Pengusaha Muda “ Tao Kae Noi ”. Siapa dia?

Telah dibaca 478 kali

Siapa yang tidak kenal dengan camilan Tao Kae Noi? Camilan lezat asal Thailand kini marajalela di pasar Indonesia. Rasanya yang lezat ternyata tidak selezat hidup pencetusnya. Aitthipat Kulapongvanich atau dikenal dengan Top Ittipat, pengusaha muda asal Thailand yang memulai bisnis utama pada tahun 2004.

Siapa dia ? Tao Kae Noi

Pemuda kelahiran Thailand ini telah menjadi milyuner muda sejak berumur 26 tahun. Mungkin kalian tidak mengenal nama milyuner muda ini, tapi sebagian besar dari kalian pasti pernah melihat snack yang membuatnya menjadi seorang milyuner yakni snack rumput laut Tao Kae Noi. Snack Tao Kae Noi sudah dipasarkan di wilayah Asia Pasific dan memegang 70% saham snack Thailand.

Tao Kae Noi

Bagaimana kisahnya?

Perjalanan menjadi seorang milyuner tidaklah mudah bagi seorang Top Ittipat. Pemuda kelahiran tahun 1984 ini hanyalah orang biasa yang suka bolos sekolah dan mencintai dunia game. Saat berusia 16 tahun, ia menjadi pecandu game online hingga menelantarkan pendidikannya. Namun, hobi inilah yang memperkenalkan Top ke dunia bisnis. Awalnya dia mendapatkan uang dari hasil menjual item di game online. Melalui hobi tersebut, ia bahkan mendapatkan sekitar 400 ribu bath per bulan atau setara dengan Rp. 130.000.000 per bulan. Dari bisnis game online tersebut, Top dapat membeli mobil pertamanya. Ia juga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus meminta uang saku dari keluarganya. Keadaan mulai berubah saat bisnis onlinenya dikatakan illegal sehingga rekening Top harus ditutup oleh bank.

Keluarga Bangkrut

Keadaan diperburuk akibat kebangkrutan keluarganya pada tahun 2002. Keluarga Top memiliki hutang sebesar 40 juta bath atau setara dengan Rp. 13.000.000.000. Untuk melunasi hutang tersebut, Top harus keluar dari sekolah dan memulai sebuah bisnis. Dari sisa uang bisnis game online yang dimiliki, ia mencoba untuk mendirikan usaha barang elektronik. Bisnis ini juga mengalami kegagalan. Top ditipu, semua barang elektronik yang ia jual ternyata barang palsu dan uangnya pun tidak dapat kembali.

Tampaknya Top Ittipat belum menyerah. Ia mulai kembali bisnis kacang kenari bersama pamannya. Ia mendapatkan inspirasi dari orang-orang Cina yang berada di Chinatown, Bangkok. Kenari goring manis sangat digemari di Chinatown. Ia berpikir untuk memperkenalkan kacang tersebut di mal-mal. Dalam waktu setengah tahun ia berhasil membuka 30 toko kacang kenari. Usahanya ini juga mengalami kegagalan karena setelah beberapa bulan, mal-mal mulai membatalkan kontraknya karena bau dan asapnya yang mengotori atap mal.

Hampir putus asa

Pada titik inilah ia hampir putus asa. Ditambah lagi ia tidak berhasil kuliah di kampus negeri akibat menelantarkan pendidikan. Rumah dan harta keluarga Top juga disita karena tidak mampu membayar hutang. Inilah yang menyebabkan Top memutar otak kembali. Ia menemukan ide baru untuk berjualan rumput laut goreng. Segala hal dilakukannya untuk mengembangkan bisnis. Ia juga belajar menggoreng rumput laut agar hasilnya enak. Selain itu, ia juga mempelajari cara agar rumput laut gorengnya tidak cepat basi dalam waktu yang lama. Tidak hanya sampai disitu, setelah mendapatkan resep yang pas Top juga harus mencari jalan untuk memasarkan produknya. Akhirnya ia mendapat inspirasi untuk menjualnya di salah satu mini market (7-Eleven). Perjuangan Top Ittipat belum berakhir sampai disini. Ia menerima tantangan baru saat ingin memasarkan produknya. Mini market (7-Eleven) memiliki standar yang tinggi. Ia diminta untuk memperbaiki kemasan agar lebih menarik dan memenuhi kuota dalam jumlah besar.

Top berusaha untuk memenuhi permintaan mini market tersebut. Akibat modal yang rendah, Top akhirnya mengajukan pinjaman ke bank. Permintaannya ditolak oleh bank karena belum cukup umur. Akhirnya Top terpaksa menjual mobil kesayangannya yang diperoleh dari bisnis game online. Uang hasil penjual mobilnya digunakan untuk memperbaiki kantor kecil milik keluarganya dan merubahnya menjadi pabrik usaha rumput laut gorengnya. Usaha dan kerja kerasnya pun tidak sia-sia. Dengan pegawai yang tidak terlalu banyak, akhirnya ia berhasil memenuhi kuota rumput laut goreng dalam jumlah besar. Dalam waktu dua tahun, ia berhasil melunasi hutang keluarganya dan mengambil kembali rumahnya.

Sukses

Pada usia 26 tahun, produk rumput laut gorengnya yang diberikan nama Tao Kae Noi atau Pengusaha Muda. Tao Kae Noi merupakan rumput goreng terlaris di Thailand, bahkan saat ini telah masuk ke pasar Indonesia. Usaha Top ini memiliki pernghasilan 800 juta bath atau sekitar Rp. 235.000.000.000 per tahun dan mempekerjakan 2000 pegawai. Keberhasilnya dikarenakan kegigihan dan cinta terhadap keluarganya. Kisah hidupnya juga dibuat dalam sebuah film yang berjudul “Top Secret: The Billionaire”. Film ini mengisahkan kegigihan seorang Top Ittipat walaupun dihadapkan dengan berbagai halangan dan tantangan.

Pesan Moral

Dari kisah ini, ada beberapa kiat-kiat sukses yang bisa kita petik untuk menjadi pengusaha.

Jangan pernah menyerah

Pada film ini , tercatat beberapa kali Top mengalami kegagalan dan penipuan, namun ia tidak menyerah dan terus berusaha. Suatu saat ketika ia berada didalam mobil bersama ayahnya dan baru saja ditipu oleh seseorang, ayahnya berkata ” Berjualan itu tidak semudah bermain game. Welcome to the real world” . Top juga menjual seluruh barang yang dipunyainya untuk menemukan bagaimana cara membuat cemilan rumput laut yang enak, bahkan hal ini sempat membuat pamannya masuk rumah sakit.

Belajar dan belajar

Pada film ini ada beberapa adegan dimana Top bertanya kepada orang lain mengenai barang yang akan dijualnya. Selain itu ia juga mencatat berbagai macam hal yang ia pikir bisa menunjang usahanya. Top memang lebih suka mempelajari sesuatu yang langsung bisa dipraktekkan dibandingkan mendengarkan teori yang disampaikan dosen didalam kelas.

Kolaborasi

Salah satu kunci sukses Top adalah keberhasilannya meminta masukan dari seorang profesor di sebuah Universitas di Thailand untuk mengatasi snack yang mudah kadaluarsa. Dari profesor itulah Top mengetahui bahwa oksigen lah yang membuat snack nya kadaluarsa, sehingga oksigen harus dibuang dan diganti dengan nitrogen untuk memperpanjang daya tahan snack yang dibuatnya. Dari hal ini maka kita bisa mengetahui bahwa kolaborasi antara Pengusaha dan Universitas itu sangat penting, karena Universitas bisa menyelesaikan berbagai macam persoalan yang dimiliki oleh pengusaha, tentu saja karena mereka yang menguasai keilmuan.

Jujur

Film ini juga mengajarkan sebuah nilai kejujuran. Ada sebuah adegan dimana Top mencoba untuk menyuap seorang penjaga mall, dan penjaga mall itu berkata pada Ibu Top yang berada di samping Top ”Anda Ibunya kan ? Tolong disiplinkan anak anda” . Dan Top belajar dari hal ini, pada sebuah adegan  di akhir cerita, paman Top memberi Top seamplop uang untuk menyuap 2 orang yang melakukan penilaian terhadap kelayakan pabrik milik Top, namun Top tidak melakukannya dan berkata “Aku tidak mau ada orang lain lagi yang menyalahkan orang tuaku

Menjadi pengusaha yang sukses tidaklah mudah, perlu pengorbanan, kerja keras, usaha, dan pastinya jangan takut gagal. Menjadi pengusaha tidak hanya sekadar rencana yang nantinya akan menjadi wacana. Tetapi sebuah rencana yang tentunya harus direalisasikan. So, keep fighting guys !!!

The following two tabs change content below.

Desi Lestari

Tentor Matematika di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Desi Lestari (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.