Telah dibaca beberapa kali
Pernahkah kamu menangapi undangan, tawaran atau ajakan seperti, “Kapan main ke tempatku?” atau “ Ayo coba makanan buatanku?” kemudian ada perasaan janggal yang hinggap. Raut wajah si penawar yang suram sehingga kamu akan bertanya-tanya, “Apakah tawaran tadi sungguh-sungguh atau basa-basi belaka?”
Teringat sebuah ungkapan,
kedalaman samudra masih bisa diukur tapi dalamnya hati manusia tidak ada yang bisa menebak
Begitupula sebuah tawaran dari seseorang. Memang tak salah, jika akhirnya kamu salah mengira sebuah basa-basi sebagai sebuah undangan.

Cara membedakan Undangan atau Basa-basi?
Bagaimana cara membedakannya, berikut saran-saran yang bisa kamu ikuti untuk membedakan apakah itu undangan tulus atau sekadar basa-basi.
Tawaran datang lebih dari dua kali
Jika temanmu bersungguh-sungguh mengundangmu, dia kan mengundangmu lebih dari satu kali. Basa-basi hanya diucapkan sekali sebagai sapaan, salam atau etika. Berbeda dengan undangan atau ajakan. Kesungguhan tersirat dari ajakan yang ditawarkan berkali-kali.
Bertanya alasan jika menolak sebuah undangan
Saat seseorang berniat mengundangmu ke acara di rumahnya atau menawarkan sesuatu padamu dan kamu menolaknya, maka dia kan menanyakan alasannya. Berbeda jika itu hanya basa-basi, saat kamu menolak dia hanya akan mengiyakannya tanpa perlu bertanya lagi.

Pekalah dengan lingkungan, situasi dan kondisi si pengundang
Ini lebih ditekankan untuk orang yang memiliki karakter cuek pada sekelilingnya. Kadangkala orang yang cuek tidak menyadari kalau itu hanya basa-basi semata. Padahal sudah jelas-jelas lingkungan, situasi dan kondisi si pengundang tidak memungkinkan untuk menawarkan sesuatu. Contoh : saat temanmu sedang kencan yang dinanti-nanti dan melihatmu sendiri. Jika dia mengajakmu, sudah jelas itu basa-basi.
Persiapan si pengundang
Seseorang berniat mengundang, biasanya akan mempersiapkan segala sesuatunya. Misalkan, teman di luar kota mengajakmu untuk berkunjung ke rumahnya. Jika memang itu undangan, dia akan menjemputmu atau mempersiapkan perjamuan layaknya tamu yang diundang.
Kedekatan hubungan
Jangan pernah mengharapkan undangan atau tawaran jika kamu hanya sebatas mengenal namanya. Bisa jadi itu hanya basa-basi. Aneh rasanya, jika seseorang yang tidak kamu kenal tiba-tiba menawarkan sesuatu secara cuma-cuma.
Cara si dia mengundang atau menawarkan sesuatu
Bahasa, mimik dan gestur bisa memperlihatkan kesungguhan orang yang mengundangmu. Jika si dia menawarkan sesuatu tapi gerak tubuhnya menyiratkan ketertutupan. Maka kamu harus paham, jika itu basa-basi. Seperti, menyilangkan tangan, mata tidak menatap lawan bicara, menawarkan makan tapi tidak menyodorkannya, raut muka datar.
Bagaimana, apakah si dia cuma basa-basi belaka atau undangan tulus. Selamat membedakan.
Diah Wulan
Latest posts by Diah Wulan (see all)
- CERPEN: Kau Api Bukanlah Air - 30 Desember 2019
- Review Film: Renunganku tentang Hachiko. Arti sebuah Kesetiaan - 22 Maret 2019
- Drama Korea Gentleman Dignity: Nanti saat umur saya 40 tahun - 7 Februari 2019
