Kencan Sukses, Sandiwara Kencan atau Kencan Nightmare?

Telah dibaca 46 kali

Kencan…… Menyulap baju-baju yang tertata rapi dilemari menjadi berserakan di kasur atau lantai. Durasi mandi pun berubah, semula hanya 15 menit bisa menjadi setengah hari. Entah mau melahirkan di kamar mandi. Prepare untuk kencan hmmmm mebayangkannya saja sudah ada senyum menghias di wajah-wajah yang membaca.

Kencan atau ngedate selalu menyenangkan bagi mereka yang sedang jatuh cinta. Rela bolos sekolah, kerja atau mungkir dari janji-janji lainnya. Berarti ngedate bisa jadi prioritas bagi mereka yang sedang fall in love. Kencan juga bisa jadi ajang hunting.  Seleksi untuk kandidat calon-calon pasangan yang tepat. Pasangan yang tepat seperti apa ya?? Tepat untuk diajak berbelanja, tepat untuk dijadikan sopir, tepat untuk dijadikan tempat curhat atau tepat untuk menghabiskan waktu bersama. Ngedate dengan pasangan tepat, saat waktu terasa cepat bersama dia dan membuat kita merasa tidak ada lagi yang diinginkan lagi selain bersamanya.

Kencan Anda Sukses. Pastikan hal itu!

Namun apa jadinya jika kencan yang diharapkan berubah menjadi mimpi buruk. Padahal kencan adalah komponen penting untuk langkah selanjutnya dalam sebuah hubungan. Jika kencan pertama saja sudah buruk, tentu tahap selanjutnya bisa dipastikan. Pasangan kita akan enggan melanjutkan tahap selanjutnya atau malah kabur karena hilang rasa. Jangan sampai itu terjadi, kalian harus memastikan kencan pertama sukses sampai akhir. Bagaimana cara memastikannya, perhatikan secara seksama hal- hal berikut ini.

Datanglah tepat waktu atau beberapa menit sebelumnya

Pertama kali kencan saja sudah telat jemput atau telat datang di tempat yang telah ditentukan. Kesan kalau kamu tidak niat secara tidak langsung sudah tersirat. Kalaupun kamu memang berhalangan seperti, saudara sakit, macet di jalan, kabarilah pasanganmu. Menunggu tanpa kabar sangatlah membosankan. Datang beberapa menit sebelumnya, bisa memberi kelonggaran dari rasa grogi.

Berbusana yang menunjukan kamu apa adanya tanpa ada yang dilebih-lebihkan

Fashion di majalah-majalah memang terlihat keren dan membuat kita mencontoh salah satu modelnya. Tapi bisa jadi saat dipakai malah terlihat aneh, konyol atau terlalu berlebihan. Sesuaikan busana yang kamu pakai dengan tempat kencan.

Busana rapi dan sopan kalau diner di restoran ternama, busana santai jika hangout di café-café. Jangan sampai terbalik dan paling penting busana itu nyaman kamu pakai. Mencoba kurus dengan pakain kekecilan malah membuat kamu tidak menikmati kencan.

Salah persepsi dinner bak adegan  princess and prince

Terinspirasi dari film-film romantic yang endingnya pasti juga romantic membuat pilihan diner eksklusif selalu diinginkan. Sayang makna dari kencan pertama jadi tersamarkan dengan proposal lamaran. Lebih parahnya jika ajakan dinner eksklusif ini membuat salah persepsi antara pria dan wanita. Si pria ingin menghadirkan kesan mewah tak terlupakan. Namun bisa jadi dipersepsikan salah. Beberapa wanita kan mengira kamu adalah tipe pria yang selalu mengeluarkan banyak uang pada wanita yang bahkan belum jadi pacar.

Terjebak dengan planning A gagal dan tidak ada planning B

Semua jalan kehidupan tidak bisa diramalkan. Sedia payung sebelum hujan menurut pepatah lama. Planning A gagal masih ada planning B. Misalkan saja, kamu berencana menonton konser lalu kehabisan tiket. Sungguh terlalu, kalau akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Makanya rencana cadangan diperlukan. Akan beda kesannya, jika kamu sudah mencari sebelumnya jadwal film-film di bioskop. Sehingga kamu bisa mengganti rencana kencan. Pasanganmu pasti terpukau betapa kreatifnya kamu.

Mencoba menjadi keren dengan memilih tempat unik

Selalu menjadi diri sendiri selalu ditekankan jika mau menjalin hubungan yang nyaman. Memilih tempat kencan unik seperti pameran lukisan, museum, pentas puisi dan teater mungkin terlihat cool. 

kencan

Namun apa jadinya,  bila kamu malah asing dengan pilihanmu sendiri.  Lucu jika kamu tidak suka teater berusaha menyukainya lalu, tertidur di tengah acara. Inti dari sebuah kencan adalah kenyamanan dari dua belah pihak.

Memperhatikan aroma tubuh dan bau mulut

Komponen satu ini pendukung kelancaran kencan pertama. Pastikan kamu menjaga aroma tubuh dan mulut. Selama kencan, mustahil kamu dan pasanganmu akan berjarak satu meter. Juga jangan terpengaruh lagu Jamrud untuk membisu 30 menit.

Menghabiskan waktu dengan menginterograsi

Rasa ingin tahu wajar dimiliki setiap orang yang ingin melanjutkan hubungan ke tahap selanjutnya. Sewajarlah dalam bertanya pada pasanganmu. Jangan menghabiskan waktu kencanmu untuk bertanya sebanyak-banyaknya, seakan besok akan kiamat. Pasanganmu juga akan risih. Akibatnya kencan pertamamu akan berubah menjadi sepasang polisi dengan tersangkanya.

Selingi humor ringan dalam percakapan

Nervous di kencan pertamamu hal lumrah. Humor, candaan ringan akan menghangatkan suasana. Kamu bisa menceritakan pengalaman lucu yang tidak terlalu memalukan. Bisa juga candaan spontan yang tidak mengandung unsur pornografi atau merendahkan orang lain. Jauhi lelucon mengada-ada yang membuat kamu terlihat norak.

Tidak segan untuk memuji pasangan

Khusus bagi kaum adam yang sering lupa memperhatikan perbedaan pasangannya saat kencan pertama. Umumnya wanita saat melakukan kencan pertama akan mempersiapkan penampilannya secara maksimal. Penting bagi pria untuk mengetahui perbedaannya dan memberikan pujian. Si wanita akan merasa dihargai atas usaha yang dia lakukan.

Kurangi melihat handphone atau gadget

Beraneka ragam handphone dan gadget keluaran terbaru lengkap dengan aplikasi mengagumkan, sering membuat autis kita. Hanya kita perlu meluruskan lagi, kalo suatu saat kita tidak akan menikah atau mengarungi hidup dengan handphone atau gadget. Kencan pertama sia-sia saja jika kedua belah pihak malah asik bahkan autis dengan handphone atau gadget  masing-masing.

Tidak membahas hal-hal privasi dalam percakapan

Namanya juga kencan pertama harusnya sebagai permulaan untuk membina hubungan saling percaya. Hindari percakapan kearah politik, SARA (suku agama ras dan antar golongan), keluarga atau hal yang ujungnya akan berakhir dengan adu pendapat. Mulanya datang sebagai pasangan, pulangnya malah sebagai rival.Sering juga terlupakan, percakapan yang menyangkut keluarga. Kita tidak pernah tau, latar keluarga masing-masing. Apa yang kita anggap biasa belum tentu sama dengan orang lain. Seperti menanyakan profesi orang tua.

Mengungkit masa lalu dan menata masa depan

Bagaimana perasaanmu jika belum lama kenal sudah ditanya-tanya tentang mantan? Jengkel, sebal langsung badmood. Tahanlah rasa ingin tahumu hingga di pertemuan selanjutnya. Begitu juga dengan masa depan, akan terasa canggung jika kamu sudah membahasa istri atau suami ideal kamu. Percakapan ringan yang membahas hoby, film, music atau kegiatan di waktu senggang bisa menjadi alternative.

Ingat jam malam

Terlena dengan kencan pertama sehingga pulang larut malam tidak baik untuk kesan pertama pada orang tuanya. Pulang sebelum jam malam juga menghindarkan kamu dari tindakan-tindakan tak terpuji.

Mencoba berbagai saran untuk berkencan tidak akan berhasil jika kamu menjadi orang lain agar terlihat keren. Sebagus apapun topeng yang kamu pakai, pasti ada detik dimana kamu ingin melepasnya.

Selamat berkencan dan semoga orang itu tepat untuk menghabiskan hidup bersamamu.

The following two tabs change content below.

Diah Wulan

Perawat at Siloam Hospitals
Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.