Menjauhkan yang Dekat, Mendekatkan yang Jauh

Telah dibaca beberapa kali

Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yg dekat? Apa ini? Ini adalah benda yang pertama kali kalian ambil begitu bangun tidur walaupun sekedar mengecek ada atau tidak pesan yang masuk terutama sih ucapan selamat pagi dari sidoi. Dan benda yg terakhir kalian pegang sebelum pergi tidur walaupun sekadar mengucapkan selamat tidur pada gebetan. Atau bahkan benda yang kalian bawa sambil tidur akibat chatting sampai ketiduran. Yuupp betul sekali! Smarphone dengan segala sosial medianya. Pertanyaan pertama penulis adalah berapa jam dalam sehari kamu habiskan waktumu untuk bermain handphone?

Adakah di antara kalian yang tidak punya handphone?

Ada berapa sosial media di handphone kalian? Punya akun facebook, BBM, LINE, instagram, whatsapp, path, dll? Kalau kalian bilang tidak punya, penulis pastikan kalian sedang berdusta pada hati. Bayangkan deh kalau kalian punya lebih dari satu handphone dengan segitu banyaknya sosial media pada setiap handphone kalian. Apa gak kriting itu jari buat ngecekin satu satu?Pantes aja gak konsen belajar di sekolah kalau handphone ketinggalan di rumah.

handphone
smartphone

Benda ini mendekatkan yang jauh? Kok bisa?coba kita tanya pada pejuang LDR di luar sana, seberapa penting peran handphone bagi mereka? Padahal nih zaman dulu orang tua kita pacarannya surat-suratan kan ya dan harus menunggu berhari hari suratnya sampai. Aduh syukur Martin Cooper menemukan handphone ya.

Perkembangan tekhnologi yang satu ini membuat semuanya terasa lebih mudah. Dari teman-teman lama sampai mantan terindahpun bisa kita temui kembali melalui sosial media di handphone.Tidak hanya itu, kita juga bisa bertemu teman baru dari sosial media ini. Banyak lho yang punya sahabat baru, relasi bisnis bahkan bertemu jodoh di sosmed.

Kamu juga bisa sharing anything di sosmed. Misalnya sharing foto selfie kamu, kali aja ada yang nawarin jadi model. Sharing video nyanyi kamu misalnya, siapa tahu ada yg tertarik ngajak rekaman. Atau… buat olshop trus dapat duit seperti yang uda teman-teman kita lakukan. Menyenangkan bukan benda yang satu ini?

Pengalaman Penulis

Nah sekarang penulis mau share beberapa pengalaman. Ketika penulis ngadain acara reuni mini dgn teman-teman lama yaitu makan malam bareng beberapa bulan yang lalu. Waktu itu penulis datang terlambat akibat dandannya kelamaan (kelamaan milih warna lipstik). Sampai di tempat ketemuan penulis kaget ngeliat teman-teman duduk di satu meja yang sama berhadap-hadapan tapi pada sibuk sendiri dgn gadgetnya. Aaahh… rasanya patah hati. Nyari waktu free barengan itu susahnya setengah mati tapi sekalinya ketemu waktu terbuang sia-sia.

Pengalaman lain adalah ketika penulis mengikuti kegiatan Car Free Day beberapa waktu yang lalu. Penulis melihat seorang balita bermain bola sendiri dan berteriak “Ma… Pa… bolanya kesana”. Terlihat tidak jauh dari balita tersebut Papanya serius dengan gadgetnya seolah-olah sedang melakukan transaksi milyaran rupiah sambil berkata “ya ambil saja sayang” tanpa melirik sekalipun ke arah anaknya dan Mamanya senyam senyum selfie dan siap untuk cekrek upload. Seperti yang penulis duga tiba-tiba anaknya terjatuh dan menangis. Dan akhir cerita sepasang suami istri itu saling menyalahkan. Ya tuhan, anak jangan lha diabaikan demi benda mati itu.

Sekarang coba kalian tanya pada diri kalian pernahkah konsentrasi belajar kalian di kelas pecah terurai luluh lantah ketika terdengar suara PING! dari handphone kalian atau terasa getar heandphone yang menggetarkan jiwa dan mendesak kalbu untuk curi-curikesempatan untuk cek handphone padahal guru kalian sedang sibuk menjelaskan pelajaran. Syukur – syukur yang masuk itu bukan pesan dari operator ya kan jadi kecewa berat kalau gitu. Betapa tingginya daya pikat si handphone.

Nah, sudah terbayang kan mengapa handphone dengan sosial medianya yang segambreng membuat yang jauh terasa dekat dan yang dekat terasa jauh? Pesan penulis simple saja, bijaklah kita dalam menggunakan handpone dan sosial media. Handphone itu penting tapi bukan yang terpenting.

The following two tabs change content below.

Ayu Mayuni

Tentor Bahasa Inggris di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Ayu Mayuni (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.