Serba-Serbi Kucing VS Anjing dengan Adaptasi Tingkah Laku

Telah dibaca 88 kali

Hallo adik-adik, apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat semua ya ditengah Pandemic ini. Serba serbi kali ini akan membahas mengenai beberapa adaptasi tingkah laku hewan peliharaan. Sering kita temui yaitu kucing dan anjing terlihat sangat lucu. Namun ternyata mempunyai Adaptasi Tingkah Laku yang akan membuat kita dua kali untuk bertemu bahkan memelihara hewan-hewan tersebut. Adaptasi Tingkah Laku? Apa itu? Mungkin ada yang belum pernah mendengar istilah ini?

Sebagaimana yang kita ketahui adaptasi didalam ilmu Biologi. Memiliki pengertian kemampuan suatu organisme untuk menyesuaikan diri terhadap  ligkungannya dengan tujuan untuk bertahan hidup. Adaptasi Tingkah Laku adalah penyesuaian diri suatu organisme terhadap lingkungannya dengan melakukan pola tingkah laku tertentu (berperilaku terhadap perubahan lingkungan). Adaptasi Tingkah Laku merupakan bawaan dari lahir atau Instinct  ataupun hanya dilakukan jika terjadi perubahan didalam lingkungannya saja (periodik). Nah… tanpa berpanjang kata mari kita bahas satu persatu.

Anjing

Adaptasi Tingkah Laku Anjing

Anjing rumahan termasuk hewan yang mengalami domestikasi (penjinakan) sejak 15.000 tahun yang lalu. Dan nenek moyangnya yang liar masih berkerabat dekat dengan serigala. Meskipun dewasa ini masih bisa ditemukan anjing modern yang hidup secara liar seperti Dingo (Canis lupus dingo). Si anjing berambut merah yang merupakan hewan khas Australia. Namun hal tersebut dikarenakan anjing ras ini terancam punah. Sehingga upaya domestikasinya dilarang, anjing termasuk kedalam Family Canidae dan mempunyai Biodifersitas (keanekaragaman) yang sangat melimpah.

Karena melimpahnya Biodifersitas ini maka alasan orang untuk mengadopsi ajingpun beragam. Anjing dengan morfologi atau perawakan yang besar seperti Bullmastiff dan Rottweiler cinderung sebagai anjing penjaga. Sedangkan anjing dengan morfologi kecil biasanya hanya untuk peliharaan biasa seperti  Chihuahua dan Mini Pom. Adapun anjing yang memiliki intelegensi diatas rata-rata biasanya dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan manusia seperti Doberman. Yang dilatih dalam satuan kepolisian tertentu untuk membantu Polisi menjalankan tugasnya. Jenis German Sheperd biasanya digunakan untuk membantu pengembala domba mengatur ternak dan sekaligus menjaganyanya dari predator seperti serigala. Namun dari beberapa alasan memelihara hewan ini. Ternyata anjing memiliki Adaptasi Tingkah Laku yang kadang menurut kita nyeleneh kalau kita tidak tau alasannya, berikut adalah beberapa contohnya.

BERGULING-GULING DI TANAH ATAU DIATAS TUMPUKAN SAMPAH

Mungkin Adaptasi Tingkah Laku anjing satu ini adalah adaptasi yang paling membuat kesal orang yang memelihara anjing. Baru saja rambutnya dibersihkan dengan shampoo setelah itu si anjing malah guling-guling di tumpukan sampah tanpa rasa bersalah. Kenapa bisa seperti itu ya…? Tahukah anda jika anjing dikarunia indra penciuman yang super tanam melebihi manusia? Hidung anjing seratus kali lebih sensitif dari manusia. Menggunakan shampoo biasa ketika memandikan anjing akan sangat mengganggu indra penciuman anjing. Ini ibaratkan ketika kita hendak pergi ke pesta. Dan berencana menggunakan parfum hanya tiga kali spray saja agar baunya tidak berlebihan. Tapi secara tidak sengaja karena kita teledor cairan parfum  sebanyak satu botol malah tumpah mengenai kita. Lalu apa yang akan kita lakukan? Kita akan segera mengganti baju dengan yang baru bukan?

Kalau tidak mungkin saja orang-orang dipesta akan mencemooh kita karena bau parfum yang terlalu menyengat. Tetapi hal ini akan berbeda dengan anjing. Sebab anjing tidak akan bisa mengganti rambut mereka dalam waktu singkat. Satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan adalah mengguling-gulingkan badan mereka di tumpukan sampah atau pasir. Adaptasi Tingkah Laku ini dilakukan dengan tujuan mengurangi bau dari shampoo yang menggangu indra penciumannya dan anjing-anjing kawanannya. Ada beberapa trik bagi pecinta anjing. Trik agar anjing peliharaan anda tidak melakukan tingkah laku tersebut. Dengan cara memandikan anjing anda dengan shampoo khusus anjing yang tidak terlalu wangi. Lalu segera keringkan rambut anjing anda setelah selesai dimandikan.

MENGGOSOK-GOSOKAN ANUS (PANTAT)

Bagi Dog Lovers Adaptasi Tingkah Laku satu ini pasti tidaklah asing lagi. Dimana anjing terlihat menggosok-gosokan pantat mereka diseluruh meubel rumah seperti kursi, karpet ataupun pada rumput di halaman. Bagi orang awam tingkah laku anjing ini tentu saja menjijikkan. Mengingat anus merupakan muara dari saluran pembuangan dan bekteri tentu saja bersarang disana, tetapi kenapa anjing melakukan itu?

 Alasannya sangat sederhana “kelenjar yang tersumbat” adalah alasannya. Jika kita mengamati lebih seksama di pinggir lubang anus terdapat lubang kecil. Ini berfungsi mengeluarkan hormon bau untuk berkomunikasi dengan anjing lainnya. Usahakan ketika anda mengamati tidak ada orang disekitaran anda karna pasti akan terlihat aneh sekali. Itulah sebabnya mengapa sering kita lihat anak anjing atau anjing yang baru bertemu saling “menyapa” dengan cara saling mengendus anus. Serta hormone yang dikeluarkan pun berbeda tergantung dari apa yang ingin mereka utarakan. Misalkan jika ada salah satu anjing yang merasa terganggu. Maka mereka akan mengeluarkan hormone yang akan membuat lawan jenisnya terganggu pula. Lewat lubang dekat anus tersebut bahkan tidak jarang proses ini diakhiri dengan pertarungan.

Lalu apa hubangannya dengan menggosokkan pantat dikarpet? Lubang pada kelenjar ini tidak jarang tersumbat dan menyebabkan hormone menumpuk diujung saluran kelanjar. Lalu mangakibatkan rasa gatal karena bateri akan berkumpul disana. Hormone bahan dasarnya adalah protein dan asam amino yang merupakan bahan makanan dari bakteri. Bakteri yang berkumpul disanalah yang akan mengeluarkan senyawa asam dan menyebabkan rasa gatal. Anjing kemudian menggaruk-garuk anus mereka di bahan yang kasar agar hormone yang tersumbat dapat keluar. Dan dimanfaatkan oleh bakteri sebagai bahan makanan. Adaptasi Tingkah Laku anjing satu ini sebenarnya dapat dihindari. Namun harus ditangani oleh dokter hewan agar dapat ditangani secara professional, karena secara langsung berhubungan dengan hormone dan bakteri.

Adaptasi Tingkah Laku Kucing

Siapa tak kenal hewan satu ini? Mamalia berbulu lebat dan eksotis ini tergolong kedalam Famili Felidae. Sangat digemari pecinta hewan domestikasi (hewan peliharaan) karena morfologinya (bentuk tubuh luar). Serta Adaptasi Tingkah Lakunya yang menggemaskan. Hal tersebut menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan non komersil paling banyak kedua yang digemari setelah anjing. Jika kebanyakan orang-orang memelihara anjing dengan tujuan menjaga rumah selain untuk hewan peliharaan. Maka lain halnya dengan kucing yang pure dipilih sebagai hewan peliharaan. Sebab dari segi morfologi memang tidak memungkinkan sebagai hewan penjaga. Apalagi dengan karakter kucing yang tidak terlalu menjaga teritorinya. Serta lebih memilih “cari aman” dengan bersembunyi bila ada pengusik yang mendekati darah kekuasaannya. Kucing yang menjadi pilihan untuk dipelihara pun beragam. Mulai dari kucing yang memiliki morfologi lucu dengan sebaran rambut rapat seperti Angora dan Persia. Kucing eksotik tanpa bulu seperti Sphynx bahkan kucing semi liar seperti Caracal dan Savana pun ada.

Eits…tapi nanti dulu, sebelum memutuskan untuk ikut-ikutan memelihara kucing. Kita harus tau dulu bahwa kucing memiliki beberapa Adaptasi Tingkah Laku yang terbilang unik bahkan diluar nalar, apa saja itu?

MEMUNTAHKAN BOLA RAMBUT

Sebenarnya hal ini terjadi karena adaptasi kucing yang terkenal sangat resik juga, pernah melihat kucing yang menjilat-jilati rambutnya? Ya.. itu dilakukan untuk membersihkan rambutnya dari kotoran yang menempel. Tapi tak jarang ada beberapa helai rambut yang terlepas lalu tidak sengaja tertelan. Sedangkan lambung kucing tidak mempunyai enzim untuk mencerna rambut tersebut. Hal ini menyebabkan kucing sakit perut dan satu-satunya cara adalah memuntahkannya. Anda biasanya akan menemukan muntahan bola rambut ini di sudut-sudut rumah. Bahkan untuk ras kucing tertentu yang memiliki rambut lebat anda akan lebih sering menemukan muntahan bola bulu. Terkadang berbentuk sosis ini. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya. Jika kita memang benar-benar terganggu dengan perilaku kucing kita tersebut. Salah satu caranya adalah sesering mungkin menyisir rambut kucing kita dan memotongnya bila terlalu Panjang.

MEMBERIKAN HADIAH BANGKAI HEWAN YANG TERPOTONG-POTONG

Ini mungkin agak creepy tapi ini benar adanya. Jadi jangan terkejut jika tiba-tiba ada kepala tikus lengkap dengan tenggorokannya di atas tempat tidurmu yang dibawa oleh kucing peliharaanmu. Nenek moyang kucing rumahan (kebanyakan jenis Felis catus) adalah kucing liar yang selalu mengandalkan kemampuannya berburu untuk memperoleh makanan. Namun hasil buruannya tidak akan di habiskan sendiri. Tetapi kucing liar akan membawa beberapa potongan pulang dan memberikan kepada mereka yang dia anggap sebagai kerabatnya. Instinct inilah yang terbawa pada kucing yang telah didomestikasi atau dijinakan. Jadi membawa hadiah berupa potongan bangkai merupakan instinct kucing untuk menyenangkan mereka yang dianggap kerabatnya,  sayangnya itu termasuk kita majikannya.

Adaptasi Tingkah Laku ini sebenarnya bertujuan agar mereka yang dia anggap kerabatnya merasa nyaman dan tidak pergi jauh-jauh dari mereka. Jadi mereka berusaha memberikan sesuatu yang “enak” untuk dibagikan. Pada kasus lain juga ditemukan induk kucing yang memberikan hewan sekarat kepada anaknya. Adaptasi Tingkah Laku ini dilakukan induk untuk mengajari anaknyanya berburu dan mengetahui karakter hewan buruan mereka.

TIDAK SUKA TERLALU BERSIH

Mungkin ada beberapa pecinta kucing yang protes dengan pernyataan ini. Memang kita sering mendengar kalau kucing merupakan hewan resik melihat dari Adaptasi Tingkah Lakunya yang sering menjilati bulunya. Ketika terkena kotoran ataupun mengubur kotorannya sendiri setelah dikeluarkan. Tetapi jika anda tinggal di rumah dengan halaman yang luas dan kucing anda dibiarkan terbiasa bermain disana. Maka jangan harap kucing anda akan membiarkan tubuhnya bersih begitu saja setelah kita memandikannya. Sama kasusnya seperti anjing, indra penciuman kucing kadang sangat terganggu dengan bau shampoo yang kita gunakan untuk memandikannya. Untuk sekedar mengurangi bau tersebut. Kucing biasanya akan duduk manis diatas pasir yang dia gunakan untuk menimbun kotorannya. Atau dengan menjilat-jilat rambutnya, anda pikir itu bersih??..

Iya untuk kucing tapi tidak untuk manusia. Karena jutaan bakteri dimulut kucing akan menempel di rambutnya dan ketika anda berpikir itu menggemaskan dan mulai memeluknya…..maka bakteri-bakteri tersebut akan melaksanakan tugasnya kepada anda. Jika anda merasa terganggu dengan hal tersebut anda bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan cara mengajari kucing anda untuk menjadi kucing rumahan dan tidak liar. Karena Adaptasi Tingkah Laku sekali lagi dapat diajarkan (tidak selalu berupa instinct). Jika memandikan kucing usahakan menggunakan shampo khusus dan air agak hangat agar tidak terjadi perubahan suhu yang drastic pada tubuhnya. Karena meskipun kucing adalah hewan Homoiterm (hewan berdarah panas) yang dapat mengatur suhu tubuhnya sesuai lingkungan. Akan tetapi kucing cinderung tidak suka akan perubahan suhu yang ekstrim misal ketika kita memandikannya dengan air dingin. Adaptasi Tingkah Laku yang akan dilakukan kucing adalah dia akan berlarian ketika kita mandikan untuk menghindar dan sekaligus memanaskah tubuhnya.

Jadi….apakah anda sudah siap memelihara salah satu dari mereka??

nahhh sekian artikel mengenai serba serbi kucing vs anjing, yuk dibaca juga artikel lainnya mengenai hewan untuk menambah wawasan kita

Editor : -NR-

The following two tabs change content below.

Mr Pradnya

Tentor Biologi KLC Bangli

Latest posts by Mr Pradnya (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.