Usaha Mencapai Keinginan : Dominan Ambisi atau Obsesi?

Telah dibaca 9 kali

Hallo sobat viewers! Siapa nih diantara kalian yang suka membuat target disetiap keingan yang ingin dicapai? Nah biasanya nih, ada beberapa individu yang memiliki rasa ambisi, akan tetapi saking kuatnya keinginan yang dimiliki sehingga timbul obsesi, jadi usaha agar target itu tercapai sebenernya sebuah ambisi atau obsesi sih?

Kita mengenal ambisi sebagai salah satu keinginan yang kuat untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mewujudkan tujuan dan mencapai hal-hal besar atau baik yang diinginkan. Hal ini berbeda dengan obsesi yang diartikan sebagai ide, pikiran, bayangan, atau emosi yang tidak terkendali, sering datang tanpa dikehendaki atau mendesak masuk dalam pikiran seseorang yang mengakibatkan rasa tertekan dan cemas. Tanpa kita sadari, kalau ternyata kita kadang ambisi tapi juga hampir pernah mendekati obsesi loh, dan ternyata hal tersebut merupakan dua hal yang berbeda. Orang-orang yang memiliki ambisi, ketika mereka tidak mendapatkan tujuan dari satu keinginan, mereka akan berusaha mendapatkan tujuan itu dengan cara yang lain. Berbeda dengan orang-orang yang terobsesi, jika tidak bisa sampai ke tujuan yang telah mereka tetapkan, kecenderungan menunjukkan depresi berpeluang lebih besar. Nah sebentar lagi bakal dibahas nih!

ambisi obsesi

Apasih fungsi punya ambisi dan obsesi?

Fungsi sobat viewers memiliki ambisi artinya sudah menanamkan jiwa penuh semangat. Karena kita tahu sendiri masa remaja dan dewasa adalah masa – masa sangat penting untuk memacu diri, mulai dari menyelesaikan tugas, pekerjaan dan juga punya target untuk kedepannya. Sedangkan fungsi obsesi mengarah pada hal negatif karena ketika ambisi tidak berjalan sesuai rencana, maka obsesi akan menujukkan emosional yang dominan, dan menggunakan tenaga serta pikiran secara berlebihan. Tentu sobat viewers, hal ini berdampak buruk bagi kepribadian dan juga pengaruhnya bagi lingkungan sekitar. Alangkah lebih baik, dapat menyalurkan obsesi ke hal yang positif.  

Manfaat memiliki sebuah ambisi dan obsesi?

  1. Plus Ambisi : Ambisi menambah semangatmu, ambisi membuatmu pantang menyerah, ambisi membuatmu memperhitungkan segala sesuatu dan disiplin,
  2. Minus Ambisi :  rasa bahagia terhapus dan akan menimbulkan sikap skpetis terhadap orang lain, mudah paranoia, mudah iri, dan susah menikmati hidup di lingkungan,
  3. Plus Obsesi : memilah dan memilih sesuatu yang dapat menunjang keberhasilannya, lebih teliti, disiplin, lebih antusias terhadap bidang yang digeluti atau disukai, lebih mudah fokus pada target tujuan dan terpacu terus untuk menjadi seorang juara.
  4. Minus Obsesi : berujung pada depresi apabila tidak bisa mengendalikannya, menjadi public enemy apabila merugikan sekitar, kesehatan akan terganggu dan rencana tidak dapat berjalan tepat waktu serta menjadi lupa untuk bersyukur dan mencintai diri sendiri.

Cara mengendalikannya agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain?

Ambisius : mulai mendengarkan saran teman, tidak memaksakan diri untuk sesuatu hal yang tidak bisa, selalu appreciate diri sendiri akan keberhasilan sekecil apapun bentuknya, belajar dari kegagalan dan mulai untuk bahagia.

Obsesi : mengurangi sikap keras kepala dan egoisme yang dimiliki, belajar berdamai dengan keadaaan yang tidak sesuai rencana, mencari teman cerita, berfikiran terbuka dan lapang dada akan kemungkinan terburuk dan menhindari apapun yang membuat obsesi itu muncul.

Jadi, tempatkanlah ambisi dan obsesi pada keadaan yang tepat, apabila tidak sesuai rencana ubahlah mindset untuk dapat tersalurkan ke arah positif.

“ketika melihat sepatu, seperti memiliki ambisi dan obsesi, mereka menyatu, apabila berada di tempat yang salah, maka sakit yang ditanam”

The following two tabs change content below.

Khania Pranisitha

Announcer at FBI Bali Radio
Si gadis yg selalu mengudara menemani pagi siang dan malamnya para anak muda pecinta musik2 hits masa kini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.