Gaya Pacaran Sehat sesuai Konsep “Pancasila”

Telah dibaca 169 kali

Kata “Pacaran” sudah tidak asing lagi didengar oleh semua orang. Semua orang pasti akan mengalami masa-masa “Pacaran”. Pacaran adalah proses perkenalan antara dua insan manusia untuk mencari kecocokan atau chemistry. Pacaran memang salah satu proses mengenal lebih dalam antara kamu dan pasangan. Disini tentu keseriusan kalian dalam berkomitmen bakal diuji. Selain itu, kamu dan pasangan juga bakal mengenal karakter dan sifat masing-masing lebih serius lagi. Tetapi, apakah selama ini kalian pernah berpikir gaya “Pacaran” yang dijalani tergolong pacaran sehat atau tidak?

Tentunya kalian sudah bisa mengira-ngira konsep “Pacaran” yang sehat dan tidak. Setiap orang memiliki gaya “Pacaran” yang berbeda-beda. Disini ada hal yang menarik jika gaya “Pacaran” dikaitkan dengan konsep “Pancasila” akan menghasilkan gaya Pacaran sehat.

Apa itu Pancasila?

Kata “Pancasila” sudah tidak asing lagi kita dengar. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: Panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Butir-butir pengamalan “Pancasila”: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mulai penasaran gaya “Pacaran” ala konsep “Pancasila?

Jika konsep “Pancasila” dikaitkan dengan “Pacaran” tentunya akan menimbulkan tanda tanya yang besar. Apakah mungkin atau tidak? Gaya “Pacaran ala konsep “Pancasila” akan menghasilkan gaya “Pacaran” atau hubungan yang tentunya sangat berkualitas dalam artian Pacaran yang sehat.

Baca juga : Pacaran? Bolehkah Saya Pacaran?- “Kajian dari Persfektif Hindu”

Kaitan Pacaran Sehat dengan Konsep “Pancasila” apa?

Pacaran yang sehat tentunya akan menghasilkan hubungan yang berkualitas. Buat kamu yang mulai menginjak usia yang cukup untuk menjalin hubungan “Pacaran” tentu saja pacaran yang kamu jalani sudah harus bertujuan. Kamu gak mungkin menyia-nyiakan waktu yang kamu punya hanya untuk dihabiskan bersama orang yang tidak kamu inginkan untuk menjadi pasangan hidup kelak. Simak uraian gaya “Pacaran” yang sehat menurut “Pancasila”.

Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa

Seseorang yang menjalani hubungan dalam “Pacaran” harus Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Artinya dalam “Pacaran” tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama. Misalnya tidak melakukan hubungan seks diluar nikah.

Upacara Sakral Pernikahan

Sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab

Seseorang yang menjalani hubungan dalam “Pacaran” harus bersikap adil terhadap pasangan. Misalnya dalam hubungan “Pacaran” tidak menonjolkan sikap yang egois terhadap pasangan. Harus mengikuti keinginan pasangan tanpa memikirkan perasaan pasangan sendiri.

Perselisihan pasangan

Sila persatuan Indonesia

Seseorang yang menjalani hubungan dalam “Pacaran” harus memiliki perasaan yang menyatu dengan pasangan dalam artian tidak perasaan terhadap orang lain. Menghindari selingkuh dalam suatu hubungan.

Selingkuh

Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan

Dalam “Pacaran” kaitannya dengan penyelesaian permasalahan dalam suatu hubungan harus dilakukan dengan jalan musyawarah dengan kedua belah pihak sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Pasangan yang berdiskusi

Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Dalam “Pacaran” kaitannya dengan menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam masyarakat. Jadi dalam pacaran tidak harus sampai lupa akan kewajiban kita. Seperti misalnya lupa belajar karena sibuk dengan Pacaran.

Kewajiban Belajar

Masih ragu dengan gaya “Pacaran” dengan konsep “Pancasila”?

Paparan diatas sudah sangat jelas betapa pentingnya dan sangat bermanfaat jika kalian bisa menerapkan konsep “Pancasila” dalam kehidupan “Pacaran” sehingga bisa menghasilkan hubungan yang berkualitas. Karena melihat perkembangan anak muda saat ini, gaya ‘Pacaran” yang dilakukan kadang-kadang melampaui batasan yang seharusnya tidak dilakukan. Menyikapi hal tersebut, sebagai generasi muda yang tidak ingin merusak moral maka perlu diterapkan gaya “Pacaran” yang sehat, tentunya dengan menggunakan konsep”Pancasila”.

Demikianlah beberapa bahasan atau ulasan terkait dengan konsep Pancasila dengan gaya Pacaran anak muda. Mudah-mudahan dengan membaca artikel ini kalian bisa menerapkan gaya “Pacaran” yang sehat (dalam berpacaran kita harus menggunakan hati dan otak).

Pacaran asyik dan cerdas mewaspadai ranjau-ranjau dan memantapkan pilar-pilar dalam membina hubungan cinta (Arie Saptaji)

Sumber Gambar: www.pexels.com, jeshoots.com, picjumbo.com

The following two tabs change content below.

Asri Jayanti

Tentor di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Asri Jayanti (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.