6 Langkah Menjadi Idola dalam Pertemanan

Telah dibaca 24 kali

Hai KLC readers! Nah kali ini aku mau sharing salah satu buku yang baru saja aku selesai baca, ‘how to win friends and influence people‘ karya Dale carnegie. Kalau kalian sering-sering main ke toko buku dan pecinta buku self help, pasti pernah liat deh buku ini di deretan buku depan. Buku ini sudah diterbitkan selama 70 tahun sejak pertama kali diterbitkan. Hebat banget yaa! Intinya sih sesuai dengan judulnya buku ini adalah buku bagimana kamu dapat menjadi lebih disukai dan dapat mempengaruhi orang lain, bahkan menjadi idola.

Enam langkah cepat semakin disukai ( menjadi idola ) orang lain

Nah, menurut Mr. Carnegie, ada enam cara utama untuk membuat seseorang lebih disukai orang lain. Apa aja itu, yuk bahas satu-satu!

Dengan tulus tertarik dengan orang lain

Kita selalu berpikir, oh orang ini disukai karena cantik, tampang, pintar, kaya. Tentu itu semua adalah faktor plus sendiri tapi pernahkah terpikir, seseorang itu semakin gampang disukai karena dia juga terlihat menyukai kita. Terlihat merangkul dan juga menginginkan kehadiran kita, tanpa sadar kita juga ingin baik kepadanya kan?

undangan

Karena semua orang menginginkan penerimaan dan tidak menyukai penolakan.

Apa yang kamu tebar adalah apa yang kamu tuai, jadi kalau kamu mau semakin disukai ingatlah tunjukkam rasa sukamu ke orangnya ya.

Tersenyum

Nah, ini nih hal sepele yang sering banget dilupakan. Senyum merupakan ekspresi wajah tapi lebih dari itu senyum merupakan sinyal penerimaan, kesukaan, kebahagiaan seseorang terhadap rangsangan yang didapatkannya.

optimism bias

Semua orang ingin bahagia dan menjadi kebahagiaan untuk orang lain jadi selalulah tersenyum untuk orang lain, beritahu dia “kamu bahagia karena kehadirannya”.

Ingat namanya dengan benar

Kesel gak sih kalau nama kamu, yang diberikan baik-baik oleh orang tuamu malah salah sebut atau salah tulis.

Nama adalah bagian dari identitas, pembeda seseorang dengan yang lainnya sehingga membuat seorang merasa istimewa. Jadi jaga keistimewaan dirinya dengan selalu mengingat baik namanya baik dalam tulisan maupun pengucapannya.

Menjadi pendengar yang baik

Semua orang punya cerita dan karena semua manusia mahkluk sosial tentu ingin ada orang lain di sekelilingnya. Cerita bisa macam-macam, kadang hanya sekedar candaan melepas waktu luang saja tapi kadang juga masalah pribadi yang lebih serius. Menjadi pendengar yang baik bukan berarti tidak berbicara sama sekali tetapi mendengar sebanyak mungkin tanpa menghakimi.

Ada kalanya orang mengungkapkam masalahnya bukan untuk mendapatkan solusi, tapi hanya sekedar melepas bebannya saja dan tidak merasa sendiri.

Berbicaralah tema yang menarik lawan bicara

Misalkan kamu seorang yang seumur hidup tidak pernah belajar main piano, kemudian temanmu terus membicarakan bagaimana dia belajar main piano kemudian lagu apa saja yang bisa dia mainkan, apa yang kamu rasakan?

Tidak menarik kan dan kamu juga merasa tersingkir dari pembicaraan karena tidak bisa terlibat aktif dalam pembicaraan. Kesukaan dibangun dari kesamaan, biarkan berbicara topik yang sama-sama disukai untuk membangun antusiasme untuk mengenal lebih jauh.

Membuat orang lain merasa penting

Langkah terakhir adalah satu kalimat yang merangkum semua kiat agar menjadi pribadi yang disukai.

Untuk dapat membuat orang lain merasa penting, seseorang perlu untuk dapat memahami orang lain, lebih dari sekedar minat juga cara pandangnya terhadap sesuatu. Kemungkinan besar akan berbeda dengan kita, karena dipengaruhi pengalaman hidup, umur, budaya, dan norma.

Untuk itu komunikasi dan toleransi sangat penting untuk dibina. Niat tulus tidak akan membuat hasil mengkhianati.

Kajian Penulis

Sejak SMP aku suka sekali baca buku tipe-tiper seperti ini. Aku terus bermasalah dengan isu kepercayaan diri dan kecemasan. Yang paling menjadi masalah juga adalah aku punya kecenderungan tinggi untuk menyendiri sehingga sering dianggap tidak pandai bergaul. Orang tua sejujurnya membantu menenangkan tapi tidak membantu banyak. Aku terus berpikir ada yang salah denganku tapi orang tuaku pun yang memang bukan profesional di bidang psikologi tidak pernah bisa membantu banyak. Akhirnya dengan sering membaca buku-buku self help book seperti ini pelan-pelan aku mulai menata diriku lagi dan setiap hari belajar untuk semakin baik.

Salah satunya ya ini, jadi penulis di KLC hehe. Dari seorang pemalu aku berubah menjadi seorang yang berani mempublikasikan dan mempresentasikan karyanya. Perjalanan panjang tetapi hasil yang sangat memuaskan. Semoga artikel ini bermanfaat ya klc readers.

Salam saya,

Abi

The following two tabs change content below.

Abigail Larasati

Mahasiswa Kedokteran Gigi at Universitas Mahasaraswati Denpasar
Seorang gadis yang menulis untuk berbagi dan menginspirasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.