan massa mobil yang lebih besar memerlukan gaya yang lebih besar sehingga lebih banyak memerlukan bensin.
  2. Ketika mendorong gerobak semakin besar gaya yang kita berikan ketika mendorong maka semakin cepat pula gerobak tersebut akan bergerak.

Hukum III Newton

Pernahkah kalian secara tidak sengaja tersandung batu di jalan? Pasti kaki kalian akan terasa sakit. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Hal ini kemudian dikaji oleh Newton. Newton menyatakan bahwa tidak ada gaya yang hanya melibatkan satu benda, pasti gaya tersebut berasal dari benda lain. Suatu gaya minimal membutuhkan dua buah benda yang saling berinteraksi. Misalkan A mengerjakan gaya pada B (aksi), maka B akan mengerjakan gaya pada A (reaksi). Kedua gaya ini terjadi secara bersamaan. Pasangan kedua gaya tersebut dikenal dengan gaya aksi-reaksi. Berdasarkan hal ini, Newton kemudian mencetuskan hukum III Newton yang menyatakan bahwa “Untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah” (Kanginan, 2016). Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.

Contoh Hukum III Newton dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Ketika sedang berjalan di atas lantai. Pada saat berjalan kaki akan menekan kaki ke belakang (aksi), dan lantai akan mendorong telapak kaki ke depan (reaksi).
  2. Menembakkan peluru. Senapan mendorong peluru ke depan (aksi), kemudian peluru mendorong senapan ke belakang (reaksi). Hal ini menyebabkan seseorang agak terdorong ke belakang setelah menembakkan peluru menggunakan senapan.
  3. Berenang. Ketika berenang tangan akan mendorong air ke belakang (aksi), dan air akan mendorong tubuh ke depan (reaksi).

Setelah membaca artikel ini tentunya wawasan kalian lebih bertambah bukan?? Jadi jangan lewatkan artikel menarik lainnya

Daftar Pustaka

Giancoli, D.C. 1998. Fisika Jilid 1. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Kanginan, Marthen. 2016. Fisika untuk SMA/MA Kelas X Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Jakarta: Erlangga.

Nurachmandani, Setya. 2009. Fisika 1: Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Editor : -NR-

The following two tabs change content below.

Ms Arisca

Tentor Fisika

Latest posts by Ms Arisca (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.