Doyan “Nyabé” ? Tak Selamanya “Cabé” itu Indah

Telah dibaca 850 kali

Mendengar kata cabé, hal yang terbayang dalam pikiran adalah pedas, panas atau hot,  manantang, pokoknya dashyat cabé itu. Apa sih cabé itu? Nah, sebenarnya cabé sama dengan cabai, namun yang membedakan hanya bentuk penulisannya. Cabé adalah bentuk penulisan yang tidak baku. Sedangkan cabai adalah bentuk penulisan bakunya (penulisan yang sesuai kaidah bahasa Indonesia). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesa kata cabai berarti buah cabai atau tanaman perdu yang memiliki buah panjang, meruncing, dan memiliki rasa pedas. Terus kok bisa muncul fenomena cabe-cabean? Itulah hebatnya orang Indonesia mampu mengkaitkan makna dari sebuah kata dengan fenomena kelakuan atau aktivitas seseorang. Tapi untuk kali ini penulis tidak akan membahas mengenai cabe-cabean loh, tapi penulis akan membahas mengenai baik dan buruknya doyan nyabe.

Doyan nyabé? Nah loh maksudnya apa? Doyan nyabé disini diartikan sebagai orang-orang yang suka (doyan) memakan cabai. Sudah jelas kan? Jadi penulis ingin mengkupas sisi baik dan buruk dari mengkonsumsi cabai secara berlebihan yang dijelaskan secara ilmiah, sehingga diharapkan mampu memberikan wawasan dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. [mau info ilmiah lain silahkan baca cetik bukan sihir].

Kenapa Orang Doyan Nyabé?

Cabai merupakan bahan penambah cita rasa dalam makanan. Kadangkala sebuah makanan tanpa cabai rasanya kurang mantap. Cabai mampu memnghasilkan rasa pedas yang mana rasa pedas ini berasal dari zat capsaicin (zat yang menghasilkan rasa menyengat-nyengat pada lidah) pada cabai. Rasa pedas pada cabai dapat meningkatkan selera makan, percaya? Tidakkah pernah merasakan ketika kita makan nasi dengan lauk yang pedas, makan kita akan menjadi lahap dan akan meningkatkan porsi makan. Itu yang sering dirasakan, kalau kalian gimana? Kesukaan makan cabai mungkin berkorelasi dengan maanfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi cabai itu sendiri.

Apa Sih Manfaat Makan Cabai?

Cabai mengandung banyak senyawa kimia yang memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan (hal serupa juga diungkapkan dalam citra indah), beberapa manfaat cabai bagi kesehatan diantaranya:

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Warna merah pada cabai bukan hanya semata-mata warna merah yang tidak memiliki arti ataupun semata-mata agar cabai itu menarik, tetapi warna merah pada cabai menandakan bahwa terdapat kandungan beta-karotin dan pro vitamin A. Vitamin A dalam cabai dapat berfungsi sebagai pertahanan tubuh yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, cabai juga mengandung vitamin C yang banyak, yang mana hanya dengan dua sendok teh cabai merah bisa memberikan sekitar 6% dari nilai harian untuk vitamin C. Vitamin C dalam tubuh berfungsi sebagai antioksidan.

Menurunkan berat badan

Kandungan capsaicin dan dihydrocapsiate pada cabai bisa membantu meningkatkan pengeluaran energi selama beberapa jam setelah mengkonsumsi cabai. Disamping itu, mengkonsumsi cabai dapat membantu untuk memberi rasa kenyang yang lama, sehingga mengurangi asupan kalori pada tubuh. Buat wanita yang mau kurus, boleh dicoba nih.

Membantu sistem pencernaan

Cabai dapat membantu melancarkan proses pencernaan karena dapat meningkatkan produksi enzim dan asam lambung.

Membantu produksi air liur

Cabai dapat memberikan stimulan untuk membantu produksi air liur. Air liur merupakan bagian yang penting penting dalam sistem pencernaan yang baik serta menjaga kesehatan mulut secara optimal.

Melancarkan sistem pernapasan

Kandungan capsaicin tidak cuma mengurangi rasa sakit, namun juga bisa merangsang sekresi yang membantu membersihkan lendir pada hidung serta mengatasi sesak pada paru-paru.

Mencegah kanker prostat

Capsaicin pada cabai berperan dalam menghentikan penyebaran sel-sel kanker prostat melalui berbagai mekanisme. Kandungan capsaicin mampu membunuh sel kanker prostat serta merangsang pertumbuhan pada hormon laki-laki agar tidak terpengaruh.

Begitu banyak manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi cabai, tapi kenapa tidak boleh mengkonsumsi berlebih? Dibalik banyaknya manfaat cabai terhadap kesehatan, ternyata cabai juga memiliki beberapa disisi negatifnya atau sisi yang bahaya.

Jadi Apa Bahaya Mengkonsumsi Cabai?

Berikut beberapa bahaya mengkonsumsi cabai

Asam lambung meningkat

Mengkonsumsi cabai terlalu banyak dapat mengakibatkan dinding lambung mengalami cereda atau iritasi yang memicu memicu meningkatnya asam lambung secara cepat sehingga menimbulkan jaringan perut terasa sangat nyeri yang datang timbul tenggelam.

Maag akut /Diare

Efek panas yang ditimbulkan oleh cabai dapat menyebabkan lambung menjadi terluka, terkikis, berlubang dan peradangan secara bertahap yang selanjutnya akan menyebabkan munculnya rasa mual, nyeri, melilit, perut kembung dan berpotensi mengakibatkan diare.

Sakit kepala

Zat alkaloid dan senyawa capsaicin dapat menyebabkan tersendatnya aliran darah dan pembuluh menuju kepala, hal tersebut mengakibatkan munculnya sakit kepala, rasa pegal dan nyeri seperti ada yang menekan dibagian belakang leher. Salah satu bahaya cabai yang terbukti paling sering menyerang kaum wanita adalah sakit kepala jenis migrain.

Gangguan rongga mulut

Memakan cabai secara berlebihan dapat memunculkan bahaya yaitu merusak mukosa pada bagian rongga mulut termasuk bibir, langit-langit mulut, gusi membengkak yang berakibat dapat memicu munculnya sariawan atau luka nyeri yang mengakibatkan seseorang menjadi tidak nafsu makan.

Gangguan pada hati dan usus besar

Zat aflatoksin pada cabai dapat merusak dinding hati dan usus besar, apabila dikonsumsi secara berlebihan. Efek panas pada saat mengkonsumsi cabai bersifat menggerus yang dapat mudah menembus dinding hati dan usus besar sehingga menyebabkan seseorang terserang kesulitan buang air besar.

Gangguan ulu hati

Efek panas dari zat capsaicin berkumpul dan masuk pada jaringan ulu hati menyebabkan ulu hati akan terasa tidak nyaman dalam waktu yang cukup lama. Selain menyebabkan iritasi pada ulu hati, cabai juga dapat menyebabkan perut kembung lebih lama yang munculnya justru berbarengan dengan sakitnya ulu hati.

Kanker hati, Lambung dan usus

Apabila organ hati, lambung dan usus secara terus menerus mendapat serangan efek panas dari senyawa capsaicin pada cabai dapat menyebabkan perubahan sel-sel menjadi tidak normal (abnormal) yang lama kelamaan memicu tumbuhnya sel baru yang mengandung kanker.

Gangguan rahim

Pada wanita, efek panas pada cabai yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada dinding rahim, Merusak saluran telur dan menggagalkan pembuahan sperma terhadap sel telur yang seharusnya sudah siap untuk dibuahi dengan normal.

Mengganggu siklus haid

Wanita yang sedang menstruasi sebaiknya hindari atau mengurangi asupan cabai. Karena efek panas pada cabai dapat menyebabkan siklus haid tidak lancar. Selain itu perut sangat nyeri dan terasa melilit yang terjadi karena rahim mengalami iritasi dan peradangan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan efek kombinasi berupa nyeri ulu hati dan perut dalam waktu yang cukup lama.

[Baca selengkapnya: 15 bahaya cabai]

Demikianlah ulasan mengenai manfaat dan bahaya nyabé (mengkonsumsi cabai). Setiap makanan yang enak pasti memiliki sisi baik dan buruknya, jadi tergantung pemahaman kita terhadap pola makan kita. Sesuatu yang berlebihan itu pasti tidak baik, makan nasi pun kalau berlebihan tidak akan baik diantaranya dapat menyebabkan obesitas. Yuli Pritania berkata

Jangan bahagia terlalu berlebihan. Takaran yang pas jauh lebih baik, kau tahu? Karena yang terlalu banyak itu bisa membuatmu mabuk dan lupa, sedangkan yang terlalu sedikit membuatmu merasa kurang dan terus teringat, pada apa saja yang belum kau dapatkan

The following two tabs change content below.

Januariawan I Wayan

Tentor Kimia di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Januariawan I Wayan (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.