Pesona Kambing Jantan

Telah dibaca 86 kali

Kambing merupakan salah satu hewan yang sering dijadikan masakan. Mulai dari tongseng, sate, sop, maupun gulai kambing yang terasa nikmat di lidah. Namun dibalik kelezatan olahan kambing tersebut ada bau yang khas dan menyengat hidung ketika belum disembelih. Bau khas dari kambing sering disebut “prengus”. Jika penanganan dalam mengolah daging kambing tidak bagus akan menyebabkan bau prengus ini masih menyengat terutama daging kambing jantan.

Pesona Kambing Jantan

Jika manusia merasa jijik dan mual jika mencium aroma kambing, lain hal jika bau prengus itu dicium oleh sesama kambing. Hal ini ternyata menjadi ‘magnet’ bagi kambing jantan kalau bau kambing ini mengadung sisi romantis dalam menggoda kambing betina.

Seperti yang tertera dalam jurnal Current Biology menurut penelitian seorang profesor di Jepang, Ken Murata dan rekan-rekan di University of Tokyo mengatakan kalau kambing betina bisa sangat tergila-gila dengan pejantan yang mengeluarkan bau itu. Bau yang berasal dari rambut kambing ini berperan penting dalam melanjutkan keturunan. Jika diibaratkan dengan manusia, prengus itu seperti parfum yang berfungsi menggoda lawan jenis agar tertarik.

Penelitian

Bagian kambing jantan yang diujicobakan yaitu rambut karena di sanalah ternyata bau prengus berasal. Untuk itu, para peneliti membuat topi khusus yang berfungsi menghirup zat kimia bau kambing. Senyawa dari prengus diisolasi untuk menguji cara kerja biologis yang disebut efek laki-laki. Ternyata, Sisi romantis tersebut disebabkan oleh senyawa yang bernama 4-etiloktanal (Murata, et al. 2014). Zat ini merupakan suatu senyawa yang terdiri dari rantai karbon bercabang yang mengandung gugus aldehid. Senyawa ini hanya diproduksi oleh kambing jantan pada kulit kepalanya.

Senyawa bau “kejantanan” kambing

Dan uniknya, 4-etiloktanal merupakan sebuah feromon yang dapat mengaktifasi hormon gonadotropin-releasing hormone (GnRH) pada kambing betina sehingga dapat menstimulasi sistem reproduksinya. Artinya, ketika kambing jantan mengeluarkan senyawa 4-etiloktanal, terjadi reaksi berantai pada otak kambing betina yang menciumnya. Reaksi berantai ini memicu terjadinya ovulasi (keluarnya sel telur ke tuba falopi untuk dibuahi). Kambing betina yang diuji coba saat merespons prengus juga melepaskan hormon luteinizing (LH) yang berperan dalam membuat kambing betina (dan manusia) berovulasi.

Ketika terpapar ke udara, 4-etiloktanal dapat mengalami oksidasi dan berubah menjadi asam 4-etiloktanoat , suatu asam lemak bercabang (Sugiyana, et al. 1981). Senyawa inilah yang membuat kambing berbau kambing. Jadi, dengan mengeluarkan senyawa 4-etiloktanal, kambing jantan dapat memikat hati kambing betina dan memacu “gairah“-nya pada waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, lain kali ketika anda berdekatan dengan kambing, ingatlah ada sisi romantis di balik baunya yang unik.

Referensi.

  1. Murata et al. , “Identification of an olfactory signal molecule that activates the central regulator of reproduction in goats.,” Curr Biol, vol. 24, no. 6, pp. 681–6, Mar. 2014. [ PubMed ]
  2. Sugiyama, H. Sasada, J. Masaki, and K. Yamashita, “Unusual Fatty Acids with Specific Odor from Mature Male Goat,” Agricultural and Biological Chemistry, vol. 45, no. 11. Informa UK Limited, pp. 2655–2658, Nov-1981. [ Source ]

Dimuat pada laman : Kenapa Kambing Bau Kambing, 2018.

The following two tabs change content below.

Made Dwipayana

Tentor Biologi di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Made Dwipayana (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.