Tumbuhkan SEKS Sejak Dini

Telah dibaca beberapa kali

Wah dari judulnya ini bacaaan yang HOT ya. Lebih HOT daripada “cabe” nya Mr. Janu. Jangan salah paham dulu ya sama judul artikel kali ini, penulis bukannya mengajarkan untuk “ngeseks” sejak dini. Kita memang akan membahas seks tapi seks di sini ada kepanjangannya lho. SEKS yaitu Sikap Empati Kepada Sesama.

Kenapa penulis tertarik membahas ini? – SEKS-

Ini karena pengalaman penulis minggu lalu yang bikin geleng-geleng kepala. Saat itu penulis hendak pergi ke Denpasar untuk sekadar bertemu teman. Di tengah perjalanan penulis melihat terjadi kecelakaan di ruas jalan yang lain. Seorang ibu terlihat panik karena melihat anaknya yang masih balita tertindih motor sembari menangis. Yang membuat penulis heran tak ada satu orangpun yang membantu ibu tersebut.  Padahal nih tidak jauh dari sana ada beberapa orang yang sedang berdiri hendak menyebrang. Ada juga pengendara sepeda motor lain di belakang ibu itu. Tetapi mereka tetap duduk di atas motor sambil menunggu ibu itu berhasil membangunkan anaknya. Benar-benar wujud sikap tanpa empati.

Apa itu empati?

Dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI), Empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Sederhananya, empati adalah kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain. Jika semua orang memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain maka tidak akan ada lagi kekerasan, kejahatan, peperangan dll.

seks
donor darah

Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri. Memiliki rasa empati penting untuk menjadikan manusia lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Apakah kalian sempat mendengar berita yang lagi hits ini? Siswa-siswa salah satu sekolah menengah atas negeri di kabupaten Jembrana merayakan kelulusan dengan membagikan nasi bungkus dan air mineral pada orang-orang yang sedang melintas di jalan-jalan. Berita hits lainnya adalah beberapa siswa di Denpasar memilih melakukan kegiatan donor darah sebagai cara memaknai kelulusan. Sederhana memang tapi ini menunjukkan sikap empati dan memiliki rasa kemanusiaan.

Lots of humans, less humanity.

Jangan tanya deh berapa banyak manusia di dunia ini. Malas banget kan ngitunginnya karena setiap harinya ada aja yang lahir. Tapi berapa orang memiliki rasa kemanusiaan? Itu yang penting. Jika semua orang memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain maka tidak akan ada lagi kekerasan, kejahatan, peperangan dll. Bukankah sesuatu yang disebut “kedamaian” itu yang selama ini kita rindukan?

The following two tabs change content below.

Ayu Mayuni

Tentor Bahasa Inggris di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Ayu Mayuni (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.