Aku Jatuh Cinta Karena “Kimia”

aku jatuh cinta

Telah dibaca beberapa kali

“Bila aku jatuh cinta, aku mendengar nyanyian seribu Dewa Dewi cinta menggema dunia” – Sepenggal lirik lagu Nidji yang berjudul Bila Aku Jatuh Cinta. Dalam lagu ini, Nidji mengungkapkan betapa luarbiasanya keadaan atau kondisi seseorang ketika mengalami yang namanya Jatuh Cinta. Pernahkah kalian jatuh cinta? Apakah yang menyebabkan kalian jatuh cinta? Banyak orang yang bilang jatuh cinta terjadi karena daya tarik lawan jenis kita secara fisik seperti ganteng, keren, cool (dingin?), ngegemesin (membuat gemas), manis dan juga secara mental seperti serangan perhatian yang bertubi-tubi oleh lawan jenis kita sehingga menimbulkan rasa nyaman di dalam diri.

baca selengkapnya

Sebuah Trend Akronim Baru di Sosial Media #PAP, BAE, QOTD

akronim baru

Telah dibaca beberapa kali

-Sebuah Trend Akronim Baru di Sosial Media-

“#QOTD: Home is wherever I’m with you. Love you #BAE #PAP”

Buat kalian para pengguna media sosial pasti udah sering ya liat caption (ala-ala) yang diatas. Akronim atau singkatan kata memang sering digunaan di media sosial karena cenderung lebih ringkas dan jelas –jadi gak bikin followers bosen baca caption–. Tapi akronim yang digunakan bukan sembarang akronim yang dibuat sendiri dan hanya bisa dimengerti sendiri ya. Lalu kalau tidak dibuat sendiri, siapa penemu akronim?

baca selengkapnya

Spons Pencuci Piring, Waspada Bahaya yang Mengintai Kesehatan Anda!

spons pencuci piring

Telah dibaca beberapa kali

Hai  kalian pasti punya hobi masak kan? Terutama para cewek ni pasti suka memasak, nah habis masak  perabotan susah sekali dibersihkan dari lemak dan sisa makanan yang berminyak… Gimana dong caranya agar perabotan bersih dari minyak dan sisa makanan??? Pastinya tinggal dicuci kan yaaa menggunakan spons dan deterjen pencuci piring. Terus habis nyuci spons dibiarkan terendam dengan air sabun itulah kebiasaan kita. Nah kalian tau gak ternyata kebiasaan merendam spons pencuci piring berbahaya lho….!!!

baca selengkapnya

Doyan “Nyabé” ? Tak Selamanya “Cabé” itu Indah

doyan

Telah dibaca beberapa kali

Mendengar kata cabé, hal yang terbayang dalam pikiran adalah pedas, panas atau hot,  manantang, pokoknya dashyat cabé itu. Apa sih cabé itu? Nah, sebenarnya cabé sama dengan cabai, namun yang membedakan hanya bentuk penulisannya. Cabé adalah bentuk penulisan yang tidak baku. Sedangkan cabai adalah bentuk penulisan bakunya (penulisan yang sesuai kaidah bahasa Indonesia). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesa kata cabai berarti buah cabai atau tanaman perdu yang memiliki buah panjang, meruncing, dan memiliki rasa pedas. Terus kok bisa muncul fenomena cabe-cabean? Itulah hebatnya orang Indonesia mampu mengkaitkan makna dari sebuah kata dengan fenomena kelakuan atau aktivitas seseorang. Tapi untuk kali ini penulis tidak akan membahas mengenai cabe-cabean loh, tapi penulis akan membahas mengenai baik dan buruknya doyan nyabe.

baca selengkapnya