Diskon 70% atau 50%+40% ? Pilih mana?

Telah dibaca 176 kali

Bertemu kembali dengan saya sobat Viewer. Kali ini kita masih akan membahas tidak jauh dari topik sebelumnya. Dimana kalau sobat viewer sudah membaca artikel saya yang sebelumnya yaitu mengenai “Pedagang Lima Kaki”. Namun kali ini saya akan membahas topik perdagangan lebih serius berdasarkan konsep Matematika. Diskon. Bagaimana perasaan kalian setelah mendengar 6 huruf itu? Jantung berdebar – debar? (Kalau iya, coba preksakan jantung anda, mungkin ada masalah). Mulai merinding? Leadies mana suaranya?

Iya kata diskon adalah salah satu kata favorit bagi hampir seluruh orang yang hobi berbelanja. Dilihat dari ilmu yang diperoleh dipendidikan formal, diskon sudah mulai kita kenal pada jenjang SD dan di perkuat lagi di jenjang SMP kelas 7, yaitu pada materi aritmatika sosial. Dari mulai diajari rumus menghitung harga setelah dikurangi diskon, hingga bagi yang sudah terbiasa berbelanja akan dengan sangat cepat menghitung potongan harganya. Jadi dalam tulisan ini saya tidak akan membahas / mengajari sobat viewer untuk menghitung harga diskon seperti mengajari anak SD atau SMP lagi. Tapi lebih menarik jika kita bahas kasus umum yang terjadi di sekitar kita.

Pertanyaan pertama saya, -Diskon-

sobat viewer pernah ke supermarket kan ? atau ke Mall ? Pernah melihat suatu produk tertera “Diskon Big Sale 70%”? Atau yang lebih ekstrim “Dapatkan Diskon hanya hari ini 50%+40%”? (Kalau belum pernah, silahkan berangkat dan kunjungi salah satu supermarket/mall terdekat, jika beruntung kalian akan menemukan label diskon seperti yang saya tanyakan diatas).

Pertanyaan selanjutnya, jika sobat dihadapkan dalam situasi, produk berjenis sama, harga awal yang otomatis sama, tapi terletak pada boat yang berbeda, dengan yang pertama tertera diskon 70% dan yang lagi satu tertera diskon 50%+40%. Sobat viewer pilih yang mana ? Hayo dipilih dipilih dipilih, yang sayang anak, sayang istri, yang sayang sabahat, sayang istri sahabat, eh ups.

Mulai bingung ? Dan akhirnya tidak jadi belanja? Pertanyaan ini juga sering saya sampaikan kepada rekan – rekan sejawat dan siswa saya di kelas. Sebagian besar dari mereka tidak langsung menjawab dan masih mikir terlebih dahulu. Dan setelah berpikir sejenak dan memutuskan memilih pilihan yang mana, eh pilihannya tidak tepat pula. Jelas kalau menggunakan konsep perhitungan dikon, sobat akan dengan tegas menentukan pilihan.

Perlu diketahui bahwa diskon 50%+40% tersebut tidak berarti sama dengan 90%. Jadi keliru kalau sobat berpikir seperti itu. Penulisan dikson 50%+40% oleh Pedagang adalah sebuah strategi dalam dunia perdagangan. Tujuannya tentu untuk mengelabuhi mata dan pikiran sobat. (Asal jangan sampai hati saja yang dikelabuhi oleh mas – mas pedagangnya, cieeee).

Baiklah balik lagi ke permasalahan tadi.

Misalkan produk tersebut adalah baju yang seharga Rp. 100.000,00. Pertama coba hitung harganya setelah dikurangi diskon 70% (70% dari Rp. 100.000,00 adalah Rp. 70.000,00), sehingga harganya mejadi hanya Rp. 30.000,00.

Kasus kedua, potong harganya setelah mendapat diskon 50%+40%. Tahap awal potong dulu 50% (Rp. 50.000,00), sehingga harganya menjadi Rp. 50.000,00. Dari sisa harga Rp. 50.000,00 itulah dipotong lagi 40% (40% dari Rp. 50.000,00 adalah Rp. 20.000,00) . Itulah maksud dari diskon 50%+40%. Jadi berapa harga akhirnya, Rp. 50.000,00 – Rp. 20.000,00 = Rp. 30.000,00.

Nah, kok ? kok? kok? (sudah mulai muncul suara – suara ayam berkokok?). Jadi apa keputusan yang seharusnya sobat ambil dari awal ?

Jadi pesan yang saya ingin sampaikan,

terutama bagi yang sering menanyakan “apa sih gunanya saya mempelajari ini? Jugaan saya belanja di warung tidak pakai x dan y”. Hmm oke fine. Yang bisa saya sampaikan dalam tulisan ini yaitu Stop mengeluh saat mempelajari sesuatu. Mempertanyakan tujuan kita belajar, sama halnya dengan menanyakan pertanyaan untuk apa kita hidup? Untuk apa kita dilahirkan didunia? Jawabannya sederhana, untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas. Siapa yang kualitasnya mau ditingkatkan? Saya yakin semua. (bsp)

“Jika anda tidak ingin belajar, tak seorangpun yang akan menolong anda. Sebaliknya jika anda memutuskan untuk belajar, tak seorang pun yang mampu menghentikan anda”

The following two tabs change content below.

Bagus Perdana

Seorang yang berusaha menuangkan idenya lewat tulisan yang sederhana dan bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.