Gradien menunjukan tingkat “kemiringan” kehidupan kita

Telah dibaca beberapa kali

Hallo sobat viewer. Pada kesempatan ini, penulis akan membahas mengenai Gradien. Mendengar istilah tersebut, pasti bagi adik – adik yang duduk di kelas 8SMP langsung familiar dan kenal. Karena itu adalah istilah pada pelajaran Matematika yang kalian jumpai akhir – akhir ini di sekolah. Nah, berbicara mengenai materi gradien, harusnya istilah “kemiringan” sudah ada dibenak kalian. Karena gradien itu sendiri bahasa indonesianya adalah tingkat kemiringan.

Dan bagi jenjang – jenjang kelas seterusnya sampai kelas 12SMA istilah gradien (kemiringan) akan terus kalian jumpai di berbagai materi yang berhubungan. Sehingga penanaman konsep gradien sangat penting sejak dini. Sehingga kalau kalian anak kelas 12SMA hanya mengenal rumus gradien sekedar delta y per delta x. Kalian harus baca artikel ini sampai habis. Karena ada trik khusus untuk memahami konsep, yang bisa kita hubungkan antara materi ini dengan kehidupan.

Mari permudah memahami mengenai Gradien / kemiringan

Berbicara tentang kemiringan, pastilah yang mucul pertama kali dibenak kalian adalah garis yang miring. Yups, kurang lebih kita akan mulai dari hal tersebut. Simpan dulu rumus delta y per delta x yang kalian sudah pahami. Karena kita kan mulai dari menganalis garis-garis yang penulis berikan:

gradien

Perhatikan keempat garis tersebut sejenak. Kita pastinya sepakat bahwa hidup itu harus jalan maju menyongsong masa depan (berjalan dari kiri ke kanan). Namun bagi kalian yang belum bisa move on, saya tidak akan memaksakan melakukan kesepakatan dengan kalian. Cukupkan sampai disini dan kalian bisa keluar dari tulisan ini dan selamat meyesali terus masa lalu kalian dengan terus berjalan mundur meratapi hal – hal yang sudah terjadi. Yakinlah tidak pernah ada yang salah dengan masa lalu, itu hanya sekedar proses pendewasaan. Maka dari itulah dalam bidang kartesius, kita mengenal sumbu X dimana garis horizontal yang nilainya terus membesar ke kanan (positif).

Begitu juga, nilai tentang naik turun. Siapa disini yang mau kualitas kehidupannya terus merosot turun? Kalau ada, coba preksakan batin dan pikiran kalian, mungkin terjadi “kemiringan”. Sehingga dalam matematika kita mengenal sumbu Y yang merupakan garis vertikal, dimana sebagai acuan semakin tinggi maka nilainya semakin besar (positif).

Sekarang kembali ke topik gradien

Kalau disuruh memilih, jika diibarakan jalan kesuksesan kehidupan, kalian mau yang seperti gambar garis yang mana? Saya yakin semua inginkan gambar (d) (karena sayapun begitu), tapi itu mustahil dalam kenyataannya. Kenapa? Mari kita bahas sejenak.

Apa perbedaan tingkat kemiringan dari gambar (a) dan (b) ? Yups. Kalau kalian berjalan maju (kiri ke kanan), pada bagian (a) kalian akan menyebut itu tanjakan. Sedangkan yang (b) sebaliknya. Jika kita hubungkan dengan kehidupan, gambar yang (a) menjelaskan jalan yang kita lalui menanjak dan otomatis tujuan yang akan kita capai semakin tinggi. Begitulah kehidupan, untuk mencapai hasil maksimal maka kalian harus siap dengan usaha maksimal. Jika kehidupan kalian seperti yang digambarkan oleh gambar (a), selamat gradien kalian postitif.

Bandingkan dengan gambar (b), disaat kalian sudah melakukan usaha langkah kedepan , namun kualitas kehidupan kalian menurun terus maka hasilnya pasti menuju ke arah turun negatif. Sehingga kalau kalian menghitung dengan rumus pun akan memperoleh hasil gambar (b) memiliki gradien negatif. Bagaimana sesuai dengan makna kehidupan kan?

Jalan menanjak, gradien positif. Jalan menurun, gradien negatif. Setidaknya jika kalian menemui keadaan garis, dengan cepat kalian akan tahu nilai positif atau negatif yang dimiliki garis tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan gambar (c) dan (d). Iya gambar (c) meunjukkan garis yang datar, banyak yang menyebut tidak memiliki kemiringan, atau lebih tepatnya dalam matematika kemiringannya sama dengan nol. Iya seperti kehidupan, nilai kehidupan kalian akan bernilai nol (netral) kalau hidup kalian datar – datar saja selama ini. Iya begitu, tidak berani mengambil keputusan, tidak berani naik dan tidak berani turun, kalian akan tetap tinggal di lantai yang sama.

Sebaliknya gambar (d) menunjukkan kemustahilan, tidak terdefinisikan. Apa mungkin tanpa bergerak, tanpa melangkah, tanpa usaha, kalian akan memperoleh hasil yang terus naik ataupun terus turun ? Sehingga dalam matematika untuk garis yang vertikal memiliki gradien tak terdefinisi, karena delta x nya 0 (pembaginya 0).

Kemudian untuk memantapkan pemahaman kalian

Coba hubungkan dan bandingkan ketiga gradien garis ini, mana yang lebih besar, dan ambil kesimpulan berdasarkan kajian kalian masing – masing. Kemudian cocokkan dengan rumus gradien yang kalian dapatkan disekolah.

gradien

Bagaimana sederhana kan materi tentang gradien? Bagi kalian yang ingin lebih mendalami tentang materi gradien ini silahkan lanjutkan membaca ke artikel berikutnya yang akan mengupas materi ini lebih dalam.

Jadi pesan terakhir dari penulis, matematika itu dilahirkan untuk tidak menakut – nakuti. Hanya masalah keberpihakan dan sudut pandang saja. Jadi tergantung, jika matematika dijelaskan dengan cara yang sederhana dengan tidak hanya berkutat dengan rumus – rumus, sebenarnya matematika itu sederhana dan mengasikkan. Sama seperti tulisan saya sebelumnya mengenai “Pilih mana Diskon 70% atau 50%+40% ? ” , dengan pemahaman matematika kita akan dengan mudah memilihnya.

Jangan katakan hal-hal kecil dengan banyak kata-kata, tapi katakanlah sesuatu yang besar dengan sedikit kata. – Pythagoras

The following two tabs change content below.

Bagus Perdana

Seorang yang berusaha menuangkan idenya lewat tulisan yang sederhana dan bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.