Keunikan Angka dalam Bahasa Indonesia

Telah dibaca 294 kali

Hai sahabat setia pengguna bahasa Indonesia, masih setiakah menggunakan Bahasa Indonesia? Atau bahkan sangat cinta dengan bahasa Indonesia. Jawabannya harus cinta pastinya ya. Bagaimana kalau kita uji kesetiaan dan kecintaan kita terhadap bahasa Indonesia lewat satu fakta unik dari bahasa persatuan kita.

Bahasa Indonesia merupakan satu-satunya bahasa resmi yang digunakan sebagai alat pemersatu komunikasi bangsa Indonesia. Kini, kiprah bahasa Indonesia tidak hanya eksis di Indonesia saja, melainkan sudah dipelajari oleh 45 negara, sebagai bahasa kedua di negara Vietnam (sejajar dg bahasa Inggris, Prancis, dan Jepang), bahkan wikipedia bahasa Indonesia berhasil menduduki posisi 26 di dunia dan ke-3 di asia. Uniknya lagi, bahasa dan musik bahasa Indonesia dikirim ke satelit voyager yang digunakan untuk mengetahui keberadaan kehidupan di satelit lain yang memungkinkan adanya kehidupan.

Pastinya sekarang kalian semakin bangga dan cinta sekali dengan bahasa Indonesia.

Sekarang, seberapa setiakah kalian dengan bahasa Indonesia?

Berikut ini fakta unik yang tak mampu dielak lagi kebenarannya.

Ini dia fakta unik yang ternyata ditemukan dalam pola sederetan angka. Setiap negara, bangsa, dan daerah pasti memiliki penyebutan sendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai dengan sepuluh.

Misalnya angka tiga kita menyebutnya di Indonesia, tapi di negara lain ada yang menyebutnya tri, three, san, tolu dan lain sebagainya. Bahkan bila ada yang masih ingat angka-angka tersebut dalam bahasa daerah, maka terkadang ada angka yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda dengan Bahasa Indonesia.
1= Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan

[Baca JugaDiskon 70% atau 50%+40% ? Pilih mana? ]

Ternyata setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan mempunyai huruf awal, yaitu S, dan bila dijumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh. Begitu juga dengan Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam. Berturut-turut sampai dengan angka Lima. Lima dijumlahkan dengan dirinya sendiri juga hasilnya sepuluh.

Tidak sampai disitu

Ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu. Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet. Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S.

Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran).

Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima. Lima berada di antara Empat dan Enam (pembenaran lagi).
Sedangkan angka Lima, huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung).

Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V diurutan ke-22.

Rahasianya, tidak pake matematika. Cukup ditulis saja di kertas kosong, kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas. Kemudian putar kertasnya 180 derajat, maka Anda bisa lihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama.

Tulis huruf T besar di kertas pake font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Anda pasti bisa melihat angka tiga dengan jelas. Tapi sedikit mancung (pembenaran yang juga dipakasakan sekali).
Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Jadi sekali lagi pola ini hanya milik Indonesia.

Nah, tanpa kita sadari banyak sekali yang menarik dari Bahasa Indonesia. Jadi, pastikan kesetiaan dan kecintaan kalian terhadap bahasa Indonesia lewat bagaimana cara kita mengapresiasi bahasa persatuan kita ya.

The following two tabs change content below.

Ayu Noviarini

Tentor Bahasa Indonesia di Bimbel Krishna Learning Center

Latest posts by Ayu Noviarini (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.