Eksistensi Milenial Untuk Kelestarian Budaya Indonesia

Telah dibaca 0 kali

Hallo sahabat viewers, kali ini kita akan membahas mengenai eksistensi masyarakat milenial dalam kelestarian budaya Indonesia. Apasih, budaya itu? Budaya merupakan sebuah hasil karya, rasa serta cipta dari masyarakat (Selo Soemardjan).

Budaya sangat erat kaitannya dengan masyarakat di suatu daerah. Budaya adalah sebuah identitas atau jati diri dari suatu daerah yang harus diwarisi keberadaannya ke generasi berikutnya. Budaya telah dijadikan sebagai pedoman berprilaku oleh manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Indonesia dan Kebudayaan

Jika berbicara Indonesia, kebudayaan bahkan sudah menjadi jati diri sesungguhnya bangsa ini. Dengan kebudayaan, bangsa ini mampu bertahan di tengah perkembangan peradaban dunia. Keanekaragaman budaya yang dimiliki pun menjadi kekuatan bangsa ini, namun juga merupakan sebuah tantangan dalam upaya mempertahankan serta mewariskannya ke generasi selanjutnya. Karena banyaknya kebudayaan yang dimiliki bangsa ini, kadang banyak masyarakat yang melupakannya, dan pada akhirnya kebudayaan itu hilang dan punah atau bahkan lebih mirisnya, kebudayaan itu justru diklaim oleh Negara lain sebagai kebudayaan Negara tersebut.

Kepunahan Budaya

Kepunahan berbicara tentang akhir dari suatu keadaan dan juga menyebabkan sesuatu hal yang ada menjadi tiada, dari sesuatu yang lahir kemudian hilang atau musnah. Kepunahan budaya itu sendiri dapat terjadi karena ketidakmampuan serta ketiadaan peran untuk menjaga hal-hal yang diharapkan tetap hidup. Di era globalisasi ini, kemajuan pesat dari iptek mendatangkan pengaruh positif dan juga negatif bagi keberadaan budaya. Globalisasi kerap kali dianggap sebagai alasan utama punahnya suatu kebudayaan karena arus globalisasi itu mampu mendatangkan kebudayaan asing yang nilainya tidak selaras dengan kebudayaan asli bangsa ini.

Masyarakat yang seharusnya memiliki andil paling besar dalam mempertahankan eksistensi budaya lokal dan nasional pun justru lebih memilih budaya asing. Alasan mereka lebih memilih budaya asing pun beragam, salah satunya adalah sikap gengsi dan malu, karena menganggap budaya lokal sudah ketinggalan jaman. Dan, akibat paling hebatnya adalah kehancuran bangsa ini, karena punahnya kebudayaan asli bangsa. Kehancuran itu dapat terjadi karena bangsa ini kehilangan identitasnya. Selain itu kebudayaan sudah mengakar kuat dalam segala sendi kehidupan bangsa dan menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan kebangsaan.

Eksistensi Milenial dalam Kelestarian Budaya Indonesia

Berbicara tentang hal apa yang akan dilakukan bila kebudayaan itu sudah terlanjur hilang dan punah? Kita akan mengaitkannya dengan keberadaan masyarakat milenial. Jika kebudayaan itu sudah terlanjur punah atau hilang dan bahkan di klaim Negara lain, hal yang harus kita lakukan adalah menjaga kebudayaan yang lain agar tidak lagi mengalami kepunahan. Di era masyarakat milenial sekarang, masyarakat sudah semakin maju akibat dari perkembangan iptek. Masyarakat milenial pun sudah semakin cerdas dalam menanggapi masalah kepunahan budaya ini dan menganggapnya sebagai sesuatu fenomena yang amat serius dan harus segera ditangani. Berangkat dari pemikiran yang cerdas dari masyarakat milenial, tentu ada beberapa hal yang dilakukan untuk tetap menjaga keberadaan budaya itu sendiri. Yang mana, sikap-sikap itu disusun dengan mengaitkan upaya pelestarian budaya dengan wujud asli kebudayaan itu.

1. Ide atau gagasan

yaitu pola pikir atau persepsi masyarakat terhadap apa yang dilihat, diamati serta dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Pernah ada orang bijak yang berkata bahwa “Yesterday, I’m clever so I will change my world, but today I’m wise, so I will change my self”. Sebagai masyarakat milenial yang cerdas, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengubah pola pikir kita sendiri, dari yang tidak peduli menjadi peduli, dari yang malu menjadi bangga. Memulai gerakan-gerakan kecil dari diri sendiri akan mampu membuat perubahan besar nantinya. Setelah kita berhasil mengubah diri kita sendiri, barulah kita mulai dengan menularkannya kepada orang lain disekitar.

2. Aktivitas,

yaitu kegiatan atau tindakan yang dilakukan masyarakat dalam interaksi sosialnya. Sebagai masyarakat milenial, tentu kita mau ikut serta dalam aktivitas pelestarian budaya, seperti mengikuti organisasi-organisasi yang berkaitan dengan kebudayaan lokal, ikut serta dalam aktivitas kesenian yang merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri, seperti menari tarian daerah, menyanyikan lagu-lagu daerah, belajar memainkan alat musik daerah.

Selanjutnya, mau menggunakan produk asli milik Indonesia, karena dengan begitu kita dapat memperkenalkan kebudayaan yang dimiliki bangsa ini, bersikap sesuai dengan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, seperti ramah tamah dan sopan santun. Menggunakan gawai atau handphone sebagai sarana pengenalan budaya.

3. Hasil Budaya,

yaitu peninggalan dari kebudayaan itu sendiri dalam bentuk benda atau fisik. Berkaitan dengan hasil kebudayaan, hal yang dapat kita lakukan adalah ikut serta menjaganya, dengan ikut dalam kunjungan ke museum-museum atau tempat-tempat peninggalan budaya, dan selalu menjaga alam dan lingkungan yang menjadi warisan budaya Indonesia serta mau belajar mengenai seni membuat hasil kebudayaan, seperti belajar cara mematung, membuat lukisan, membatik, dll.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bersikap selektif terhadap berbagai kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Dengan berlandaskan pada pedoman “Tri Hita Karana” yaitu Parahyangan yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, Pawongan yaitu hubungan manusia dengan sesamanya, lalu Palemahan, hubungan manusia dengan alam dan lingkungan hidupnya. Kita juga harus mampu memahami bahwa kebudayaan asinglah yang harus menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang berlaku di bangsa Indonesia ini, dan bukan malah sebaliknya.

Kajian Penulis

Sejauh mana upaya ini akan bekerja dalam masyarakat, hal ini akan ditentukan oleh sikap dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Seberapa besar keinginan mereka untuk ikut serta dalam upaya melestarikan budaya. Sesungguhnya, budaya tidak pernah berakhir, selalu ada yang baru. Selalu ada bentuk kesenian yang baru, gerak tari, lagu, lukisan. Budaya adalah kisah tanpa akhir (Maisie Junardy, Man’s Defender). Namun meskipun begitu, budaya asli bangsa adalah hal mutlak yang harus tetap dijaga kelestariannya karena merupakan jati diri bangsa. Tanpa budaya aslinya, suatu Negara mungkin tidak lagi dikenali.

The following two tabs change content below.

Desy Natasia

Menulis adalah tentang mengekspresikan diri. Jika ingin mengenalku, bacalah tulisanku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.