Mengenal Scavenger, Si Pemakan Bangkai Yang Tetap Sehat

Telah dibaca 534 kali

Dalam urutan rantai makanan pada pelajaran Biologi tentu kalian masih ingat ada berperan sebagai produsen, konsumen, dan dekomposer. Produsen contohnya adalah mahluk yang bisa berfotosintesis seperti tumbuhan dan konsumen diperankan oleh mahluk heterotrof seperti hewan herbivora, karnivora, dan omnivora. Dan terakhir ada dekomposer yang berfungsi untuk membusukan. Ternyata dekomposer ada beberapa jenis yaitu detritivor dan dekomposer seperti jamur cacing tanah dan bakteri, dan ada yang disebut scavenger atau pemakan bangkai.

Scavenger

scavenger

Scavenger merupakan hewan heterotrof yang memakan tubuh hewan lainnya yang sudah mati atau disebut juga pemakai bangkai. Pemakan bangkai memainkan peran penting dalam ekosistem dengan mengkonsumsi hewan dan tumbuhan yang telah mati. Dekomposer lain seperti bakteri dan jamur akan mengakhiri proses ini, dengan mengkonsumsi sisa-sisa yang ditinggalkan si pemakan bangkai.

Jenis – Jenis Hewan Pemakan Bangkai

Hewan hewan seperti hyena, coyote, gagak, dan beruang kutub dapat dikategorikan pemakan bangkai. Hyena mendapatkan makanan selain dengan berburu dengan kawanannya juga dengan cara mengambil paksa bangkai hewan dari predator lain seperti singa. Begitu pula dengan coyote dan beruang kutub. Jika bangkai tersebut masih baru, hewan- hewan tersebut masih bisa memakannya karena belum ada mikroorganisme yang membusukan bangkai tersebut. Untuk menghalangi karnivora memangsa bangkai tersebut, beberapa mikroba yang memproduksi racun. Racun ini bisa membuat hewan- hewan tersebut sakit. Namun beberapa hewan seperti burung Hering dapat memakan bangkai yang sudah busuk sekalipun tanpa ada tanda tanda sakit.

Namun, burung nasar dan lebah vultur justru langsung mencari bangkai hewan. Ini karena bangkai hewan lebih mudah dideteksi dan dipertahankan karena jarang ada yang merebut. Mereka bisa tahan dengan bakteri di bangkai hewan tersebut dengan berbagai macam mekanisme tubuhnya. Lebah vultur punya cara melawan bakteri penyakit dan racun di bangkai yang jadi makanannya. Ia menyemprotkan cairan antimikroba ke atas bangkai, sebelum memakannya. Sementara, burung hering punya cara pertahanan setelah makan bangkai. Burung hering melawan mikroba yang masuk ke tubuhnya dengan asam lambung di perutnya. Asam lambung burung hering ini 10 kali lebih asam dibandingkan asam lambung manusia. Semakin dewasa, burung hering juga punya sistem imun yang semakin kuat. Makanya ia tidak sakit meski makan bangkai. Kemudian, bersosialisasi dengan hewan sejenisnya juga membuat hewan punya sistem imun yang kuat. Perilaku ini menurut ilmuan memberi kemungkinan membuat sistem imun mereka semakin kebal.

Sobat viewers jangan lupa baca juga artikel menarik tentang hewan yang satu ini, tentang pesona kambing jantan

Editor : -NR-

The following two tabs change content below.

Made Dwipayana

Tentor Biologi di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Made Dwipayana (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.