PILIH UN KIMIA? KENAPA TIDAK?

Telah dibaca 1.537 kali

Pilih UN kimia, kenapa tidak? Penyataan ini muncul seiring dengan keberadaan fenomena rendahnya pemilih mata pelajaran kimia pada pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2017 (Bisa cek: kabar24.bisnis.com; www.jawapos.com; m.detik.com; www.pressreader.com). Rendahnya pemilih mata pelajaran kimia untuk UN kiranya didasarkan atas anggapan bahwa pelajaran kimia adalah pelajaran yang sangat sulit. Dari namanya saja sudah membuat siswa berekspektasi bahwa pelajaran tersebut akan membuat mereka kebliger dan pusing tuju keliling (Mungkin siswa pikir KIMIA itu Kerjaannya  Itu Mikir Aja).

TERUS KENAPA MEMILIH UN KIMIA?

Kalau dipikir-pikir, memang ada benarnya juga kimia itu sulit, sebab bagi penulis sendiri yang berkecimpung di ilmu kimia mengganggap bahwa pelajaran kimia merupakan ilmu yang kompleks. Satu sisi pelajaran kimia membutuhkan ketekunan untuk membaca (sebab ada beberapa hal yang memang konseptual dan kontektual) dan disisi lain pelajaran kimia membutuhkan pemahaman matematis yang lebih (melibatkan perhitungan-perhitungan). Jadi memang lumayan menguras tenaga dan pikiran. Namun, kalau kita sudah mempersiapkan diri dengan baik dan tahu bagaimana harus belajar, UN kimia tidak masalah. Pernahkah kalian membaca dan mencoba menganalisa soal UN kimia dari tahun ke tahun? Akan terlihat pola soal dan bagaimana jenis pertanyaannya. Sehingga kita bisa mereka-reka apa sub atau poin dari suatu topik materi yang kiranya akan muncul sebagai pertanyaan.

Apa yang harus dilakukan ketika memilih UN Kimia?

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ketika kalian ingin mengambil atau memilih mata pelajaran kimia untuk Ujian Nasional diantaranya.

Belajar berpikir Analisis, Praktis dan Sistematis.

Berpikir analisis diperlukan ketika mengerjakan soal kimia untuk memahami isi dan maksud soal. Kadangkala siswa merasa bahwa soal kimia itu sangat sulit karena tidak mampu menentukan apa yang menjadi poin pertanyaan yang sebenarnya. Hal ini seringkali terjadi pada soal dengan tipe problem solving. Padahal kalau kita tahu maksud dan komponen-komponen yang menjadi kunci pada soal, menjawab soal kimia itu tidak mustahil.

UN Kimia

Berikutnya adalah berpikir praktis, pola berpikir ini erat juga kaitannya dengan berpikir analisis. Pada soal kimia, kadangkala terdapat komponen soal yang tidak berhubungan secara langsung dengan poin yang ditanyakan. Seolah-olah soal tersebut sangat kompleks dan sangat sulit, padahal itu bisa diselesaikan dengan konsep dasar saja dan bahkan dapat diselesaikan dengan logika (cobalah kuasai konsep, kemudian akan berkembang cara-cara mudah yang kalian ciptakan sendiri-karena pada dasarnya “cara cepat” yang diciptakan seseorang dapat menyesatkan; baca juga-Rumus Cepat : Antara Cepat atau Menyesatkan?

Berpikir sistematis dimaksudkan bahwa kita harus mampu menghubungkan masing-masing komponen yang diketahui di soal. Hal ini penting karena dalam soal-soal kimia, tiap komponen yang diketahui memiliki keterkaitan satu sama lain, biasanya terdapat pada soal yang berupa hitung-hitungan (konsep mol, asam basa, kesetimbangan, laju, dan lain-lain). Contoh soal sederhana yang melibatkan berpikir sistematis adalah menghitung massa apabila diketahui pH, volume dan massa molekul relatif suatu larutan asam atau basa.

Analisis Kisi-Kisi UN

Melalui kisi-kisi kita akan dapat mereka-reka apa kiranya yang akan muncul pada soal UN kimia. Pada kisi-kisi UN akan dipaparkan mengenai ruang lingkup materi dan kemampuan atau penguasaan materi yang diharapkan. Ruang lingkup materi tersebut diantaranya kimia dasar, kimia analitik, kimia fisik, kimia organik dan kimia anorganik. Kemudian  untuk kemampuan atau tingkat berpikir yang diharapkan dibagi menjadi pengetahuan dan pemahaman, aplikasi serta penalaran.  Jadi, keberadaan kisi-kisi ini mempermudah dan menuntun kita dalam belajar terkait dengan UN kimia (Mau lihat kisi-kisi UN dan USBN 2018: Unduh disini Sumber: bsnp-indonesia.org).

Berikut adalah contoh analisis Kisi-Kisi UN.

Dalam kisi-kisi dicantumkan:

 Peserta didik dapat memahami dan menguasai pengetahuan mengenai:
– pH larutan asam-basa kuat dan lemah berdasarkan perhitungan maupun eksperimen (indikator asam-basa).
– Konsentrasi asam atau basa berdasarkan data hasil titrasi asam-basa.

Pernyataan diatas mengandung arti:

(1) dalam soal yang akan dibuat nantinya menuntut siswa untuk mampu menghitung pH asam-basa kuat, lemah  dan mampu menentukan pH suatu larutan berdasarkan hasil percobaan menggunakan beberapa indikator asam-basa (hal ini sering muncul pada soal-soal UN tahun sebelumnya, dimana soal berbentuk tabel yang berisikan hasil uji larutan asam-basa menggunakan berbagai indikator yang nantinya siswa diminta menyimpulkan pH larutan);

(2) soal yang akan dibuat nantinya menuntut siswa untuk mampu menentukan konsentrasi suatu asam atau basa melalui titrasi. Pengalaman soal UN tahun sebelumnya, untuk soal titrasi  yang sederhana biasanya diberikan tabel volume titran dan titrat serta diketahui konsentrasi salah satu larutan asam atau basa kemudian diminta menentukan konsentrasi. Namun ada pula yang dikembangkan, yang mana soal tidak menanyakan konsentrasi tetapi massa dari larutan asam atau basa.

Rajinlah Berlatih Menjawab Soal

Dengan semakin sering kalian mencoba menjawab soal-soal kimia yang beraneka ragam maka secara tidak langsung kalian akan memiliki kemampuan dalam analisis, kritis dan sistematis terhadap berbagai jenis soal. Disamping itu, kalian akan memiliki pengetahuan terhadap berbagai macam jenis soal dengan segala arah dan tujuan dari soal tersebut. Jadi walaupun kalian bisa berpikir analisis, praktis dan sistematis serta memiliki kisi-kisi tanpa latihan untuk mencoba menyelesaikan soal, kalian juga akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal kimia.

Demikian tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila ingin memilih mata pelajaran kimia sebagai mapel pilihan UN untuk siswa program IPA. Semoga apa yang penulis paparkan bisa berguna, bermanfaat dan membuka kekalutan pikiran terkait bagaimana menghadapi soal-soal kimia. Salam Gerbang Mapan (Gerakan Membangun Masa Depan).

The following two tabs change content below.

Januariawan I Wayan

Tentor Kimia di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Januariawan I Wayan (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.