Kentut Memperkuat Rasa Cinta, Jangan Ditahan!

Telah dibaca 141 kali

Setiap orang selalu ingin menampilkan image baik di depan pasangannya. Tak jarang seseorang akan melakukan pencitraan untuk menunjukkan image yang baik. Banyak orang akan jaim di awal menjalin hubungan. Alasannya karena kamu merasa tidak percaya diri di depan pasangan. Salah satu kejaiman yang sering dilakukan yaitu menahan kentut.

Tahukan kamu, kentut ternyata bisa memegang peran penting dalam hubungan kamu. Selain baik bagi kesehatan, ternyata bisa memperkuat hubungan cinta jika kamu berani kentut di depan pasangan kamu. Benarkah hal tersebut? Ataukah hal tersebut hanya lelucon belaka?

Bagi sebagian orang, melepas kentut di dekat banyak orang terutama pasangan adalah hal yang memalukan. Oleh sebab itu saat keinginan kentut datang, banyak orang memilih untuk menahannya. Kentut yang dalam bahasa medis disebut flatulensi, merupakan kegiatan yang biasa dan sering kita lakukan. Tak jarang, kentut yang dihasilkan dari flatulensi ini menjadi sebuah alat dan sarana untuk bercanda dengan keluarga maupun pasangan. Tidak bisa kentut, dapat membahayakan nyawa seseorang. Lalu bagaimana hubungan kentut dapat memperkuat rasa cinta? Berikut akan dikupas selengkapnya.

Penelitian Tentang Kentut

Kentut menjadi hal yang alami oleh manusia. Dilansir dari BuzzFeed, rata-rata manusia membuang sekitar setengah liter gas per hari. Aroma kentut yang cenderung menyengat membuat orang lain merasa tidak nyaman. Hal ini dikhawatirkan membuat pasangan illfeel dan menyebabkan hubungan terganggu. Namun sebuah studi menunjukkan sebaliknya. Berani kentut di depan pasangan justru akan memperkuat rasa cinta.

Hasil Survei

Menurut survei yang dilakukan oleh Mic pada tahun 2016, kentut ternyata adalah langkah penting dan membuat transisi dari saling mencintai antarpasangan. Mic melakukan survei ini pada lebih dari 125 orang dengan usia 20 hingga 30 tahun untuk mengetahui kapan sebagian besar pasangan melakukan kentut. Survei membuktikan ternyata membutuhkan waktu hanya dua hingga enam bulan untuk seseorang dapat saling mencintai hanya dengan mengetahui kebiasaan kentut pasangannya.

Bila kita menangkap basah pasangan kita sedang kentut atau justru kita sendiri yang tertangkap basah sedang kentut, mungkin kita akan saling berpandangan setelah itu tertawa. Hal tersebut ternyata dapat mencairkan suasana dan membuat hubungan menjadi lebih akrab. Bahkan Jamie Hergenrader mengakui bahwa kentuk benar-benar dapat memperkuat ikatan pasangan. Seperti tak ada lagi malu-malu atau jaim di depan pasangan.

Penelitian Mic juga menyatakan bahwa ketika kita jatuh cinta, maka kita akan menerima baik dan buruk, luar dan adalam pasangan kita. Hal itu manandakan bahwa kita nyaman di depannya. Arnold Brantley dari Daily Plug juga menyarankan para pasangan untuk memiliki dasar hubungan yang kokoh. Kentut di depan pasangan menandakan bahwa hubungan kita dengan pasangan sangatlah intim dan dekat. Hal itu baik untuk pasangan karena kamu bisa menjadi diri sendiri dan pasanganmu menerimamu apa adanya. Kamu dan pasanganmu juga bisa menjadi jujur satu sama lain.

Menahan Kentut Membuat Tidak Nyaman

Kentut merupakan hal yang alami untuk terjadi. Namun, terkadang budaya yang ada di masyarakat membuat kita tidak enak untuk mengeluarkan kentut sembarangan. Kentut sembarangan akan menimbulkan anggapan tidak sopan. Ketika kentut mengeluarkan bunyi atau bau, kita pun menjadi malu. Seseorang akan memilih untuk menahan kentut demi menghindar dari rasa malu. Tapi, pernahkah Anda bertanya-tanya apa efeknya pada tubuh jika kita sering menahan kentut?

Efek menahan kentut

Menahan kentut dapat menyebabkan perut panas, kembung, dan gangguan pencernaan. Tekanan usus dapat menyebabkan gas terperangkap, serta memiliki kemungkinan meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah. Menahan gas mungkin tidak berbahaya untuk Anda, namun Anda akan merasa begah dan tidak enak.

Menahan kentut memang tidak akan melukai Anda secara langsung, namun usus akan menggelembung seperti balon karena penyumbatan gas tersebut. Jika dinding usus memiliki kelemahan, akhirnya bisa meledak. Ketika hal tersebut sampai terjadi, kantong-kantong pun terbentuk, dikenal juga dengan sebutan divertikula. Fatalnya, kalau kantung-kantung tersebut terinfeksi, hal ini akan menyebabkan kondisi yang mengancam nyawa dan rasa nyeri.

Saat mencoba menahan kentut, akan terjadi tekanan di dalam perut dan membuat perut terasa tidak nyaman. Menahan kentut akan menyebabkan distensi abdomen atau penumpukan zat di perut, dalam hal ini gas. Penumpukan gas ini akan menyebabkan perut atau pinggang membesar atau lebih dari ukuran normal. Gas yang menumpuk tersebut akan diserap kembali oleh tubuh dan keluar saat kamu manghela napas. Selain itu, gas yang ditumpuk terlalu lama justru memiliki kemungkinan untuk keluar dalam bentuk kentut yang tidak terkendali. Tentunya hal itu akan lebih memalukan lagi.

Mengenal Kentut

Flatulensi adalah keluarnya gas melalui anus akibat akumulasi gas di dalam perut (terutama dari usus besar). Peristiwa keluarnya gas disebut kentut. Persentase kandungan gas dari gas kentut yang tidak berbau yaitu nitrogen 20–90%, oksigen 0–10%, metan 0–10% (diproduksi bakteri atau kuman dan mudah terbakar), karbondioksida 10–30%, hidrogen 0–50% dan lain-lain. Gas yang keluar dapat berbau menyengat akibat kandungan gas bergugus indol atau hidrosulfida (S-H) yang tercampur.

Kentut bisa terbakar?

Kentut bisa terbakar karena mengandung metana dan hidrogen yang bersifat mudah terbakar. Kalau terbakar, nyala apinya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen. Tetapi gas kentut tidak akan terbakar dalam kondisi normal karena konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.

Fermentasi bakteri dari proses pencernaan memproduksi panas, hasilnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat dan jenuh dengan produk metabolisme bakteri yang berbau busuk. Kemudian gas ini menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya. Maka dari itu kentut yang busuk itu biasanya bersuhu hangat dan tidak bersuara.

Berbanding terbalik dari kepercayaan umum bahwa besar kecil suara kentut dihasilkan oleh “kepakan” dua sisi bokong yang beradu, suara kentut sebenarnya dihasilkan oleh getaran dari rektum, alias bukaan anus.

Tinggi-rendah, panjang-pendek nada suara kentut akan bergantung pada keketatan sfingter (cincin otot lurik yang mengelilingi kanal anus) serta tekanan di balik gas yang akan dikeluarkan yang menyebabkan bukaan anus bergetar. Beberapa orang dapat secara sukarela mengendalikan laju gas dengan mengencangkan rektum mereka, namun di malam hari Anda akan cenderung melepaskan gas dengan bunyi nyaring karena otot sfingter Anda dalam keadaan rileks.

Jadi dapat saya simpulkan, kentut itu adalah hal yang alami. Semua kejadian pasti ada alasannya. Walau kentut sekalipun jangan anggap tidak berharga. Syukurilah nikmat yang diberi Sang Pencipta.

Kesehatan itu simple tapi segalanya

The following two tabs change content below.

Rika Aryanti

Mahasiswi Ilmu Komputer at FMIPA Universitas Udayana
Seorang yang ingin berbagi melalui tulisan yang mudah dipahami dan bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.