Telah dibaca beberapa kali
Siapa yang tidak mengenal peringatan hari valentine? Bagi mereka yang memiliki pasangan tentu saja menggunakan momentum ini dengan berbagi kasih sayang, coklat, dan bunga mawar. Tapi, tidak semua orang bisa merasakan hal yang sama di hari valentine. Merayakan valentine memang identik dengan adanya pasangan. Valentine tidak akan lengkap jika dirayakan seorang diri. Namun, bagaimana dengan para jomblowan dan jomblowati? Atau mereka yang baru saja putus?
Tentu saja valentine akan menjadi hari yang menyebalkan bagi mereka. Bahkan bagi mereka yang mempunyai pasangan tapi LDR pun sulit merayakan valentine. Tentunya hal itu akan menimbulkan kerinduan.
Jika pada tulisan sebelumnya saya telah membahas tentang kentut yang bisa memperkuat rasa cinta, kali ini saya akan membahas fakta – fakta menarik tentang kerinduan. Jadi baca sampai akhir artikel ini yaaa.
Hari Valentine di warnai kerinduan yang melanda?
Pernahkah kalian bertanya, kenapa kita bisa merasa rindu jika jauh? Dan kenapa rindu itu, berat? Rindu juga keras kepala, sekalinya rindu si dia pastinya tidak bisa digantikan dengan yang lain. Pendeknya, rindu itu bisa terjadi karena otak kita punya hormon yang bisa ‘meminta’ kita jika orang yang biasa kita temui lagi jauh. Kenapa otak kita bisa begitu? Berikut akan dikupas selengkapnya.
MENGAPA RINDU?
Rasa rindu bisa menyerang siapa saja. Terlebih bagi mereka yang tengah jatuh cinta. Pasangan yang sedang menjalin cinta, dan terpisah oleh jarak atau LDR tentu menyebabkan kerinduan yang mendalam. Kenapa rasa rindu ini bisa terjadi? Berikut adalah penjelasan ilmiah di balik rasa rindu, yang dikutip dari berbagai sumber.
Hormon Dopamin
Berawal dari munculnya rasa cinta yang menyebabkan rindu terjadi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jatuh cinta berhubungan dengan hormon dopamin. Hormon ini memiliki pengaruh kuat terhadap rasa sakit, bahagia, dan hasrat. Kedekatan fisik bersama orang yang disayangi akan membuat produksi dopamin memuncak, karena itulah otak merespon dengan menerjemahkan keberadaan orang yang disayangi sebagai sebuah kebiasaan.

Efek ketergantungan terhadap dopamin sama kuatnya dengan candu. Produksi dopamin juga mempengaruhi hormon serotonin yang mengendalikan tingkat stres, suasana hati, dan nafsu makan. Karena itulah, berjauhan dengan si dia yang kita sayangi terasa begitu berat dan menyakitkan.
Fase – fase Kerinduan
Semakin tidak bertemu, rasa rindu semakin tidak tertahankan. Ketika dilanda rindu, ada fase-fase yang akan dilewati oleh seorang wanita. Menurut Lichtermen, seorang wanita yang mengalami kerinduan pada orang yang disayangi akan mengalami beberapa fase. Pada hari pertama menstrusasi, wanita akan merindukan kenangan yang indah bersama pasangannya. Selanjutnya, ia mulai merindukan kedekatan fisik dengan pasangannya. Selanjutnya, wanita akan mulai berbicara dan melakukan hal-hal kecil untuk pasangannya. Dan akhirnya, keberadaan pasangannya benar-benar menjadi kebutuhan “darurat” yang harus dipenuhi.

Rasa rindu pada pasangan memang tidak bisa tergantikan oleh sahabat atau keluarga. Rindu memang keras kepala, dan hanya bisa diobati dengan orang yang dirindukan. Ketika seorang pria dan wanita tengah jatuh cinta, akan ada ikatan emosional yang berkaitan dengan hormon oksitosin. Hormon inilah yang menjadi kunci kesetiaan seorang pria. Ketika seorang pria tengah menjalin komitmen dengan pasangannya, maka dia cenderung akan menciptakan jarak fisik dan juga mental kepada wanita yang bukan pasangannya.
FAKTA MENARIK TENTANG RINDU
Siapapun itu, pasti pernah mengalami perasaan rindu. Rindu akan apapun, baik terhadap seseorang, suatu benda maupun situasi tertentu. Nah, secara psikologi ada tujuh fakta menaik tentang seseorang yang sedang memendam rasa rindu.
1. Menimbulkan Kesedihan
Hal pertama yang dirasakan adalah sedih. Secara umum, seseorang yang mengalami rindu akan merasa sedih. Kondisi ini bisa membuat seseorang tidak bisa melakukan segala aktivitas, layaknya dalam situasi normal.
2. Mudah menangis dan Baperan
Hal kedua yang sering terjadi yaitu menangis. Percaya atau tidak, perasaan rindu akan menstimulus jiwa seseorang menjadi lebih melankolis. Seorang yang tegar sekalipun akan meneteskan air mata ketika rindu menggebu.
3. Senyum – senyum sendiri
Fakta ketiga, tersenyum sendiri. Seseorang tanpa sadar akan tersenyum sendiri ketika mengingat seseorang atau suatu hal yang dirindukan.
4. Bicara Ngelantur
Fakta selanjutnya bagi yang mengalami rindu yaitu bicara ngelantur. Seseorang sering kali keceplosan mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya disampaikan. Hal itu dikarenakan perasaan rindu akan membuat fungsi otak dan panca indera menjadi kurang stabil. Sehingga, perintah dari otak sering tidak bisa diterjemahkan secara sempurna oleh indera kita.
5. Sering Memimpikannya
Fakta kelima, kamu akan memimpikannya. Sebagain ahli psikologi sependapat, bahwa mimpi merupakan bagian terkecil dari rutinitas yang sudah, sedang atau akan kita lakukan. Seringkali, lantaran perasaan rindu, rutinitas itu terbawa sampai alam bawah sadar melalui mimpi.
6. Menurunnya Ratio Stabilitas Kejiwaannya
Fakta lain bagi seseorang yang sedang rindu adalah menurunnya ratio stabilitas kejiwaannya. Kondisi itu membuat seseorang akan lebih mudah larut dalam perasaan emosi dan tidak stabil dalam bersikap atau berpikir.
7. Menurunkan Berat Badan
Fakta terakhir yaitu penurunan berat badan secara drastis. Hal ini dipicu oleh hilangnya nafsu makan
TIPS MENGALIHKAN RASA RINDU
Pertama, jangan terlalu banyak diam di rumah. Diam di rumah hanya akan membuatmu makin merindukan dia. Pikiranmu tidak bisa teralihkan dan malah fokus padanya. Cobalah untuk berkegiatan di luar rumah.
Kedua, ikuti les atau workshop keterampilan. Banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dari mengikuti kegiatan tersebut. Selain keterampilanmu bertambah, kamu juga akan punya banyak kesempatan bertemu orang baru. Salah satunya kamu bisa mengikuti les di Krishna Learning Center untuk menambah wawasanmu.
Ketiga, menulis apa yang kamu pikirkan dan rasakan. Menulis di buku diary mungkin sudah tidak jaman, tapi kamu tetap bisa menulis apa yang kamu rasakan di ponselmu. Dengan aplikasi diary di ponsel, kamu bebas menulis apa yang ingin kamu ungkapkan tanpa takut dibaca orang lain.
Keempat, buka hatimu dan temui orang baru. Memang sulit untuk membuka hati jika sebelumnya kita pernah kecewa dan terluka. Ada ketakutan yang terus membayangi setiap kita mencoba membuka hati. Langkah awal mulailah dengan pertemanan.
Kelima, lebih banyak bersyukur. Bersyukur membuat hati kita tenteram. Jika kita bisa mensyukuri dari hal terkecil, apalagi jika diberi hal terbesar. Berterimakasihlah pada dia yang sudah membuatmu marah dan kecewa. Karenanya juga kamu bisa tumbuh menjadi lebih kuat, sabar dan dewasa tentunya.
Rindu ini curang, selalu bertambah tanpa tahu bagaimana caranya agar berkurang
Rika Aryanti
Latest posts by Rika Aryanti (see all)
- Hari Valentine: 7 Fakta tentang RINDU yang KERAS KEPALA - 13 Februari 2019
- Kentut Memperkuat Rasa Cinta, Jangan Ditahan! - 9 Januari 2019
