Pedagang Kaki Lima atau Pedagang Lima Kaki?

Telah dibaca 178 kali

Hallo sobat viewer. Jadi pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang istilah Pedagang Kaki Lima. Kalau mendengar istilah Pedagang Kaki Lima, apa hal pertama yang ada dalam pikiran kalian ? Es buah ? Nasi goreng? Atau Mie Ayam Bakso? Hahaha. Kemudian pertanyaan selanjutnya dari saya.

Menurut pendapat kalian kenapa Pedagang itu disebut Pedagang Kaki Lima?

Pertanyaan ini sering saya sampaikan kepada rekan – rekan sejawat dan sepermainan saya. Rata – rata mereka menjawab seragam sesuai pengetahuan yang umum berlaku di masyarakat. Iya, tepat sekali. Iya iya iya. Dalam pikiran kalian pasti mendefinisikan istilah Pedagang Kaki Lima sebagai “Pedagang yang Berkaki Lima”, yaitu 2 kaki mas-mas pedagangnya dan 3 buah roda atau dua roda dan satu kaki kayu yang ada pada grobak dagangannya.

Apakah pendefinisian istilah tersebut sudah benar menurut sejarahnya ? Mari kulik Sejarahnya sekilas.

Menurut Wikipedia.org, menghubungkan jumlah kaki dan roda dengan istilah kaki lima adalah pendapat yang mengada-ada dan tidak sesuai dengan sejarah. Pedagang bergerobak yang ‘mangkal’ secara statis di trotoar adalah fenomena yang cukup baru (sekitar 1980-an), sebelumnya PKL didominasi oleh pedagang pikulan (penjual cendol, pedagang kerak telor) dan gelaran (seperti tukang obat jalanan).

Kaki Lima
Pedagang Lima Kaki

Sebenarnya istilah kaki lima berasal dari masa penjajahan kolonial Belanda. Peraturan pemerintahan waktu itu menetapkan bahwa setiap jalan raya yang dibangun hendaknya menyediakan sarana untuk pejalanan kaki. Lebar ruas untuk pejalan adalah lima kaki (five foot way) atau sekitar satu setengah meter.

Sekian puluh tahun setelah itu, saat Indonesia sudah merdeka, ruas jalan untuk pejalan kaki banyak dimanfaatkan oleh para pedagang untuk berjualan. Dahulu namanya adalah pedagang emperan jalan, sekarang menjadi pedagang kaki lima. Padahal jika menurut sejarahnya, seharusnya namanya adalah pedagang lima kaki. Karena yang kala itu menggunakan Bahasa Belanda dimana sama seperti Bahasa Inggris, kosa kata yang terbalik kalau diterjemahkan ke Bahasa Melayu (Bahasa Indonesia saat ini).

Bagaimana ? Kepala kalian mulai manggut – manggut dan muncul kata “ooooo”.

Kalau iya artinya saya sukses mengarahkan satu orang ke jalan yang benar hari ini. Dan perlu diketahui goal berkesan dari seorang guru adalah disaat menyaksikan efek “ooooo” langsung dari siswanya. Saya bahagia. Sama halnya seperti membaca artikel teman penulis saya sebelumnya (Ms Yuni) yang meluruskan pemahaman keliru saya selama ini mengenai Bunga Bangkai dengan Raflesia Arnoldi. Saya juga bahagia bisa meluruskan pemahaman saya.

Balik ke Si Pedagang Lima Kaki , jadi untuk kilas sejarah yang lebih lengkap dan detail bisa saya rekomendasikan ke link berikut ini : http://www.komunitashi
storia.com/article/2015/12/03/sejarah-pedagang-kaki-lima/
atau ke situs Wikipedia resmi. Karena menjelaskan sejarahnya secara mendetail bukan goal utama saya pada tulisan ini. Tapi saya lebih menekankan kepada pesan yang tersirat dalam fenomena ini.

Pertanyaan yang bagus muncul setelah ini adalah “Bagaimana saya bisa tahu tentang salah tafsir mengenai istilah Pedagang Kaki Lima”? Apakah silsilah keluarga saya adalah pedagang kaki lima sehingga saya serius mencari kebenaran ini sampai searching ke google atau Wikipedia ?

Tidak. Tidak. Tidak. Lebih tepatnya informasi ini saya dapatkan secara kebetulan. Dari mana? Dari keisengan menghabiskan waktu luang dengan membaca salah satu novel karya Tere Liye yang berjudul “Tentang Kamu”.

Walaupun novel tersebut mengisahkan kisah hidup seseorang secara fiksi namun didalamnya terdapat banyak kejadian yang dihubungkan dengan sejarah Indonesia dimasa lalu. Sangat menarik, selain kalian menikmati alur ceritanya, kalian akan mendapat banyak sekali informasi baru dan memunculkan efek “ooooo” yang merupakan kepuasan untuk diri kalian sendiri. Jadi bagaimana? Sudah terbayang pesan apa yang ingin saya sampaikan.

“Hidup kita diubah oleh dua hal, lewat orang yang kita cintai dan buku yang kita baca”

Sebagai pertanyaan penutup yang perlu kalian renungi masing – masing adalah, “Siapakah orang yang kita cintai itu ?” (Sampai akhir masih becanda aja)

Serius. Serius. Serius. “Buku apa yang kalian baca hari ini ?” (bsp)

The following two tabs change content below.

Bagus Perdana

Seorang yang berusaha menuangkan idenya lewat tulisan yang sederhana dan bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.